MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
Maaf


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Aaarrrkkkkhhhh!!!!


Brakkk!


Raka langsung menghajar dinding di depan nya dengan penuh emosi dan kemarahan. Air matanya sejak tadi sudah tak kuasa untuk ia bendung lagi Tangis nya pecah, hatinya hancur dan harapan nya sirna.


Hanya sebuah kata 'maaf' yang di ucapkan oleh Dokter, akhirnya mampu membuat pertahanan seorang Raka runtuh seketika.


"Raka, ada apa? Bagaimana keadaan Ryana?" tanya mama Naura yang baru saja datang bersama papa Kenzo, keduanya langsung menghampiri kedua anak nya dengan perasaan yang sulit untuk di artikan.


"Maaa hiks hiks hiks." Raka langsung memeluk mama Naura dan menumpahkan segala tangisan nya di sana.


"Sayang, coba katakan sama Mama. Ada apa? Ryana baik baik saja kan?" tanya mama Naura lagi dengan sangat hati hati.


Raka menggelengkan kepala nya dengan begitu pelan, kepala nya menunduk, tangan nya terkepal kuat hingga membuat kuku kuku tangan nya memutih.

__ADS_1


"Astaghfirullah, k—kenapa?" tanya mama Naura begitu syok.


"K—kandungan Ryana tidak bisa di selamatkan Ma, saat sampai disini mereka udah gak ada. Dan sekarang, Ryana masih kritis," ungkap Kara mencoba menjelaskan karena saudara kembar nya terlihat begitu hancur hingga tidak bisa menjelaskan apapun.


"Raka gagal Ma, Raka gagal hiks hiks. Raka bukan suami yang baik, Raka gak bisa jadi ayah yang baik hiks hiks." Laki laki remaja itu terus memukul mukul dada nya sendiri sambil sesekali ia juga memukul kepala nya.


Rasa bersalah nya begitu besar, rasa sakit kehilangan nya jauh lebih besar lagi. Ia tidak menyangka jika harus kehilangan tiga anak sekaligus.


Andai saja dirinya mendengarkan Ryana sejak awal, mendengarkan bahwa kedatangan Winda memang tidak baik untuk hubungan mereka. Seharusnya, Raka langsung mengantarkan Winda ke rumah mama nya, bukan malah menunggu hingga mama nya pulang dari luar kota.


Dan akibat dari menunggu nya itu, kini ia kehilangan anak anak nya.


Ya, tentu saja mama Naura ikut merasa bersalah. Karena secara tidak langsung dirinya yang membawakan bom atom di rumah tangga anak nya.


Niat Naura mendatangkan Winda, karena mereka seumuran. Naura berharap Winda dan Ryana bisa dekat dan akrab. Jadi Ryana tidak akan kesepian lagi di rumah saat di tinggal oleh Raka bekerja.


Mama Naura bisa berfikir begitu karena ia juga sama seperti Raka, sudah cukup lama mengenal sosok Winda. Tapi, mama Naura tidak menyangka jika ternyata gadis kecil yang dulu sempat ia anggap anak itu, kini sudah berubah menjadi gadis psycho yang bisa menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkan laki laki yang di cintai nya.

__ADS_1


Cklek!


Raka langsung melepaskan pelukan mama nya, ia beralih menatap ke arah pintu yang baru saja di buka. Dimana ternyata dokter Farah dan Kiano yang keluar dari sana.


"Om, bagaimana istri nya Raka? Gapapa kan? Hiks hiks Ryana baik baik saja kan?" tanya Raka langsung bangkit walau akhirnya jatuh tepat di depan om Kiano.


Kiano dan dokter Farah langsung menghela napas nya dengan sedikit berat, rasanya begitu sulit untuk mengatakan kondisi Ryana yang sedang tidak baik baik saja.


"Kiano... " tegur papa Kenzo ikut menghampiri.


"Maafkan kami Kak, tapi kami sudah berusaha—"


"Apa maksud Om!" pekik Raka langsung menatap tajam pada sosok Om nya, "Ryana baik baik saja kan? Jangan meminta maaf lagi! Om sudah mengambil anak anak Raka, jangan lagi om ambil istri nya Raka!" jerit nya dengan di sertai air mata.


"Raka... " gumam om Kiano pelan seraya menundukkan kepala nya.


"Raka gak suka permintaan maaf kaya gini Ma! Raka gak suka!" pekik Raka, lalu ia segera mendorong kedua dokter di depan nya itu dengan cukup keras dan segera menerobos masuk begitu saja untuk melihat istri nya.

__ADS_1


...~To be continue......


__ADS_2