
Te-terima kasih lo udah nolongin gue.’’katanya dengan suara yang terdengar gemetar dan juga masih menahan malunnya.
’’kenapa lo bisa ada disana sendirian,kemana teman teman yang lain?.’’tanya orang yang tengah fokus menyetir disampingnya seorang gadis.
Namun nana hanya diam sambil menundukkan kepalanya karena masih shok dengan kejadian yang baru saja ia alami.
Ya gadis itu adalah nana.
Tak mendapat respon dari nana,pandu mencoba melihat kearah sahabat dari istri temannya itu.
Nana masih terlihat ketakutan dengan kejadian tadi.
Tak banyak bertanya lagi,mata Pandu kembali fokus kedepan untuk menyetir mobil.
Villa
‘’tapi lo tidak disakitikan oleh ketiga preman itu?.”pertanyaan itu dilontarkan oleh viona setelah pandu menceritakan kejadian yang dialami oleh nana ketika mereka berdua sudah sampai divilla.
nana menggelengkan kepalanya
‘’untung saja pandu tepat waktu nolongan lo,kalau nggak,gue nggak tau apa yang akan terjadi ama lo na.’’timpal dira yang juga sudah duduk disamping nana.
‘’ini lo minum dulu.’’viona menyodorkan segelas susu coklat hangat untuk nana.
shinta yang tadinya disuruh oleh viona untuk mengambilkan kotak obat,kembali dan memberikan kotak obat tersebut pada dira.
Dira lalu membersihkan luka yang ada dilutut nana,selesai membersihkan luka nana,viona meminta dira untuk membawa nana untuk langsung beristrirahat kedalam kamar.
‘’makasi ndu,lo udah nolongin nana,kalau nggak kita nggak tau apa yang akan terjadi sama dia.’’ujar viona
‘’iya sama sama vi,ucap pandu sambil tersenyum dan itu membuat kevin yang memperhatikannya merasa cemberu dibuatnya.
Flash off
Nana memberanikan diri keluar dari mobilnya untuk mencari bantuan.
Dengan pencahayaan lampu jalanan yang kurang jelas,nana menyusuri jalan yang terlihat sepi itu.
‘’aku harus cari bantuan,gue yakin pasti ada orang yang bisa nolongin gue.’’nana berpikir sambil terus berjalan dengan ditemani oleh dinginnya malam dipuncak yang memang terkenal dengan udaranya yang sangat dingin itu.dinginnya sangatlah menusuk kedalam tulang ,tapi untungnya nana menggunakan jaket yang sangat tebal,tapi tak urung membuatnya untuk mengusap usap kedua tangannya untuk menghasilkan kehangatan ditelapak tangannya.
Beberapa menit kemudian,sudah jauh nana berjalan ia melihat seberkas cahaya yang berasal dari sebuah gubuk yang terletak ditepi jalan itu.seketika sebuah guratan senyuman terpancar dibibir manis nana,ia sedikit lega ada kemungkinan untuknya seseorang bisa membantunya.
‘’aku yakin pasti ada orang disana.’’nana melangkahkan kakinya kearah gubuk itu.
__ADS_1
Sampai didepan gubuk,tampa ragu nana mengetuk pintu tersebut,beberapa saat tidak ada ada respon sama sekali,karena nana tidak mengeluarkan suaranya,melainkan hanya mengetuk pintu gubuk itu.
“apa benar tidak ada orang disini,tapi lampu gubuk ini terlihat menyala.”pikir nana dengan alis yang terlihat bertautan.
Nana menarik narik handle pintu tersebut,namun pintu itu tidak bisa dibuka.
”terkunci?,ternyata tidak ada orang disini.”wajah nana terlihat cemberut,karena harapannya pupus untuk meminta pertolongan.
Nana berhenti untuk mengedor ngedor pintu gubuk dan berbalik ingin pergi dari tempat itu.
Namun belum sempat ia pergi dari sana,tiba tiba saja pintu gubuk itu terbuka,hal itu membuat nana kembali berbalik dan melihat seorang pemuda berdiri diambang pintu tengah memperhatikannya.
senyuman nana mengembang seketika melihat seseorang keluar dari gubuk itu.
Ternyata gubuk itu memang ada penghuninya.
“cewek?,aku kira tadi polisi,syukurlah.”pikirnya lega, pemuda yang tengah diam memperhatikan nana.nana sedikit risih dengan tatapan pemuda itu.
“maaf kang.”panggilan nana membuat lamunan pemuda itu menjadi buyar.
“oh iya.”ucap pemuda itu dengan masih menatap nana dengan tatapan yang tidak biasa.
“maaf mengganggu malam malam kang ,ban mobil saya pecah berada agak jauh dari sini,saya ingin meminta pertolongan,apakah ada bengkel disekitar sini?.”tanya nana mulai takut akan tatapan pemuda itu.
“kenapa orang ini menatap aku seperti itu,perasaanku jadi tidak enak,sepertinya aku salah datang kesini.”batin nana dengan perasaan takut.
Nana mencoba tenang sambil meremas remas kedua tangannya.
“kang?.”panggil nana sekali lagi
“oh,iya neng,maaf.
“tadi neng menanyakan bengkel?tanya pemuda itu
Nana mengangguk
“iya.”
“maaf neng,kalau bengkel memang agak jauh dari sini.ucap pemuda itu dengan senyuman yang tdak dapat diartikan.
“gitu ya kang.”ucap nana lagi.
Pemuda itu mengangguk.
__ADS_1
”Neng pasti dari kota ya?tanya pemuda itu lagi
“iya kang saya dari kota,oh ya kalau begitu apakah akang tau alamat villa ini?nana menyodorkan kertas yang berisikan alamat dari villa kevin.
Seketika pemuda itu mengrinyitkan dahinya,kala melihat alamat yang diberikan oleh nana.
“ini bukannya alamat villa tempat ayah shinta bekerja?.”batin pemuda itu.
‘’villa ini,pemuda itu tertawa. saya tau kok neng,tapi villanya masih jauh dari sini .ucap pemuda itu lagi.
‘’begitu ya kang.’’ucap nana merasa tidak percaya dengan perkataan pemuda itu.
‘’karena hari sudah semakin larut,lebih baik neng menginap saja di sini.’’tawar pemuda itu pada nana,saya yakin sudah tidak ada lagi bengkel yang buka jam seginir .
‘’ti-dak usah kang,saya lanjut jalan kaki saja.’’tolak nana dengan nada ketakutan,namun masih mencoba untuk tersenyum.
Saya perminsi.’’ucap nana mencoba menetralisir ketakutannya,dan ingin cepat cepat pergi dari sana.
‘’siapa syid /terdengar suara seorang pemuda dari dalam dan mengahampiri pemuda yang tengah bersama nana.
Pemuda yang tengah bersama nana memutar kepalanya kearah belakang.
‘’ada cewek nih,’’ucap pemuda 2 yang tengah mengahampiri pemuda 1 dan melihat nana didepannya.
“siapa ni cewek,gila cantik banget,sepertinya bukan orang sini ,boleh juga.’’bisik pemuda 2 pada pemuda 1 namun matanya tetap tertuju pada nana dengan tatapan genit.
‘’sepertinya mereka bukan orang baik,gue harus segera kabur dari sini.’’ucap nana dalam hati,jantungnya sudah berdetak dengan kencang.
‘’ayo masuk dulu neng.’’ajak pemuda 2.
Nana menggelengkan kepalanya
Ti-dak perlu,saya harus pergi,perminsi.’’nana buru buru pergi dari gubuk itu,ia sangat takut sekali,ia semakin mempercepat langkah kakinya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.