
...~Happy Reading~...
Hari berganti hari, kini mbok Si sudah meninggalkan rumah baru Raka dan kembali ke rumah papa Kenzo.
Ryana semakin merasa kesepian karena sudah tidak memiliki teman untuk berbicara. Karena biasanya hanya mbok Si yang menemani nya, sejak di rumah mertua nya, Ryana memang sudah dekat dengan mbok Si.
Dan kini, dirinya merasa sangat bosan. Ia berencana untuk pergi ke kantor menyusul Raka saja, daripada di rumah sendirian.
Ya, sendirian, karena setelah pekerjaan nya selesai, maka Winda akan masuk ke dalam kamar dan mengurung diri di sana. Ryana berfikir bahwa Winda masih butuh waktu untuk menggalau. Biar bagaimana pun gadis itu masih mengalami patah hati yang begitu dalam karena batal menikah.
Tok .. Tok .. Tok ...
“Win ... “ panggil Ryana mengetuk pintu kamar Winda.
Gadis itu tak langsung membuka, namun Ryana mendengar suara cekikikan dari arah dalam kamar Winda. Membuat Ryana sedikit lega karena ternyata Winda tidak sehancur itu, pikir nya.
__ADS_1
“Winda,.. “ panggil Ryana lagi dan selang beberapa detik, Winda sudah membuka pintu kamar nya.
“Iya Non, maaf lama,” ucap Winda menundukkan kepala nya.
“Gapapa kok, hemm itu saya mau pergi. Titip rumah ya, jangan kemana mana,” tutur Ryana lembut.
“Non Ryana mau kemana?” tanya Winda penasaran sekaligus takut.
Bagaimana tidak, jika Ryana pergi dan terjadi sesuatu maka pasti dirinya yang akan di salahkan. Bukan hanya oleh Raka, namun juga oleh ibu nya dan majikan ibu nya yang tak lain adalah orang tua kandung Raka.
“Hati hati Non,” ujar Winda khawatir dan ikut mengantarkan Ryana untuk keluar rumah, memastikan bahwa Ryana benar benar naik mobil taksi online, “Pak jagain majikan saya bener bener ya. Harus sampai tujuan dengan aman dan selamat, atau nyawa bapak taruhan nya!” imbuh Winda kepada supir taksi.
“Jalan Pak,” ujar Ryana menggelengkan kepala nya melihat sikap Winda yang terlalu berlebihan menurut nya.
Tak perlu waktu lama, karena jalanan yang cukup senggang, kahirnya Ryana sudah tiba di kantor mertuanya. Rana segera turun dan masuk ke dalam. Hampir semua karyawan di sana tahu bahwa Ryana adalah menantu papa Kenzo, jadilah dirinya bisa langsung masuk ke dalam.
__ADS_1
“Sayang!” panggil Raka yang ternyata sudah menunggu nya di sebuah sofa yang ada di ruang tunggu tak jauh dari pintu masuk.
“Kok disini? Kamu magang sebagai scurity?” tanya Ryana mengerutkan dahi nya saat melihat Raka yang terlihat santai berada di lobi.
“Enak aja!” saut Raka dengan cepat, ia langsung memeluk istri nya dan mengecup kening nya dengan begitu sayang.
Ryana sudah terbiasa dengan perlakuan Raka yang seperti itu. Meskipun sedikit risi dan malu karena saat ini dirinya pasti menjadi bahan tontonan para karyawan, namun bagaimana lagi.
“Aku tuh disini sengaja lagi nungguin kamu,” imbuh Raka menghela napas nya berat, “Kenapa mau kesini gak bilang dulu sih. Kalau gitu aku bisa jemput kamu tadi. Kalau sampai ada apa apa sama kamu di jalan, aku gak akan bisa maafin diri aku sendiri,” imbuh Raka yang kini mengusap perut besar Ryana.
Ya, memang Ryana datang ke kantor tidak mengatakan apapun kepada Raka. Tujuan nya, ingin membuatkan surprise, namun ternyata gagal karena Raka sudah mengetahui kedatangan nya sebelum dirinya sempat mengejutkan nya.
“Tunggu, tapi darimana kamu tahu aku mau dateng?’ tanya Ryana saat baru tersadar.
...To be continue . .......
__ADS_1