MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
Minta maaf


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Eughhh!


Ryana mulai menggeliat kan badan nya. Ia merasa sedikit pegal karena posisi kepala yang di dekap oleh seseorang terlalu lama.


"Raka.. " gumam nya pelan saat sudah membuka mata dan menemukan suaminya masih berada di dalam kamar nya.


Ia berfikir, bahwa Raka akan segera pergi saat dirinya tertidur. Namun, ternyata ia salah, justru Raka malah ikut tidur dengan nya sambil memeluk kepala Ryana dan tangan yang setia melingkar di perut Ryana.


Ryana menoleh ke arah jam di atas meja nya, kini ternyata hari sudah sangat larut. Jam sudah menunjuk pada angka satu dini hari.


"Bagaimana dengan Bintang?" pekik Ryana sedikit terkejut pelan, hingga membuat sang suami yang masih terlelap itu akhirnya bangun.


"Kok udah bangun, emang udah pagi ya?" tanya Raka dengan mengucek mata nya.


"Kenapa kamu malah tidur disini? Bagaimana dengan Kara? Diaβ€”"

__ADS_1


"Dia udah pulang dari sore tadi!" jawab Raka dengan cepat memotong pertanyaan Ryana.


"Kamu anterin dia pulang, terus balik lagi kesini?" tanya Ryana mengerutkan dahinya.


"Dia di anterin sama mantan nya. Katanya mau nostalgia berdua!" jawab Raka seraya mengangkat kedua bahu nya cuek.


"Mantan?" untuk sesaat otak Ryana masih blank. Karena baru bangun tidur ia sampai melupakan bahwa Bintang atau Kara adalah mantan kekasih dari saudara kembar nya, Ryan.


Yang mana berarti, seharusnya Kara menjadi saudara ipar nya jika menikah dengan Ryan. Namun, kini gadis itu tetap menjadi ipar nya meskipun tidak jadi menikah dengan Ryan. Karena gadis itu adalah saudara kembar suami nya sendiri.


Inikah yang di namakan takdir? Meskipun Ryana tidak menikah dengan Raka, dirinya dan Kara akan tetap menjadi seorang ipar. Haruskah dirinya masih cemburu? Tidak! Ryana semakin merutuki dirinya dan merasa sangat bersalah saat dirinya masih saja belum bisa menerima semua keadaan nya.


Dan membayangkan hal itu, sudah mampu membuat dada Ryana kembali sesak.


Ryana menarik napas nya dengan cukup panjang. Ia berusaha untuk menetralkan degup jantung nya. Berusaha untuk meluruskan pikiran nya agar tidak terlalu lama berfikir negatif thinking.


Hingga setelah beberapa saat, tiba tiba lamunan nya ambyar saat mendengar suara aneh yang begitu lirih.

__ADS_1


"Kamu lapar?" tanya Raka dan Ryana bersamaan, ketika mendengar suara cacing berdemo entah di perut siapa.


"Kalau aku sih iya?" jawab Raka dengan menyengir kuda, "Makan yuk!"


Entah mengapa, melihat wajah suami nya yang selalu berusaha tersenyum dan mencairkan suasana, membuat hati Ryana semakin terharu dan tersentuh.


"Hiks hiks hiks!" Sontak Raka langsung terkejut saat melihat istrinya malah menangis.


Raka hanya menawarkan makanan bukan racun, lantas mengapa nangis? batin Raka tidak berani berucap, karena takut salah kaprah again.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Raka langsung memeluk Ryana, "Gak jadi laper deh aku nya. Mau tidur lagi, yuk tidur aja gapapa." imbuh nya mengajak Ryana untuk kembali merebahkan bada, namun Ryana menggelengkan kepala nya.


"Maafin aku, hiks hiks. Aku bingung, dan aku gak tau harus bagaimana hiks hiks. Maafin aku, maafin aku hiks hiks." gumam Ryana terisak, yang membuat Raka semakin di landa kebingungan.


Raka menarik napas nya panjang, laku ia hembuskan perlahan, "Sssttt jangan nangis lagi, plis. Hati aku sakit banget, lihat kamu nangis begini."


"Raka, apa kamu mencintai ku?" tanya Ryana menghentikan tangisan nya, ia menatap lekat wajah suami nya dengan begitu dalam dan intens.

__ADS_1


...~To be continue... ...


__ADS_2