
"Kalian yakin mau pulang ke
apartemen? Gak kasihan sama
Kelvin? Fia kayaknya udah
ngantuk loh," ujar Sarah. Sarah
mengusap wajah Kelvin.
"Gak pa-pa Mi, malah kalau di sini
takut ganggu nanti," ucap Daren.
Daren mengendong Kelvin,
sementara Aurel membawa tas
Kelvin."Ya udah hati- hati ya.padahal gak pa-pa loh kalian disini. Mami
malah seneng kalau ada Kelvin, iya
kan Pi? " ucap Sarah meminta
persetujuan Wardana.
"Iya, rumnah jadi rame. Kalau
kalian pulang nanti sepi lagi, "
sambung Wardana.
"Kita janji kok, bakalan sering
main," ucap Daren.
Daren dan Aurel mencium tangan
Sarah, juga Wardana untuk pamit.
Karena mereka akan segera pergi
ari rumah Daren. Saat ini pukul sembilan malam. Dan Kelvin
nampak sudah mengantuk. Aurel
duduk, lalu memangku Kelvin.
Sementara Daren, ia bersiap untuk
menyetir mobilnya.
Daren melajukan mobil dengan
kecepatan sedang. Sedangkan
Kelvin sudah tertidur pulas. Aurel
mengusap kening Kelvin. Lalu
tersenyum. la benar-benar
merasakan jadi seorang Ibu
sekarang.
"Tuhkan senyum-senyum sendiri,kenapa lagi bayangin kelvin itu anak kita ya?" ucap Daren yang
melirik Aurel dari kaca spion
tengah.
"Kelvin imut, lucu, suka banget
liatnya," ucap Aurel.
"Nanti kalau kita punya anak,
kira-kira mirip siapa ya?" ujar
Daren sembari
membayangkannya.
"Yang jelas, jangan sampai sifat
jahil lo nurun ke anak kita," balas
Aurel."Kenapa gitu? Wajar dong anak sama Ayah mirip, " ucap Daren.
"Ngadepin lo satu aja gue pusing.
Apalagi dua yang kayak lo!" kata
Aurel. Daren tertawa mendengar
ucapan Aurel.
"Pelan-pelan Daren, jangan
ngebut-ngebut," ucap Aurel
mengingatkan.
"Iya sayang," jawab Daren masih
fokus menyetir.
Hingga akhirnya meraka sampai di
gedung apartemen. Daren turun dulu karena ia akan menggendong Kelvin. Lalu
kemudian Aurel turun. Aurel
membawa tas Kelvin.
Mereka berjalan menuju lift.
Langsung menuju unit apartemen
mereka. Terhitung sudah 3 hari
mereka meninggalkan apartemen.
Untung saja, kemarin Daren
menyuruh untuk membersihkan
apartemen. Jadi ketika pulang,
Aurel tidak perlu membersihkan
apartemen.
Ting... Pintu lift berbunyi, dan terbuka.
Mereka keluar dari lift dan
berjalan menuju unit apartemen.
Aurel membuka pintu, lalu Daren
masuk membawa Kelvin. Daren
langsung memindahkan Kelvin ke
kamar.
Sementara Aurel duduk di ruang
tengah hanya sekedar untuk
merehatkan tubuhnya. Daren
keluar, dan langsung duduk di
sebelah Aurel. Lelaki itu
__ADS_1
menyandarkan kepalanya di bahu Aurel."Lo berat tahu gak!" ucap Aurel.
"Masa iya? Bukannya cinta gue ke
lo yang berat? " ujar Daren malah
menggodai Aurel.
"Bisa aja lo," ucap Aurel. Aurel
memejamkan matanya sebentar.
Lalu tiba-tiba Daren merebahkan
tubuhnya dan menjadikan paha
Aurel sebagai bantalan.
Daren mengambil tangan Aurel,
untuk mengusap-usap kepala
Daren. Aurel mengerti maksud
Daren. la melihat Daren yang mulai memejamkan matanya.
Permpuan itu tersenyum, tidak
menyangka lelaki yanh sangat ia
benci sekarang telah menjadi
suaminya.
Aurel berinisiatif untuk mencium
kening Daren. Namun siapa
sangka, Daren malah menarik
Aurel untuk menciun bibirnya. Ini
pertama kalinya Aurel membuka
mata ketika ciuman dengan Daren.
Keduanya menikmatinya saling
mengungkapkan perasaan mereka.ciuman daren turun ke leher jenjang Aurel. Bulu kudung Aurel
mering. la baru merasakannya
sekarang.
"Om Daren...
Keduanya kaget, Aurel mengatur
nafasnya. Begitu juga dengan
Daren. Aurel merapihkan bajunya,
karena Daren sudah membuka
kancing baju atas.
"Kelvin, sayang, kok kamu
bangun?" ucap Daren panik. Apa
yang harus mereka lakukan
sekarang?"Kelvin inget Mama," ucapnya
begitu polos.
Daren dan Aurel saling melirik.
Bagaimana kalau Kelvin melihat
apa yang mereka lakukan barusan?
Om?" ucap Kelvin menyadarkan
lamunan mereka.
"Bisa kok, bisa," ucap Daren.
Daren masih panik ia mengambil
ponselnya. Dan langsung
menghubungi Sella. Daren
mengaktifkan vidio call. Lalu memberikan ponselnya kepada
Kelvin.
"Lo sih!" bisik Aurel menyalahkan
Daren.
"Lo yang mancing gue!" balas
Daren, ia tidak mau disalahkan.
"Kira-kira Kelvin liat gak ya?" ucap
Aurel malu sendiri. Perempuan itu
bangkit langsung masuk kedalamn
kamar. Karena jujur ia sudah malu
dengan Kelvin.*** Kelvin sudah tidur, setelah
mengobrol dengan Sella tadi. Aurel
sendiri belum bisa tidur karena
kepikiran sama kejadian tadi. Ila
bergerak melihat Daren yang juga
belum tidur. Mereka tidur bertiga.
Dengan Kelvin di tengah.
"Lo belum tidur?" ucap Daren
lirih. Aurel hanya mengangguk.
Daren menahan tawanya, Aurel
tahu apa yang sedang dibayangkan
oleh Daren.
"Semua gara-gara lo," kata Aurel.Daren tahu ini semua salahnya Lelaki itu bangkit, dan langsung
berjalan kearah Aurel.
"Lo mau ngapain sih?" ucap Aurel
sedikit berbisik.
"Geser sana. Gue gak bisa tidur
kalau gak meluk lo," ucap Daren.
Aurel menurut, ia bergeser sedikit.
Daren memeluk Aurel. "Gini kan
gue bisa tidur., "
Aurel diam, menahan nafasnya. la
__ADS_1
takut jika Kelvin bangun lagi. Dan
kejadian tadi terulang lagi."kenapa dih gelisah gitu? "Tanya Daren.
"Lo mau ngapain? Nanti kalau
Kelvin bangun ginmana?"
"Udah, gak mungkin bangun kok, "
jawab Daren. Daren membenarkan
rambut Aurel. Sembari tersenyum
menatap wajah cantik Aurel.
"Mau ngapain?" tanya Aurel.
"Enggak, gak ngapa-ngapain,"
jawab Daren. "Udah yuk tidur."
Aurel menurut, perempuan itu mulai menutup kedua matanya. Begitu juga dengan Daren***
Pagi hari, Daren membuka kedua
matanya ia melihat Aurel yang
masih tertidur pulas. Mungkin
karena kecapean. Ia semakin
mengeratkan pelukannya. Hal ini
membuat Aurel bangun. Aurel
mendongak menatap Daren.
"Selamat pagi," ucap Aurel sembari
tersenyum.
"Pagi sayang," ucap Daren. Daren mencium kening Aurel. "Morning kiss. "
Daren mencium bibir Aurel kali ini
lebih pelan karena mau
menikmatinya. Saat sedang
ciuman seperti ini.
Aurel merasakan ranjang mereka
bergerak. la ingat, ada Kelvin
disebelahnya secara reflek, ia
mendorong tubuh Daren.
Membuat lelaki itu jatuh ke
bawah. Aurel mendongak kearah
Kelvin. Tapi ternyata Kelvin masih
tidur."Sayang, kok di dorong sih?" ucap
Daren mengusap punggungnya
yang terasa sakit. Karena jatuh
dari ranjang.
Aurel turun dari ranjang mencoba
membantu Daren. "Maaf tadi
reflek gue kira Kelvin bangun."
Aurel membantu Daren. "Duh saki
banget ya?"
"Iya sayang sakit banget," ucap
Daren. Aurel mengusapP punggung
Daren."gue pijitin ya! "Ucap Aurel."Plus-plus kan pijitnya?" ucap
Daren. Aurel melebarkan matanya.
Plak..
la menepuk jidat Daren. "Otak lo
isinya apa sih?"
"Kan udah di bilang isinya lo yang
lagi lari-lari, " ucap Daren. "Gak
pake baju, tapi, " sambung Daren.
"Otak lo isinya nmesum!" ucap
Aurel reflek berteriak.
Aurel menutup mulunya. Karena Keceplosan ia melihat kelvin yang sudah bangun.
"Kelvin udah bangun sayang?"
ucap Aurel.
"Udah Tante, Kelvin pengen pipis,"
ucap Kelvin. Aurel membantu
Kelvin untuk turun dari rajang. la
juga mengikuti Kelvin dari
belakang-
"Udah?" tanya Aurel. Kelvin
mengangguk.
"Tante, mesum itu apa?" tanya
Kelvin tiba-tiba. Aurel kaget Dengan pertanyaan kelvin."Ke.... Kelvin tahu dari mana?"
tanya Aurel.
"Kan tadi Tante yang teriak
mesum," jawab Kelvin.
"Ah Kelvin salah dengar. Tadi tuh
Tante bilang museum, bukan
mesum," ucap Aurel menjelaskan.
"Kalau nmuseum itu apa?" tanya kelvin kepo.
"Kalau museum itu tempat untuk
menaruh karya, atau benda-benda
bersejarah," jelas Aurel. Kelvin mengangguk paham.
"Terus semalam Tante Aurel sama
Om Daren ngapain main
gigit-gigitan?"
__ADS_1
Seketika Aurel syok!