
...~Happy Reading~...
“Sayang, apa kamu yakin akan pergi dengan Ryan?” tanya mom Nasya pelan, wanita itu melepaskan pelukan nya dan kembali menatap wajah putri nya.
“Ryan janji akan melindungi dan menjaga Ryana dengan baik, Mom.” Saut laki laki remaja yang berdiri di sebelah Ryana.
“Iya Mom, Ryana mau pergi untuk belajar bukan berperang,” celetuk Ryana terkekeh, “Jadi Mommy gak usah khawatir,” imbuh nya dan kini ia kembali memeluk ibu nya dengan begitu erat.
“Mommy akan kangen banget sama kamu Sayang,” ujar mom Nasya sedih.
“Nanti kita bisa menyusul mereka sayang,” ucap dady Adnan sambil mengusap bahu sang istri.
“Nah, benar apa kata daddy. Nanti Mommy ke sana kita liburan bareng deh,” pekik nya begitu bersemangat.
“Auwhhh!”
“Sayang, kamu kenapa?” tanya mommy Nasya dan daddy Adnan bersamaan saat tiba tiba Ryana meringis dan kembali memegang perut nya.
__ADS_1
“Gapapa kok Mom, ini kayaknya luka bekas operasi usus buntu kemarin agak ketarik gara gara Ryana loncat tadi hihihi,” jawab Ryana tersenyum lebar.
Nasya dan Adnan hanya bisa menghela napas nya pelan, sebenarnya hati nya begitu sakit saat harus membohongi anak nya seperti itu. Namun, akan tetapi mereka juga tidak memiliki pilihan lain kecuali ikut bersandiwara dengan kebohongan yang di buat oleh Ryan.
Dan mungkin itu lebih baik untuk sementara waktu, sampai saat nya nanti Ryana menyadari bahwa luka di perutnya bukan karena usus buntu, melainkan operasi Caesar.
“Baiklah, kalau begitu kami berangkat dulu ya Mom, Dad,” pamit Ryan dan Ryana, keduanya bergantian untuk menyalami orang tua nya.
Namun, saat keduanya hendak pergi, tiba tiba saja sebuah suara menghentikan langkah keduanya, membuat Raka, Ryana serta kedua orang tuanya langsung menoleh dan melihat siapa yang datang.
“Na,” ucap Raka dengan napas terengah.
“Ngapain lo kesini?” tanya Ryana mengerutkan dahi nya, terlihat sangat jelas akan raut wajah tidak kesukaan nya kepada sosok laki laki di depan nya, “Oh mau nganterin cewek lo ya, atau lo mau liburan bareng cewek lo? Mana dia?” tanya nya lagi seraya menatap ke arah sekitar.
“Na!” Ryan menggelengkan kepala nya, saat menatap saudara kembar nya.
Grepp!
__ADS_1
“Raka sialan! Lepasin gue woy!” pekik Ryana terkejut saat dengan tiba tiba Raka justru malah memeluk nya dengan begitu erat.
“Sebentar aja Na, sebentar aja,” gumam Raka begitu lirih, seketika membuat Ryana terdiam.
“Lo kesambet apaan sih Ka? Gimana nanti kalau cewek lo tahu, gue gak mau ya nanti kalau—“
“Gue gak punya cewek!” ucap Raka langsung memotong perkataan Ryana dengan cepat, lalu ia melepaskan pelukan dan kembali menatap wajah istri tercinta nya.
“Aku tahu, mungkin Tuhan sudah mentakdirkan kita untuk berjalan seperti ini. Walaupun sedikit berat, tapi aku akan berusaha merelakan kamu. Pergilah, tapi lekas lah kembali, jangan terlalu lama menghukum ku, karena aku tidak akan sanggup jauh dari kamu.” Imbuh Raka dan kini laki laki itu sampai meneteskan air mata nya, hingga membuat Ryana semakin terdiam mematung dengan berjuta pikiran nya yang melayang.
“Jaga kesehatan, jaga hati dan ingatlah untuk segera kembali pulang,” Raka mengusap pipi Ryana dengan begitu lembut.
Entah mengapa, Ryana juga tidak menolak di perlakukan seperti itu. Ryana menerima dan membiarkan apapun yang di lakukan oleh Raka, walaupun ia sebenarnya tidak mengerti sama sekali dengan apa yang di katakan oleh laki laki yang sering ia juluki dengan kadal buntung tersebut.
“Je t'aime et je t'attendrai toujours jusqu'à ce que tu revienne,” ucap Raka sedikit berbisik di telinga Ryana, membuat gadis itu langsung mengerjapkan mata nya berulang kali.
...~To be continue .......
__ADS_1