MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
TERTANGKAP BASAH


__ADS_3

"Kalian yakin mau pulang ke


apartemen? Gak kasihan sama


Kelvin? Fia kayaknya udah


ngantuk loh," ujar Sarah. Sarah


mengusap wajah Kelvin.


"Gak pa-pa Mi, malah kalau di sini


takut ganggu nanti," ucap Daren.


Daren mengendong Kelvin,


sementara Aurel membawa tas


Kelvin."Ya udah hati- hati ya.padahal gak pa-pa loh kalian disini. Mami


malah seneng kalau ada Kelvin, iya


kan Pi? " ucap Sarah meminta


persetujuan Wardana.


"Iya, rumnah jadi rame. Kalau


kalian pulang nanti sepi lagi, "


sambung Wardana.


"Kita janji kok, bakalan sering


main," ucap Daren.


Daren dan Aurel mencium tangan


Sarah, juga Wardana untuk pamit.


Karena mereka akan segera pergi


ari rumah Daren. Saat ini pukul sembilan malam. Dan Kelvin


nampak sudah mengantuk. Aurel


duduk, lalu memangku Kelvin.


Sementara Daren, ia bersiap untuk


menyetir mobilnya.


Daren melajukan mobil dengan


kecepatan sedang. Sedangkan


Kelvin sudah tertidur pulas. Aurel


mengusap kening Kelvin. Lalu


tersenyum. la benar-benar


merasakan jadi seorang Ibu


sekarang.


"Tuhkan senyum-senyum sendiri,kenapa lagi bayangin kelvin itu anak kita ya?" ucap Daren yang


melirik Aurel dari kaca spion


tengah.


"Kelvin imut, lucu, suka banget


liatnya," ucap Aurel.


"Nanti kalau kita punya anak,


kira-kira mirip siapa ya?" ujar


Daren sembari


membayangkannya.


"Yang jelas, jangan sampai sifat


jahil lo nurun ke anak kita," balas


Aurel."Kenapa gitu? Wajar dong anak sama Ayah mirip, " ucap Daren.


"Ngadepin lo satu aja gue pusing.


Apalagi dua yang kayak lo!" kata


Aurel. Daren tertawa mendengar


ucapan Aurel.


"Pelan-pelan Daren, jangan


ngebut-ngebut," ucap Aurel


mengingatkan.


"Iya sayang," jawab Daren masih


fokus menyetir.


Hingga akhirnya meraka sampai di


gedung apartemen. Daren turun dulu karena ia akan menggendong Kelvin. Lalu


kemudian Aurel turun. Aurel


membawa tas Kelvin.


Mereka berjalan menuju lift.


Langsung menuju unit apartemen


mereka. Terhitung sudah 3 hari


mereka meninggalkan apartemen.


Untung saja, kemarin Daren


menyuruh untuk membersihkan


apartemen. Jadi ketika pulang,


Aurel tidak perlu membersihkan


apartemen.


Ting... Pintu lift berbunyi, dan terbuka.


Mereka keluar dari lift dan


berjalan menuju unit apartemen.


Aurel membuka pintu, lalu Daren


masuk membawa Kelvin. Daren


langsung memindahkan Kelvin ke


kamar.


Sementara Aurel duduk di ruang


tengah hanya sekedar untuk


merehatkan tubuhnya. Daren


keluar, dan langsung duduk di


sebelah Aurel. Lelaki itu

__ADS_1


menyandarkan kepalanya di bahu Aurel."Lo berat tahu gak!" ucap Aurel.


"Masa iya? Bukannya cinta gue ke


lo yang berat? " ujar Daren malah


menggodai Aurel.


"Bisa aja lo," ucap Aurel. Aurel


memejamkan matanya sebentar.


Lalu tiba-tiba Daren merebahkan


tubuhnya dan menjadikan paha


Aurel sebagai bantalan.


Daren mengambil tangan Aurel,


untuk mengusap-usap kepala


Daren. Aurel mengerti maksud


Daren. la melihat Daren yang mulai memejamkan matanya.


Permpuan itu tersenyum, tidak


menyangka lelaki yanh sangat ia


benci sekarang telah menjadi


suaminya.


Aurel berinisiatif untuk mencium


kening Daren. Namun siapa


sangka, Daren malah menarik


Aurel untuk menciun bibirnya. Ini


pertama kalinya Aurel membuka


mata ketika ciuman dengan Daren.


Keduanya menikmatinya saling


mengungkapkan perasaan mereka.ciuman daren turun ke leher jenjang Aurel. Bulu kudung Aurel


mering. la baru merasakannya


sekarang.


"Om Daren...


Keduanya kaget, Aurel mengatur


nafasnya. Begitu juga dengan


Daren. Aurel merapihkan bajunya,


karena Daren sudah membuka


kancing baju atas.


"Kelvin, sayang, kok kamu


bangun?" ucap Daren panik. Apa


yang harus mereka lakukan


sekarang?"Kelvin inget Mama," ucapnya


begitu polos.


Daren dan Aurel saling melirik.


Bagaimana kalau Kelvin melihat


apa yang mereka lakukan barusan?


Om?" ucap Kelvin menyadarkan


lamunan mereka.


"Bisa kok, bisa," ucap Daren.


Daren masih panik ia mengambil


ponselnya. Dan langsung


menghubungi Sella. Daren


mengaktifkan vidio call. Lalu memberikan ponselnya kepada


Kelvin.


"Lo sih!" bisik Aurel menyalahkan


Daren.


"Lo yang mancing gue!" balas


Daren, ia tidak mau disalahkan.


"Kira-kira Kelvin liat gak ya?" ucap


Aurel malu sendiri. Perempuan itu


bangkit langsung masuk kedalamn


kamar. Karena jujur ia sudah malu


dengan Kelvin.*** Kelvin sudah tidur, setelah


mengobrol dengan Sella tadi. Aurel


sendiri belum bisa tidur karena


kepikiran sama kejadian tadi. Ila


bergerak melihat Daren yang juga


belum tidur. Mereka tidur bertiga.


Dengan Kelvin di tengah.


"Lo belum tidur?" ucap Daren


lirih. Aurel hanya mengangguk.


Daren menahan tawanya, Aurel


tahu apa yang sedang dibayangkan


oleh Daren.


"Semua gara-gara lo," kata Aurel.Daren tahu ini semua salahnya Lelaki itu bangkit, dan langsung


berjalan kearah Aurel.


"Lo mau ngapain sih?" ucap Aurel


sedikit berbisik.


"Geser sana. Gue gak bisa tidur


kalau gak meluk lo," ucap Daren.


Aurel menurut, ia bergeser sedikit.


Daren memeluk Aurel. "Gini kan


gue bisa tidur., "


Aurel diam, menahan nafasnya. la

__ADS_1


takut jika Kelvin bangun lagi. Dan


kejadian tadi terulang lagi."kenapa dih gelisah gitu? "Tanya Daren.


"Lo mau ngapain? Nanti kalau


Kelvin bangun ginmana?"


"Udah, gak mungkin bangun kok, "


jawab Daren. Daren membenarkan


rambut Aurel. Sembari tersenyum


menatap wajah cantik Aurel.


"Mau ngapain?" tanya Aurel.


"Enggak, gak ngapa-ngapain,"


jawab Daren. "Udah yuk tidur."


Aurel menurut, perempuan itu mulai menutup kedua matanya. Begitu juga dengan Daren***


Pagi hari, Daren membuka kedua


matanya ia melihat Aurel yang


masih tertidur pulas. Mungkin


karena kecapean. Ia semakin


mengeratkan pelukannya. Hal ini


membuat Aurel bangun. Aurel


mendongak menatap Daren.


"Selamat pagi," ucap Aurel sembari


tersenyum.


"Pagi sayang," ucap Daren. Daren mencium kening Aurel. "Morning kiss. "


Daren mencium bibir Aurel kali ini


lebih pelan karena mau


menikmatinya. Saat sedang


ciuman seperti ini.


Aurel merasakan ranjang mereka


bergerak. la ingat, ada Kelvin


disebelahnya secara reflek, ia


mendorong tubuh Daren.


Membuat lelaki itu jatuh ke


bawah. Aurel mendongak kearah


Kelvin. Tapi ternyata Kelvin masih


tidur."Sayang, kok di dorong sih?" ucap


Daren mengusap punggungnya


yang terasa sakit. Karena jatuh


dari ranjang.


Aurel turun dari ranjang mencoba


membantu Daren. "Maaf tadi


reflek gue kira Kelvin bangun."


Aurel membantu Daren. "Duh saki


banget ya?"


"Iya sayang sakit banget," ucap


Daren. Aurel mengusapP punggung


Daren."gue pijitin ya! "Ucap Aurel."Plus-plus kan pijitnya?" ucap


Daren. Aurel melebarkan matanya.


Plak..


la menepuk jidat Daren. "Otak lo


isinya apa sih?"


"Kan udah di bilang isinya lo yang


lagi lari-lari, " ucap Daren. "Gak


pake baju, tapi, " sambung Daren.


"Otak lo isinya nmesum!" ucap


Aurel reflek berteriak.


Aurel menutup mulunya. Karena Keceplosan ia melihat kelvin yang sudah bangun.


"Kelvin udah bangun sayang?"


ucap Aurel.


"Udah Tante, Kelvin pengen pipis,"


ucap Kelvin. Aurel membantu


Kelvin untuk turun dari rajang. la


juga mengikuti Kelvin dari


belakang-


"Udah?" tanya Aurel. Kelvin


mengangguk.


"Tante, mesum itu apa?" tanya


Kelvin tiba-tiba. Aurel kaget Dengan pertanyaan kelvin."Ke.... Kelvin tahu dari mana?"


tanya Aurel.


"Kan tadi Tante yang teriak


mesum," jawab Kelvin.


"Ah Kelvin salah dengar. Tadi tuh


Tante bilang museum, bukan


mesum," ucap Aurel menjelaskan.


"Kalau nmuseum itu apa?" tanya kelvin kepo.


"Kalau museum itu tempat untuk


menaruh karya, atau benda-benda


bersejarah," jelas Aurel. Kelvin mengangguk paham.


"Terus semalam Tante Aurel sama


Om Daren ngapain main


gigit-gigitan?"

__ADS_1


Seketika Aurel syok!


__ADS_2