MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
Aneh


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Ryana... " panggil Kara pelan, menyadarkan Ryana dari lamunan nya, "Kamu juga memaafkan Raka kan?" tanya nya pelan.


Mendengar nama suami nya di sebut, membuat Ryana seketika langsung melirik ke arah Raka yang masih setia berdiri di belakang Kara bersama Ryan.


"Auwhhh!" pekik Ryana langsung mencengkram perut nya lagi, ia menggigit bibir bawah nya saat merasakan kram di perut nya.


"Na, kamu kenapa?" tanya Kara panik.


"Sayang!" Raka pun dengan sigap langsung berlari menaiki tempat tidur dan menghampiri istri nya.


"Sakittt!" rintih nya dengan mata terpejam.


"Kita ke rumah sakit!" Raka hendak mengangkat tubuh Ryana dan membawa nya ke rumah sakit. Namun, wanita itu dengan cepat menggelengkan kepala nya.


"A—aku gak mau!" ucap nya menolak.


"Tapi—" Raka ragu, ia tidak tega melihat istri nya merintih kesakitan seperti itu. Namun, wanita itu sendiri yang menolak tidak mau di bawa ke rumah sakit.

__ADS_1


"Dimana yang sakit?" tanya Raka lembut, ia segera mengusap perut Ryana dengan sangat hati hati.


Satu bulan lebih, dirinya tidak bertemu dengan istri nya. Dan kini, banyak sekali perubahan yang terjadi di diri Ryana, terlebih bagian perut nya.


Perut yang dulu langsing dan rata, kini terlihat sedikit buncit dan berisi. Akan tetapi, tubuh istrinya semakin terlihat kurus dengan pipi yang begitu tirus.


"Sayang, jangan nakal ya. Kalian harus bantu Bunda, harus kuat," bisik Raka pelan sambil mengusap perut Ryana.


'Kenapa sakit nya hilang?' gumam Ryana dalam hati nampak begitu bingung.


Biasanya, saat kram nya datang, rasa sakit itu bisa ia rasakan beberapa menit sampai membuat nya menangis. Namun kini, baru beberapa detik dan saat di usap oleh Raka, rasa sakit itu berangsur hilang.


"Emmmtr s—sedikit," jawab Ryana menjadi kikuk.


Sementara itu, Ryan yang melihat ekspresi wajah Ryana yang sudah berubah, menandakan bahwa rasa sakit itu hilang, Menduga bahwa ini ulah Raka. Karena usapan tangan Raka atau karena kedatangan laki laki itu yang jelas dan Ryan tahu bahwa kehadiran Raka membawa pengaruh besar bagi Ryana dan kandungan nya.


"Kita keluar dulu," ucap Ryan pelan setengah berbisik di telinga Kara, lalu tanpa permisi ia langsung mengangkat tubuh Kara dan membawa nya keluar.


"Bi!" seru Kara terkejut.

__ADS_1


"Kalian mau kemana?" tanya Ryana mengerutkan dahi nya.


"Dia haus. Kalian selesaikan saja dulu urusan kalian!" jawab Ryan tanpa menoleh ke belakang.


"Kenapa? Apa kamu masih belum siap bertemu aku?" tanya Raka pelan.


Tangan nya menyentuh pipi Ryana, memaksa wanita itu agar menatap ke arah nya, menatap mata nya dengan begitu dalam.


"Masih berat kah bagimu untuk memaafkan aku, Yank?" tanya Raka lagi, sampai meneteskan air mata di depan Ryana, "Aku kangen banget sama kamu. Pengen peluk kamu, pengen cium kamu, pengen apa apain kamu. Plis, maafin aku hiks hiks hiks."


Ryana langsung terkejut melihat perubahan ekspresi wajah suami nya. Mengapa laki laki itu kini berubah menjadi sangat cengeng? Bilang ingin peluk, ingin cium dan ingin mengapa-ngapain dirinya. Memang nya mau apa? batin Ryana berdecak.


Dan juga, sejak kapan Raka menginginkan seperti itu harus bertanya dengan di sertai air mata? Padahal biasanya, meskipun ia menolak, laki laki itu selalu memaksa, bukan?


"Plis Yank, maafin aku hiks hiks hiks. Aku capek loh, aku kesepian, aku gak kuat lama lama jauh dari kamu. Cuma bisa denger suara kamu, lihat gambar kamu tapi gak bisa meluk kamu. Aku tersiksa, udah ya marah nya. Udah ya ngambek nya, sekarang beri aku kesempatan lagi plis aku mohon!" pinta Raka sampai mengantupkan kedua tangan nya memohon kepada Ryana.


...~To be continue... ...


...Di maafin gak nih?? ...

__ADS_1


__ADS_2