
...~Happy Reading~...
"Raka, jawab dulu. Kamu tahu darimana? Sedangkan aku belum menghubungi kamu sama sekali loh, apalagi bilang kalau aku akan kesini? Kamu tahu darimana?" tanya Ryana untuk yang ke sekian kali nya terus mendesak kepada sang suami.
"Sayang, kamu lupa kalau suami mu ini punya indera ke enam?" jawab Raka bercanda sambil menaik turunkan alis nya menatap Ryana.
"Basi Ka!" cetus Ryana semakin di buat kesal karena tidak mendapatkan jawaban.
"Udah dong, jangan marah marah terus." ucap Raka pelan, laki laki itu segera mendudukkan istri nya di pangkuan nya, lalu membelai pelan perut besar yang berisi tiga janin tersebut.
"Kalau kamu marah, pasti mereka ikut marah. Nanti kamu di tendang lagi gimana? Kan mereka sayang sama Ayah nya, ya kan Sayang?" tanya Raka kepada tiga bayi nya.
Dug!
"Auwhh!" pekik Ryana langsung memejamkan mata nya erat saat dengan tiba tiba karena terkejut mendapatkan tendangan cinta dari sang buah hati.
"Nah kan, hihihihi!" imbuh Raka terkikik, "Sayang nya Ayah. Kalian jangan gitu lagi ya, kasihan bunda. Nanti nangis loh!"
Dug!
Bug!
"Loh kok malah aku yang di pukul hahaha!" Raka tertawa saat merasakan tendangan kembali dari perut istri nya, namun saat itu juga ia mendapatkan sebuah pukulan dari istrinya.
"Tau ah, kesel aku lama lama sama kamu!" cetus Ryana mendengus.
__ADS_1
Ia menarik napas nya dengan cukup panjang, berusaha untuk berfikir positif agar hatinya tidak menjadi semakin sesak. Namun, akan tetapi rasanya sangat sulit. Nyatanya ia tidak bisa karena terus terpikirkan darimana Raka tahu keberadaan nya.
"Oh iya, kayaknya untuk beberapa hari ke depan. Aku akan cukup sibuk deh," ujar Raka, laki laki itu meletakkan kepala nya di bahu sang istri sambil tangan nya terus mengusap perut besar istri nya.
"Sesibuk apa? Gak sampai luar kota kan?" tanya Ryana ikut meletakkan tangan nya di atas tangan Raka.
"Enggak! Aku masih disini, tapi nanti akan sering lembur. Karena kantor sedang ada proyek baru, dan Papa nyerahin ke aku." jawab Raka membuat Ryana langsung menganggukkan kepala nya tanda mengerti, "Lumayan buat biaya anak anak nanti."
Meskipun Raka dan Ryana bukan berasal dari keluarga miskin. Keluarga mereka kaya dan mampu untuk menghidupi kedua nya.
Akan tetapi, Raka masih tetap mau berusaha berjuang sendiri. Ia tidak mau menerima bantuan apapun dari keluarga nya mau pun Ryana soal masalah ekonomi.
Sejak awal menikah, memang Raka sudah memberikan nafkah kepada Ryana dengan uang pribadi.
Dan kini, tabungan nya sudah hampir menipis lantaran ia membeli rumah baru. Maka dari itu ia menerima lemburan dari papa nya, agar bisa menambah biaya untuk persalinan nanti.
Justru terkadang Ryana merasa kasihan, karena Raka harus bekerja extra sampai lembur hanya untuk membiayai persalinan nya nanti.
"Maafin aku ya, gak bisa bantu kamu," ujar Ryana dengan pelan sambil menundukkan kepala nya.
"Sayang, jangan meminta maaf. Ini memang sudah kewajiban aku, dan tugas kamu adalah mencintai ku, cup!"
"Modus kamu Ka!" saut Ryana dengan cepat menahan tawa satu laki laki itu mengecup leher nya, "Hahaha geli ah, jangan ninggalin jejak Ka, malu kalau nanti ketemu Papa!" seru Ryana berusaha menjauhkan diri saat Raka semakin kuat menyesap leher jenjang nya.
"Yank... " panggil Raka pelan saat sudah menyudahi aksi nya.
__ADS_1
"Aku mau pulang aja lah!" kata Ryana menahan tawa nya.
"Sayang... " rengek Raka persis seperti anak kecil, membuat Ryana semakin tergelak saat merasakan adanya sesuatu yang tidak beres.
"Sebentar aja ya?" bisik Raka,
Ryana langsung menggelengkan kepala nya dengan cepat, "Gak mau! Nanti malem aja di rumah!"
"Mana bisa nunggu sampai malam. Kamu udah ngerasain nih."
"Hahaha, emang dasar itu kamu aja yang baperan! Raka ih geli!" pekik Ryana tertawa saat tangan suami nya sudah mulai merambah dan menjelajah ke beberapa tempat.
"Kamu sih mancing mancing aku," sungut Raka sedikit cemberut.
"Bukan aku yahh mancing, emang itu kamu aja yang baperan! Mulut kamu juga ngapain pakai nyipok segala!"
"Yankk, ayo!" rengek Raka dan terus berusaha memancing istrinya hingga membuat Ryana mau tak mau, harus menerima nya.
...~To be continue.. ...
Mommy : Kalian mau apa woy! π―
Raka : Sayang! Tutup pintu nya. Biar gak ada yang ngintip!
Ryana : Mommy jangan kepo ya. Aku mau nidurin anaconda dulu!
__ADS_1
Brakk!