
...~Happy Reading~...
Pagi harinya, Raka membuka mata dan ia begitu terkejut saat melihat pemandangan yang ia lihat. Suasana ruang kamar yang bernuansa serba putih, dan beberapa alat kesehatan yang terletak di sebelah nya.
Rumah sakit,
Ya, dini hari tadi, saat Ryana berteriak, semua keluarga segera bangun dan berkumpul. Semua khawatir dan takut jika terjadi sesuatu dengan Ryana atau kandungan nya.
Namun, hal yang tak terduga, yang membuat Ryana berteriak adalah Raka yang sudah tergeletak tak berdaya di depan wastafel. Dan pelaku utama adalah semangkuk mie instan dengan toping cabai rawit merah, (Korban konten)
"Papa... " gumam Raka pelan saat melihat sang ayah lah yang berada di samping nya.
"Ckckckck! Raka, Raka. Papa gak habis pikir sama kamu, bisa bisa nya masuk rumah sakit hanya karena begini!" celetuk papa Kenzo berdecak sambil menggelengkan kepala nya.
"Ryana mana Pa?" tanya Raka berusaha bangun.
"Di rumah lah!" sahut papa Kenzo membuat wajah Raka seketika langsung berubah menjadi sendu, "Kenapa?"
"Kok Ryana gak nungguin Raka sih," keluh laki laki itu menundukkan wajah nya, "Apakah Raka gak ada harapan lagi untuk bisa kembali sama dia ya Pa? Bahkan saat Raka kaya gini aja dia gak perduli."
__ADS_1
"Huss jangan ngaco kamu!" saut papa Kenzo cepat.
"Ngaco gimana sih Pa, Raka bener kan?" tanya Raka hendak menangis.
Cklek!
Mendengar suara pintu yang terbuka, membuat Raka dengan cepat langsung mengalihkan pandangan nya ke arah pintu.
"Sayang!" pekik nya tersenyum lebar.
Wajah yang tadinya begitu sendu dan sayu, dan kini saat melihat kedatangan Ryana langsung berubah menjadi sumringah.
"Kenapa?" tanya Ryana mengerutkan dahi nya.
"Papaaa!" pekik Raka menatap papa nya dengan kesal dan marah.
Bisa bisa nya, sang papa malah mempermalukan anaknya sendiri di depan mantu. Sungguh, Raka tak habis pikir dengan apa yang di katakan oleh papa kandung nya sendiri.
"Apa?" tanya papa Kenzo dengan wajah tanpa dosa.
__ADS_1
"Apa sih ini, kenapa malah jadi ribut berdua!" sura mama Naura seketika membuat perdebatan antar ayah dan anak itu terhenti, "Sayang, sini duduk!" imbuh mama Naura mengajak Ryana untuk duduk di sofa.
"Maa! Kok di sana sih, Raka nya kan disini!" rengek Raka berdecak, rasanya ia tidak rela jika harus di jauhkan dari Ryana. Walaupun jarak antara brankar ke sofa hanya beberapa meter saja.
"Disini lebih luas dan nyaman di banding kan sana!" balas mama Naura dengan santai.
'Punya papa sama mama kenapa sama aja begini sih. Gak ada yang pro ke anak kandung, heran!" cetus Raka dalam hatinya mendengus kesal.
Sementara itu, Ryana yang melihat wajah suami nya di tekuk bak cucian setahun yang tidak di setrika. Sangat kusut dan tak terbentuk, akhirnya memutuskan untuk beranjak dan berjalan menghampiri brankar Raka.
"Nah, istri Raka memang paling pengertian. Terimakasih Sayang," ujar Raka kembali berbunga, dan langsung menggenggam tangan istri nya, "Udah, Papa sana aja temenin Mama di sofa. Biarkan Raka di temani sama Ryana," imbuh Raka mengusir ayah nya sendiri.
"Ckckck! Kalau bukan karena mama kamu pergi tadi, Papa juga males nunggu kamu!" balas papa Kenzo tak kalah rusuh dari putra nya.
"Kamu ini apaan sih Ken! Hobi banget godain anak sendiri. Udah tahu anak lagi sakit, malah di giniin!" saut mama Naura langsung menggebuk bahu suami nya.
"Nah omelin aja Ma, omelin. Papa emang rusuh, patut kena omel dari Mama!" ucap Raka mendukung perbuatan mama nya.
"Kamu juga lebih rusuh Ka!" saut Ryana dengan raut wajah datar nya menatap Raka.
__ADS_1
"Kamu jangan kaya mama ya Sayang, jangan omelin aku juga. Omelin aja papa mertua kamu gapapa kok aku ikhlas!" ucap Raka menyengir yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari tiga orang di dalam ruangan itu.
...~To be continue... ...