MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
Bukan tempat seharusnya


__ADS_3

...'~Happy Reading~...


"Mama!" pekik seorang gadis muda dengan gaun berwarna putih selutut.


Rambut panjang lurus berwarna hitam sedikit coklat itu tergerai dengan bebas. Semakin indah saat terkena terpaan angin yang menemani suasana saat itu.


"Apa kamu suka disini?" tanya seorang wanita paruh baya namun masih terlihat muda itu tersenyum begitu hangat.


"Suka!" gadis itu menganggukkan kepala nya dengan cepat, "Mama bahagia disini?"


"Tentu saja Sayang." jawab wanita paruh baya itu semakin melebarkan senyuman nya, "Terlebih saat kini Mama sudah mendapatkan tugas baru dari putri Mama."


"Mereka sangat lucu dan menggemaskan. Ryana suka disini melihat mereka, tapi kenapa mereka tidak mau di dekati oleh Ryana?" gumam nya pelan dengan bibir yang cemberut kesal, hingga membuat wanita paruh baya di sebelah nya langsung terkekeh.


"Karena belum waktunya kamu disini dan bersama mereka, Sayang," tutur sang ibu dengan pelan, "Pulanglah Nak, Daddy dan Mommy mu sudah menunggu, terlebih suami kamu."

__ADS_1


"Mama, Ryana mau disini sama Mama," ujar gadis itu menatap ibu nya dengan tatapan sendu.


"Sayang, tempat kamu bukan disini," jawab sang ibu kini menangkup kedua pipi putri nya, "Jalan kamu masih panjang, dan mereka sudah menunggu kamu Nak."


"Tapi Ryana mau disini sama Mama dan mereka," ucap nya lirih sambil menatap kepada tiga anak yang sedang asik bermain dan berlari di sebuah taman bunga yang tak jauh dari tempat nya berada.


"Sayang... apa kamu tidak mempercayai mama?" tanya sang ibu dengan pelan, matanya menatap sayu pada putri yang ada di depan nya, "Mama memang sudah gagal menjaga anak anak Mama, menjadi ibu yang baik untuk anak anak Mama. Tapi Mama akan berusaha untuk menjaga cucu cucu Mama."


"Kembalilah Nak, banyak yang menunggu kamu. Teruslah hidup dengan bahagia dan biarkan mereka bersama Mama," imbuh sang ibu panjang lebar.


"Sayang! Ayo pulang!" suara laki laki yang begitu familiar di telinga Ryana, seketika membuat gadis itu mendongak dan mencari ke arah sumber suara.


"Pulang lah Nak. Biarkan anak anak kamu bersama Mama, mereka akan bahagia disini." Ryana langsung menoleh kembali ke arah sang ibu, melihat senyuman hangat di wajah ibu nya membuat hati Ryana semakin terasa dilema dan bimbang.


Hingga saat tiba tiba ia merasakan sebuah genggaman tangan mungil yang begitu halus di tangan nya membuat lamunan nya langsung tersadar.

__ADS_1


"Bunda.. " Berulang kali Ryana mengerjapkan mata nya, menatap haru pada tiga anak kecil yang tengah menggandeng tangan nya sambil tersenyum.


"Ayo Bunda... " ajak nya lalu ketiga nya kompak menggandeng tangan Ryana dan membawa nya ke sebuah arah.


Tanpa terasa, air mata Ryana menetes dengan begitu deras membasahi wajah nya. Ia menarik napas nya panjang, terlebih saat kini ia melihat adanya sosok laki laki yang sangat ia cintai tengah berdiri di sebuah ambang pintu, yang membuat nya enggan untuk melangkah.


"Ayah sudah menunggu Bunda," ucap salah satu dari tiga anak kecil tadi.


"Bunda mau disini, bersama kalian!" ujar Ryana pelan, kini wanita itu sudah duduk berjongkok di antara ketiga anak nya.


Mendengar kata kata dari Ryana, sontak ketiga nya langsung menggelengkan kepala dengan cepat, "Kami ingin bersama Grand ma, Bunda harus pergi sama Ayah."


Dan setelah mengatakan itu, ketiga nya kompak mendorong tubuh Ryana hingga membuat nya merasa seperti terjungkal ke belakang dan kehilangan arah.


...~To be continue... ...

__ADS_1


__ADS_2