MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
Winda


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Sayang, kenalin ini namanya Winda. Umurnya beda setahun dari kita. Dia anaknya mbok Si,” ucap Raka memperkenalkan istrinya dengan pembantu baru nya.


“Selamat pagi Non, nama saya Winda, kalau ada apa apa Non Ryana bisa panggil saya,” ujar Winda mengulurkan tangan nya dengan sopan kepada Ryana.


“Ah i—iya ... “ jawab Ryana sedikit kikuk, ia terus mengamati gadis di depan nya.


Meskipun usia Winda berada di bawah Raka dan Ryana. Namun, wajah nya terlihat sangat dewasa, bahkan tubuh nya yang bongsor terlihat seperti usia gadis itu sudah hampir dua puluh lima tahun.


Winda memiliki tubuh tinggi, ramping dengan hidung yang lumayan mancung, meskipun kulit nya sawo matang, namun memiliki rambut yang lurus panjang hingga menambah kesan manis pada gadis itu.


“Mas mau sarapan apa?” tanya Winda saat melihat Raka dan Ryana duduk di meja makan.


Deg!


Seketika itu juga, Ryana langsung menatap ke arah Winda dan Raka. Mas? Winda memanggil suaminya dengan kata Mas? Benarkah? Batin Ryana sedikit bingung.


“Emang nya kamu masak apa? Mbok Si mana?” tanya Raka sambil menyeruput teh nya.

__ADS_1


“Ibu lagi nyiram tanaman di belakang. Katanya kalau mas Raka dan non Ryana udah turun, suruh nanyain dulu mau sarapan apa,” jawab Winda membuat Raka langsung menganggukkan kepala nya.


“Sayang, kamu mau sarapan apa?” tanya Raka begitu lembut menatap istrinya, hingga membuat Ryana seketika langsung tersadar dari lamunan nya.


“A—aku mau roti aja, aku lagi males makan nasi,” jawab Ryana.


“Saya buatkan ya Non,” ujar Winda sopan.


“Sekalian Win, istriku sukanya coklat, aku pakai—“


“Srikaya kan? Masih yang dulu,” jawab Winda segera memotong ucapan Raka hinga membuat keduanya langsung terkekeh.


“Dih, mas Raka juga usil loh. Kan mas Raka yang ngajarin Winda,” saut Winda berdecak kesal, sambil mengoleskan selai ke roti tawar yang di atas meja.


Ryana masih diam, ia merasa seperti orang asing di rumah nya sendiri. Melihat ke akraban antara suami dan pembantu baru nya, entah mengapa membuat hati Ryana sedikit risih dan kurang menyukai sosok Winda.


‘Ini Cuma perasaan aku aja,’ gumam Ryana dalam hati.


Setelah selesai sarapan, Raka segera bergegas pamit untuk ke kantor. Janjinya degan papa Kenzo jam delapan sudah tiba di kantor. Akan tetap, karena ini adalah Raka, akhirnya ia baru berangkat dari rumah jam delapan lebih. Sangat on time bukan?

__ADS_1


Sepergi nya Raka, Ryana memilih untuk berjalan jalan ke belakang rumah. Ia ingin bertemu dengan mbok Si yang sedang menyiram tanaman.


“Non Ryana, aduh pelan pelan Non, licin!” ucap mbok Si segera membantu Ryana untuk melewati genangan air dan membantu nya duduk di kursi taman.


“Hehehe makasih ya Mbok,” jawab Ryana tersenyum lalu mengusap perut besarnya.


“Perasaan baru beberapa minggu gak ketemu ya Non, tapi kelihatan nya udah makin besar aja,” celetuk mbok Si membuat Ryana langsung terkekeh.


“Iya Mbok, makin aktif, makan nya juga makin banyak,” jawab Ryana tersenyum.


“Gapapa Non, yang penting sehat semua. Bayi sehat, ibu selamat, itu sudah alhamdulilah,” ujar mbok Si yang langsung di balas anggukkan kepala oleh Ryana.


“Oh ya mbok, Winda anak mbok?” tanya Ryana mulai membuka pembicaraan.


“Iya Non, itu yang kemarin buat mbok pulang kampung. Dia gagal nikah, makanya mbok ajak ke Jakarta aja biar gak sedih lagi di kampung. Awal nya mbok mau suruh kerja di sebelah Nyonya. Karena di sana juga kebetulan lagi cari orang. Tapi kata Nyonya malah di suruh kesini aja, karena kebetulan den Raka udah pindah ke rumah baru,” cerita mbok Si panjang lebar sambil menyiram tanaman.


“Oh gitu,” Ryana kembali mengangguk anggukkan kepala nya. Ternyata bukan hanya dirinya yang menikah muda. Bahkan Winda pun juga akan menikah muda, hanya saja pernikahan nya gagal.


...~To be continue ......

__ADS_1


__ADS_2