
...~Happy Reading~...
Mungkin, inilah yang di namakan keajaiban. Setelah di nyatakan meninggal dunia beberapa menit yang lalu, kini nyatanya detak jantung Ryana kembali terdeteksi.
Dokter mengatakan bahwa Ryana kembali hidup, akan tetapi keadaan nya masih belum stabil.
Akibat pendarahan dan luka tusukan di beberapa bagian tubuh Ryana, ia kehilangan banyak darah hingga mengakibatkan nyawanya nyaris hilang.
Namun, kini Takdir berkata lain. Tuhan sudah mengembalikan Ryana kepada keluarga nya, walaupun kecil kemungkinan untuk kembali sadar, akan tetapi semua keluarga bersyukur karena masih memiliki harapan.
'Sekalipun Om bilang hanya satu persen, kemungkinan Ryana hidup. Tapi aku akan tetap berdoa dan berterimakasih kepada Tuhan yang sudah memberikan ku kesempatan!' kata Raka saat mendengar penjelasan dari om Kiano.
Setelah memastikan keadaan istrinya baik baik saja walau koma. Kini, Raka beserta keluarga nya pergi menuju pemakaman untuk mengurus baby triple agar segera di istirahatkan.
__ADS_1
Berat, rasanya masih terasa begitu sesak. Sambil menggendong seorang bayi mungil yang hanya memiliki berat kurang dari satu koma lima kilo gram tersebut. Raka, Papa Kenzo dan daddy Adnan turun dari mobil dan mulai melangkahkan kaki memasuki area pemakaman yang sudah di siapkan.
'Jangan biarkan air matamu mengenai anak anak mu. Seberat apapun yang kamu rasakan saat ini, percayalah bahwa ini adalah Takdir terbaik yang di siapkan oleh Tuhan untuk kalian.' tutur papa Kenzo yang berusaha untuk menguatkan putra nya, walau sebenarnya dirinya juga ikut merasakan sakit saat harus mengantarkan cucu pertama nya ke tempat peristirahatan terakhir.
"Biar Raka yang turun," ucap Raka menahan mertua nya saat hendak turun ke liang lahat.
Adnan hanya menganggukkan kepala nya. Ia memang marah kepada Raka, akan tetapi ia juga tidak bisa menyalahkan Raka sepenuhnya.
Ya, tentu saja para orang tua juga. Agar ke depan nya, mereka bisa berfikir panjang lagi sebelum bertindak.
Di satu sisi, Adnan merasa bersyukur karena memiliki istri yang selalu bisa menenangkan nya. Namun, di sisi lain ia juga sangat menyayangkan nasib yang menimpa putri nya.
Dalam waktu yang bersamaan, ia harus kehilangan tiga bayi sekaligus. Tidak hanya itu, putri nya juga mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari pembantu rumah tangga nya sendiri.
__ADS_1
Sungguh, jika mengingat hal itu, membuat Adnan sangat ingin menghajar atau memusnahkan orang itu dengan tangan nya sendiri.
Akan tetapi, Kenzo juga sudah menjamin dan memastikan bahwa ia akan memberikan hukuman yang setimpal untuk pembantu tersebut. Bahkan, Kenzo sendiri yang akan turun tangan untuk membasmi nya jika sampai Polisi tidak bisa di ajak bekerja sama.
Adnan tahu, bahwa Kenzo bukanlah orang sembarangan. Berbeda dengan dirinya yang hanya memiliki kekuasaan di dunia pekerjaan. Kenzo memiliki akses tersendiri untuk dunia kelam, yakni dunia gelap yang tidak sembarangan orang bisa memasuki itu.
Dari situlah Adnan percaya dan yakin, jika Kenzo pasti bisa menangani dan membalas akan nasib ketiga cucu mereka yang tidak di berikan kesempatan untuk bertemu orang tua dan keluarga besar nya.
'Mereka adalah cucu pertama kita. Dan aku akan menuntut keadilan untuk mereka dengan tangan ku sendiri. Percayalah, Ryana juga anak ku! Meskipun hanya menantu ku, tapi aku sudah sangat menyayangi nya. Dia sama seperti Raka dan juga Kara!' ucap Kenzo saat meyakinkan Adnan untuk mengurus masalah Winda, dan langsung di setujui oleh Adnan.
Dan untuk masalah Raka, Adnan sudah pasrah. Ia akan menyerahkan semua kepada Ryana kelak saat sadar.
...~To be continue... ...
__ADS_1