
...~Happy Reading~...
"Sayang... maafin aku... Aku banyak salah sama kamu, maafin aku," gumam Raka terisak sambil menggenggam tangan istri nya.
Saat ini, Raka tengah berada di dalam ruang perawatan Ryana. Sejak sore tadi Raka dengan setia menunggu Ryana di dalam ruangan nya. Sedangkan kedua orang tua Ryana harus pulang dan akan kembali lagi pagi hari.
"Kamu boleh marahin aku, boleh maki maki aku atau bahkan bales pukul aku gapapa. Bila perlu bunuh aku juga gapapa kalau kamu tega. Tapi tolong, bangun lah, dan jangan benci aku hiks hiks. Aku sayang banget sama kamu Na, aku bener bener khilaf dan minta maaf. Plis Na, bangun. Aku janji akan menuruti semua kemauan kamu nanti."
"Kamu mau minta apa, pasti aku beri Na. Plis bangun," imbuh Raka tak henti henti nya mencium tangan Ryana hingga tak berapa lama matanya terpejam dan ikut tertidur dengan posisi duduk dan bersandar di brankar Ryana.
...ππππ...
Pagi harinya, Ryana sudah sadar saat kedatangan dokter untuk mengecek kondisi nya. Ia melihat bagaimana suaminya yang masih tertidur di samping dengan keadaan duduk dan Menelengkupkan kepala di sebelah tangan nya.
Tak bisa di pungkiri, jauh di dalam lubuk hatinya, ia merasa kasihan kepada Raka. Namun, saat bayangan akan pertengkaran nya tempo hari, seketika membuat air mata Ryana kembali mengalir deras.
__ADS_1
"Selamat pagi, Ryana," sapa tante Farah dengan tersenyum lembut.
"Pagi Tante," balas Ryana berusaha tersenyum walau sedikit paksa.
"Bagaimana? Apakah masih sakit?" tanya tante Farah lagi, seraya mengusap perut Ryana yang nampak sudah sedikit terlihat buncit karena berisi tiga janin sekaligus. Terlebih posisi Ryana dalam keadaan tidur terlentang, membuat perut nya semakin terlihat.
"Tidak Tante," jawab Ryana pelan, lalu matanya melirik kembali ke arah Raka yang merasa sedikit bergerak gelisah.
"Apakah kamu terganggu?" tanya tante Farah saat mengikuti arah mata Ryana yang menatap ke arah Raka, "Biar tante bangunkan, agarβ"
Setelah beberapa saat, tante Farah sudah selesai mengecek kondisi Ryana. Ia segera pamit dan pergi keluar. Dan tak berapa lama dari kepergian tante Farah, Raka pun terbangun dari tidur nya dan melihat bahwa istrinya sudah sadar.
"Syukurlah kamu sudah bangun," ucap Raka dengan tersenyum sumringah, "Sayang, kamu butuh apa? bilang sama aku, mau minum? makan atau apa? Mulai sekarang, aku janji gak akan ninggalin kamu lagi. Aku akan selalu ada saat kamu butuh,. Dan apapun yang kamu mau, aku janji akan menuruti nya," imbuh Raka kembali menggenggam tangan Ryana lalu mengecup nya.
"Apapun yang ku mau?" tanya Ryana pelan dengan raut ekspresi wajah datar nya.
__ADS_1
"Tentu, apapun itu. Aku benar benar menyesal sudah nyakitin kamu. Dan aku akan berusaha untuk memperbaiki nya, aku janji," ungkap Raka menganggukkan kepala dan sesekali masih mengecupi punggung tangan Ryana.
"Aku mau kamu pergi dari sini!" ucap Ryana dengan cepat, "Tinggalin aku, lepaskan aku!"
Deg!
Seketika itu juga, Raka langsung diam dan mematung. Wajah sumringah nya seketika berganti dengan raut wajah tegang dan sedih.
Dirinya memang akan memberikan apa yang di mau oleh Ryana. Namun tidak dengan kepergian nya. Bagaimana bisa ia pergi, mana sanggup ia meninggalkan Ryana.
"Kamu boleh minta apapun, bahkan nyawa ku sekalipun. Tapi kamu tidak boleh meminta ku agar meninggalkan mu." balas Raka dengan cepat menggelengkan kepala nya.
"Tapi aku butuh waktu untuk sendiri! Plis, aku mohon pulang lah. Pergilah dan jangan temui aku untuk sementara waktu!" ucap Ryana lagi, lalu ia segera mengubah posisi menjadi miring dan memunggungi Raka.
...~To be continue... ...
__ADS_1