MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
Winda


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Di sebuah ruangan yang tidak besar namun juga tidak kecil. Seorang laki laki tengah menatap datar pada seorang gadis yang sedang duduk bersimpu di lantai dengan keadaan tangan dan kaki yang terikat.


“Hiks hiks hiks, maafkan saya. Saya janji tidak akan mengulangi nya lagi hiks hiks, tolong lepaskan saya.


“Apakah dengan melepaskan mu, itu bisa mengembalikan keadaan?” tanya nya dengan sinis, “Apakah ketiga cucu ku bisa kembali? Apakah aku bisa menggendong nya dan bermain dengan nya, hah! Jawab!” bentak Kenzo marah dan langsung menendang kursi di depan nya hingga mengenai kepala gadis itu.


Tangan laki laki itu terkepal dengan begitu kuat. Ia memejamkan mata nya sebentar lalu menarik napas yang sangat panjang. Air matanya kembali mengalir saat mengingat lagi bagaimana sosok ketiga bayi tak bersalah yang di bunuh oleh anak dari pembantu nya sendiri tersebut.


Hatinya begitu sakit, dan terasa sangat sesak. Bayi bayi mungil tanpa dosa, yang tidak di berikan kesempatan untuk hidup.

__ADS_1


Seharusnya, saat ini ia sudah bisa menggendong bayi bayi itu. Bermain dengan bahagianya bersama ketiga cucu nya, namun karena kesalahan seseorang, ia harus kehilangan tiga cucu sekaligus. Bahkan kini, ia juga kehilangan menantu nya.


“Hiks hiks, tapi saya mencintai mas Raka hiks hiks. Saya bisa memberikan yang lebih dari wanita itu, saya—arrrrkkkhh!”


“Masih berani menyebut nama anak ku!” pekik Kenzo semakin murka, bahkan ia sampai bangkit dari tempat duduk nya dan langsung menjambak rambut gadis bernama Winda itu.


“Apa kau pikir aku sudi memiliki cucu dari perempuan iblis seperti mu?” tanya Kenzo pelan namun begitu penuh penekanan, “Sepertinya kau tidak ada jera nya, walau aku sudah menyiksa mu seperti ini.”


“Apa kau tahu, seharusnya kejahatan nyawa harus di bayar dengan nyawa. Dan tiga nyawa yang kau bunuh, apakah cukup hanya dengan satu nyawa mu?” ucap Kenzo, ia kembali mendudukkan dirinya di kursi seraya mengangkat satu kaki, dan satu lagi untuk ia jadikan tumpuan.


“Kau punya rekomendasi untuk membayar hutang nyawa mu pada ketiga cucu ku?” tanya Kenzo kini mulai memantik api untuk menyalakan rokok di tangan nya, “Kau yang pertama, sudah pasti. Yang kedua ibu mu? Lalu siapa yang ketiga? Adik mu atau kakak mu?”

__ADS_1


“jangan! Jangan sakiti adik ku hiiks hiks, jangan lukai dia.” Pinta Winda memohon.


“Lantas kau akan mengorbankan siapa? Ingat Winda, hutang itu di bawa mati, saat kau belum melunasi hutang mu pada ketiga cucu ku, maka kau akan di serbu di akherat nanti,” ucap Kenzo dengan begitu sinis.


Sebenarnya, Kenzo sendiri merasa perkataan nya tidak masuk akal, akan tetapi ia tidak memperdulikan nya. Ia begitu puas sangat melihat wajah Winda yang semakin ketakutan seperti itu.


Dan sebenarnya juga ia tidak tega berbuat se kasar ini pada anak gadis, apalagi dia adalah orang yang ia kenal. Namun, rasa sakit akan ingatan nya pada ketiga cucu nya mendorong Kenzo untuk melakukan semuanya.


Kenzo masih belum menerima dan ikhlas atas kematian tiga cucu nya. Selain itu, ia juga sedih saat harus melihat rumah tangga anak nya nyaris berakhir, dengan kini mereka harus LDR. Bahkan sampai menantu nya juga melupakan suami nya sendiri.


‘Aku tidak akan membunuh mu wahai rubah kecil. Tapi aku akan membuat mu menjemput ajal mu sendiri.’ Gumam Kenzo pelan dengan senyuman smirk di wajah nya, lalu ia pergi meninggal Winda yang terus meraung dan berteriak untuk di bebaskan.

__ADS_1


...~To be continue ......


__ADS_2