
...~Happy Reading~...
Jam istirahat, Ryana masih setia berada di dalam kelas nya bersama dengan Rosa. Ia beruntung karena bisa mendapatkan teman sebangku yang baik dan mau membantu nya. Jadilah, Ryana tidak terlalu sendiri lagi.
Terlebih, hari ini tidak seperti biasanya. Raka yang biasanya sudah menunggu di depan ruang kelas nya saat menjelang istirahat, kini entah mengapa sudah hampir dua puluh menit istirahat berlalu namun laki laki itu belum juga menampakkan batang hidung nya.
"Na, kamu yakin gak mau makan ke kantin?" tanya Rosa, "Atau kamu mau apa biar aku beliin?"
"Gak Ros, aku masih kenyang. Kamu duluan aja," jawab Ryana tersenyum, lalu ia kembali mengerjakan beberapa tugas yang hampir selesai.
Rosa pun menganggukkan kepala nya lalu segera bergegas pergi sebelum jam istirahat habis. Sementara itu, Ryana yang ingin menyelesaikan tugas nya, tiba tiba merasa ingin pergi ke toilet. Ia segera membereskan buku nya, lalu pergi menuju toilet.
Dirinya bisa berjalan, ia sehat dan kandungan nya sangat baik. Hanya saja, suami nya yang over lebay itu selalu melarang nya ini itu, sehingga dirinya terlihat seperti orang lumpuh yang tak bisa melakukan apapun.
Ryana berjalan sendirian sambil sesekali melihat ke arah ponsel nya, berharap mendapatkan pesan dari suaminya. Namun, ternyata sampai dirinya tiba di toilet ia tidak mendapatkan pesan apapun dari Raka.
__ADS_1
Menarik napas nya dengan berat, Ryana hendak membuka pintu toilet, namun tiba tiba telinga nya mendengar suara yang sangat familiar di telinga nya.
Ryana mengurungkan niat nya untuk masuk toilet. Ia mengikuti sumber suara yang ternyata berada tak jauh dari tempat nya berdiri.
Deg!
Seketika, sebuah senyuman getir hinggap menghiasi wajah Ryana. Dimana saat ia melihat suaminya tengah bersama dengan gadis lain.
Entah sudah berapa kali, Ryana memergoki Raka bersama dengan gadis lain. Bohong bila Ryana tidak cemburu, ia tidak marah dan tidak kecewa. Nyatanya, jauh di dalam lubuk hatinya, ia sangat ingin menghampiri dan menghajar suami kadal nya.
Sampai jam pelajaran sudah usai, Ryana masih juga belum di hampiri oleh Raka. Ia memutuskan untuk menghampiri kakak nya, namun lagi lagi kakak nya justru malah akan pergi bersama teman nya.
"Memang nya Raka kemana?" tanya Ryan mengerutkan dahi saat melihat adik kembar nya yang terlihat kurang bersemangat.
"Entah!" jawab Ryana acuh, "Ya udah lah, kalau emang kamu gak mau pulang juga. Aku bisa pulang sendiri!" imbuh Ryana sedikit menghentakkan kaki ke lantai lalu pergi.
__ADS_1
"Na!" Ryan terus memanggil Ryana, namun wanita itu tidak menggubris. Hingga tiba tiba saat Ryana hendak menaiki taksi, sebuah suara yang cukup keras berhasil mengejutkan nya.
Brakkk!
"Bintang!" jerit beberapa orang yang langsung menghampiri lokasi kejadian. Sedangkan Ryana, masih diam mematung dengan berjuta rasa keterkejutan nya.
Dirinya syok, bahkan sampai tubuh nya bergetar hebat. Kaki nya terasa begitu lemas, dan jantung nya berdetak dengan sangat cepat.
Begitupun dengan Ryan yang juga langsung berlari ke arah lokasi. Bahkan, ia juga melihat suami nya sendiri yang entah datang dari mana tiba tiba langsung berlari untuk memasuki kerumunan tersebut.
'Enak ya, jadi elo Bin. Banyak yang sayang sama lo, bahkan suami dan kakak gue sendiri, jauh lebih perduli sama lo daripada gue!' gumam Ryana dalam hati seraya mencengkram erat tali tas nya.
Katakanlah ia iri dan cemburu. Karena memang itulah kenyataan nya. Ryana tahu bahwa Bintang sudah memiliki kekasih, yang lebih dari satu orang. Ya, Ryana tahu bahwa Bintang menjalin hubungan dengan kakak nya, namun ia juga tahu bahwa Bintang juga menjalin hubungan dengan adik kelas nya, Angkasa.
Karena tak hanya sekali dua kali Ryana tanpa sengaja melihat keduanya berciuman mesra di taman bunga. Maka dari itu, Ryana tidak menyukai Bintang, terlebih saat ia tahu bahwa suami nya juga lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadis itu. Membuat rasa benci Ryana semakin bertambah.
__ADS_1
...~To be continue... ...