
Kevin dan kawan kawanya telah berhasil menangkap ketiga preman yang telah menjahili nana semalam.
Mereka diketahui bernama ,rasyid,arwan dan puma yang sudah berada kantor polisi.
‘’terima kasih ,nak kevin dan kawan kawan telah berhasil menangkap ketiga preman ini,mereka memang sudah menjadi incaran kami sejak lama,mereka kerab meresahkan disini,karena mencuri kerumah warga dan mengambil barang barang milik mereka yang berharga.’’ucap salah satu komandan polisi .
‘’kevin dan kawan kawannya tersenyum sambil mengangguk.
Sementara divilla, viona yang tengah menunggu kabar dari kevin, sibuk dengan ponselnya,mondar mandir tidak jelas seperti setrikaan yang sedang dijalankan.tidak ada satupun pesan yang dikirimi oleh laki laki yang sudah menjadi suaminya .
‘’vi,udah dong pala gue pusing lihat lo mondar mandir gak jelas kayak gitu.’’dira mulai buka suara,karena tidak tahan melihat temannya itu.
Viona yang tengah membelakangi kedua temannya,tak menghiraukan keluhan dari dira.
‘’seharusnya kevin yang lain tidak perlu lagi mencari ketiga preman itu,semalam pandu sudah menghajar mereka sampai babak belur.’’tukas nana yang mulai cemas.
Karena sudah dari pagi kevin dan kawan kawan pergi untuk mencari keberadaan para preman itu.sementara sekarang jam telah menunjukkan pukul 14:00 ,tetapi mereka juga belum kembali kevilla.
Merasa bosan melihat layar ponselnya yang tidak ada apa-apa didalamnya,viona menghampiri dira dan nana,menghempaskan tubuhnya keatas sofa.
‘’udah tunggu aja kali,bentar lagi mereka pasti pulang.’’dira memperhatikan kedua wajah temannya yang terlihat cemas.
‘’hem,kevin tidak menghubungiku dari dari tadi,gue kan cemas,jangan jangan preman yang mereka cari mempunyai banyak koplotan,bukan hanya bertiga saja.’’viona mulai cemas memikirkan kevin.
Suasana hening
Hening.....
Hening.....
Terdengar suara bel berbunyi dari luar.
’’apa itu mereka?viona beranjak antusias dari tempatnya
Dira nana yang tadinya saling pandang,kemudian mengalihkan pandangan mereka kearah viona ,mengangguk sambil ikut beranjak dari tempatnya.
‘’ya udah samperin aja.’’ucap dira
Mereka bertiga beranjak dari sana untuk pergi membukakan pintu untuk kevin dan kawan kawan.
‘’bagaimana?apa kalian menemukan para preman itu?.’’pertanyaan yang langsung dilontarkan oleh dira,setelah mereka kembali keruang tamu.
‘’ya.kami menemukannya.’’saut leo ketika hendak mengambil secangkir teh yang sedang disediakan oleh shinta diatas meja.
‘’lalu.viona yang duduk disamping kevin,sudah tidak sabar mendengar cerita selanjutnya.
‘’ya kami membawa mereka kekantor polisi.’’jawab kevin .
‘’langsung dibawa ke polisi?.’’tanya viona lagi
Kevin menautkan kedua alisnya.’’maksudnya ?,kamu mau kita membawa mereka kesini ?kevin balik bertanya.
viona cengengesan.’’ya bukan begitu.’’
‘’lo tenang aja vi,sebelum kita ringkus,tuh preman kita bikin babak belur dulu kok,itukan yang pengen lo tanyakan?.’’sambar leo seakan tau isi pikiran dari viona.
Viona mengangguk senang.
Semenjak mereka pulang,pandu yang duduk berhadapan dengan nana,hanya meja yang menjadi pembatas diantara keduanya, ia tak mengedipkan sedikitpun menatap kearah nana.
Nana yang merasa dari tadi diperhatikan oleh pandu,menjadi malu sendiri,wajahnya terlihat memerah bak kepiting rebus,yang bisa ia lakukan saat ini hanya bisa menunduk,menyembunyikan wajahnya agar tidak dilihat oleh teman temannya yang lain.
Kemudian perhatian pandu teralihkan pada luka dilutut nana yang sudah dibalut dengan plaster.
‘’lutut lo udah nggak papa?.’’pertanyaan pandu membuat semua orang yang ada disana melihat kearahnya.
‘’hah,nana terkesiap mendengar suara orang yang ada didepanya.dengan cepat ia melihat kearan pandu.
‘’kemeren lutut lo terluka,’’apa itu masih sakit?tanya pandu lagi tampa mengingahkan pandagan para teman temannya.
nana menggeleng.’’su-sudah agak mendingan kok ndu."jawab nana dengan wajah yang seamakin memerah.ia juga malu mengingat kejadian semalam, dimana ia memberanikan diri untuk memeluk pandu, karena takut.
Hal itu membuat teman teman mereka senyum senyum melihat tingkah keduanya,begitu pula dengan kevin.
Ada rasa lega dihatinya,ia yakin pandu pasti menyukai nana,dan akan bisa melupakan viona istrinya.
Kevin menceritakan bagaimana kejadian dia dan teman temannya bisa menemukan ketiga preman itu pada viona dan kawan kawannya.
Termasuk menceritakan bahwa ketiga preman itu merupakan buronan polisi yang sering meresahkan warga disekitar sini.
Shinta yang tengah menyapu lantai juga ikut mendengar cerita dari kevin.ia terkejut setelah kevin menyebutkan salah satu nama dari para preman itu.
__ADS_1
‘’rasyid ?katanya dalam hati.
‘’dia memang tidak jera jera.’’shinta kembali membatin.
sedari tadi,ternyata viona memperhatikan gerak gerik shinta .ia terlihat menghentikan pekerjaannya.
‘’sayang tunggu sebentar.’’viona beranjak dari tempatnya.
‘’kamu mau kemana?.’’tanya kevin masih memegangi tangan viona.
‘’kamar mandi.’’jawab viona
‘’hem..kevin melepaskan tangan viona.
‘’bentar ya.’’ucap viona pada kesemua teman temannya,dan berlalu pergi dari ruangan itu.
‘’shinta bisa berbicara sebentar?.’’lamunan shinta tiba tiba buyar setelah melihat viona.
‘’no-nona muda.’’shinta sedikit terkejut
‘’saya ingin berbicara dengan kamu sebentar.’’viona berucap sambil melipat kedua tangannya diatas perut.
Shinta yang tadinya terlihat menunduk,mendongakkan kepalanya agar bisa melihat kearah viona.
‘’maaf nona.’’jawab shinta
‘’saya tunggu kamu di teras belakang.’’ Tampa menunggu jawaban dari shinta viona berjalan keluar meninggalkan shinta yang masih tak bergeming dari tempatnya.
Viona memandang jauh menikmati pemandangan kebun teh yang begitu luas itu.menghirup dalam dalam udara yang sangat segar itu.
Pandangannya masih tetap sama ,sampai shinta datang dan sudah berdiri disampingnya.
‘’ma-maaf nona muda,apakah ada yang bisa saya bantu.’’gadis itu mengubah posisinya menghadap kearah viona .
Yang masih berdiri dengan posisi yang sama,melirik sedikit kearah shinta sambil mengusap kedua lengannya yang terasa dingin.
Shinta, gadis itu saat ini tengah menunduk,tidak berani melihat wajah viona.ia menungguk kata kata yang akan keluar dari mulut viona.
‘’to the poin saja.’’saut viona sejenak melirik kearah shinta,kemudian kembali membuang wajanya untuk fokus kedepan.
Shinta memberanikan diri melihat kearah viona.
‘’saya mendengar kamu berucap didapur tadi pagi.’’dan kamu memasukkan racun kedalam makanan saya."ucap viona yang sudah menghadapkan tubuhya kearah shinta.
‘’bagaimana kalau...
‘’maafkan saya nona,saya tidak bermaksud berbicara seperti itu,maafkan’’ shinta langsung menyimpuh menangis sambil memegangi kaki viona,untuk meminta maaf.
‘’hey bangun,jangan seperti ini.’’tangan viona dengan cepat memegangi kedua bahu gadis itu.
Shinta menggeleng.’’tidak,maaf kan saya nona viona,tolong jangan adukan hal ini pada tuan muda kevin atau tuan besar.’’gadis itu terus mendekap kaki viona dengan terus terisak.
Viona bingung dengan sikap shinta,ia celingak celinguk kearah sekitar,semoga tidak ada yang melihat hal seperti ini.
‘’sudah bangun dulu.’’ucap viona lagi kembali fokus pada gadis itu.
Namun shinta hanya diam sambil menggeleng.
Bukanya dirinya yang ia pikirkan sekarang,tetapi ayahnya,bagaimana kalau ayahnya dipecat dari pekerjaanya.
Viona sedikit nafasnya.
‘’sudah kamu berdiri,saya tidak akan mengadukan hal ini pada kevin atau papa mertua saya.’’ucap viona sambil membantu shinta untuk kembali berdiri.
Shinta melihat kearah viona yang begitu terlihat serius.
‘’tapi ingat, jangan kamu lakukan itu lagi.’’ucap viona
Shinta mengangguk.’’baik nona,saya tidak akan melakukan hal itu lagi,maafkan saya karena sudah berniat jahat pada nona dan janin yang ada dalam kandungan nona viona.’’shinta meminta permohonan maaf.
‘’oke,kamu boleh pergi.’’ucap viona yang diangguki oleh shinta dan berlalu pergi dari sana.
Viona menghela nafas dengan lega sambil melihat kepergian shinta.
‘’memang ,demi cinta ,seseorang akan rela melakukan apa saja, bahkan dengan cara apapun.’’viona membatin ,menggeleng nggelengkan kepalanya dan kembali menikmati sejuknya udara puncak yang jarang ia dapatkan ditengah kota.
flash off
“dir gue nitip viona.’’ucap kevin dan diangguki oleh dira.
Tenang,mereka berdua aman bersama gue.’’ Ucap dira tersenyum lebar sambil merentangkan tangannya kebahu viona dan nana.
__ADS_1
‘’kenapa sih,aku nggak boleh ikut.’’viona berucap sambil memonyongkan bibirnya yang merah jambunya,cemberut.
Hal itu membuat kevin gemas dibuatnya.
‘’kamu disini saja,kita cuman sebentar kok.’’kevin mengapit kedua pipi istrinya itu.
‘’hemm,,tapi janji jangan lama lama,buat tuh preman babak belur.’’ucap viona yang masih kesal dengan preman yang hampir mencelakai sahabatnya.
‘’kevin mengangguk,tersenyum kemudian mencium kening viona didepan teman temannya termasuk didepan shinta,hal itu membuat ia begitu kesal melihatnya,dengan cepat shinta kembali kedalam villa,sebelum melihat hal hal yang lebih lagi dari itu.
Kevin hendak mencium bibir viona,namun ditahan oleh suara leo.
‘’vin ayo,malah asyik –asyik disana ,cepat buruan.’’teriak leo yang sudah berada didalam mobil.
‘’iya ,bawel banget,’’kevin memutar kepalanya kearah leo. Kedua tangan viona yang tadinya dipegang oleh kevin ia lepaskan dengan pelan ,ia segera berlari dan memasuki mobil ,duduk dikursi pemudi.
Kevin dan kawan kawannya sudah pergi beberapa menit yang lalu.viona dan sahabat sahabatnya sudah kembali kedalam villa.
‘’gue haus,kedapur bentar ya.’’viona berlalu pergi kedapur.
Namun pada saat masuk kedalam dapur,ia melihat shinta yang tengah mengomel sambil memotong motong sayur yang akan ia masak.
Shinta terus mengupat menyebut nyebut nama viona.viona yang tengah berdiri dibalik tembok tidak percaya dengan apa yang dia dengarnya.ia melototkan kedua matanya,karena terkejut mendengar ucapan dari shinta.
Shinta bermaksud akan membunuh cabang bayi yang ada didalam pert viona,dengan memasukkan racun kedalam makanannya.
Otomatis kevin pasti akan meninggalkan viona.
Gadis itu menarik salah satu sudut bibirnya.
Viona menekan dadanya dengan salah satu tanganya,ia tidak percaya dengan perkataan shinta,anak dari asisten papa mertuanya itu.
‘’dia tidak tahu berusan dengan siapa.’’viona membatin sambil mengepalkan salah satu tangannya.
‘’dia pikir akan segampang itu.’’viona kembali tersenyum menyerigai.
Kemudian ia kembali beranjak dari tempatnya,dan tidak jadi pergi kedapur.
makanan untuk makanan siang telah siap,dengan senyuman manisnya shinta menghampiri viona dan teman temannya yang tengah bersantai ria ditaman belakang,sambil menikmati indahnya hamparan kebun teh yang begitu luas.
‘’maaf nona,makan siang sudah siap.’’suara gadis itu memberitahukan pada viona.
Viona dan teman temannya menoleh keasal empunya suara.
‘’oh.sudah siap ya?.’’viona memutar kepalanya kearah shinta.
Shinta menjawab dengan anggukan
‘’makan yuk,udah lapar nih,saut dira.
Viona sedikit melirik kearah shinta.
Dan ia mengangguk kearah dira.
‘’non harus makan yang banyak,saya sudah siapkan sup jamur kesukaan non viona.”oceh shinta sambil menyendokkan nasi kepiring viona.
” terima kasih,viona memaksakan senyumnya,untuk mengelabui orang yang tengah berada disampingnya itu.
Viona sengaja meminta shinta untuk memasakkan sup jamur kesukaannya,dan itu menjadi kesempatan bagi shinta.
Shinta memperhatikan viona yang tengah memasukkan makanan kedalam mulutnya dari kejauhan.
‘’cepat telan makanannya nona viona,supaya kamu dan janinmu itu cepat mati.’’shinta membatin dengan fokus memperhatikan viona.
Viona sudah menelan beberapa kali makanan,namun tidak terjadi apa apa.
Hal itu membuat kening shinta terlihat mengrinyit dari tempat ia mengawasi viona.
‘’kenapa tidak terjadi sesuatu?shinta kembali membatin.
Viona makan dengan begitu lahapnya sampai suapan terakhir.ia masih terlihat baik baik saja
Hal itu membuat shinta yang memperhatikannya,begitu kesal dibuatnya.karena rencananya tidak berhasil.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.