MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
Penyesalan


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Setelah menempuh perjalanan kurang dari satu jam. Kini, Raka dan dua sahabat nya sudah tiba di rumah sakit keluarga Nolan, dimana sang istri masih berada di ruangan ICU untuk mendapatkan penanganan intensif.


"Daddy," panggil Raka saat tiba di depan ruangan Ryana dan melihat ayah mertua nya yang sedang berbicara dengan om Kiano.


"Daddy akan pulang sekarang!" ucap daddy Adnan dengan raut wajah datar nya, ia segera menyudahi obrolan nya dengan om Kiano dan bergegas pergi.


Meskipun ia memaafkan Raka dan mengikhlaskan semua yang sudah terjadi. Namun, jauh di dalam lubuk hati nya ia masih merasa begitu berat dan sulit untuk berdamai dengan keadaan.


Sementara itu, Raka yang merasa bersalah ia hanya bisa pasrah dan menerima perlakuan dingin dari ayah mertua nya.


Setidaknya, ia tidak di usir dan di larang untuk menemui Ryana. Itu sudah cukup bagi Raka saat ini.


"Masuklah, keadaan nya sudah semakin membaik." ucap om Kiano menepuk bahu keponakan nya, "Banyak banyak berdoa. Semoga Ryana segera sadar," imbuh om Kiano, lalu ia segera pamit untuk pergi dan mengecek pasien lain.

__ADS_1


"Kalian pulang lah. Thanks!" ucap Raka melirik sekilas pada dua sahabat nya, lalu ia juga segera masuk ke dalam ruangan Ryana dan meninggalkan Farhan serta Gilang di depan ruangan itu.


Cklek!


Langkah kaki Raka langsung terhenti saat melihat tubuh istrinya tengah terbaring lemah tak berdaya dengan begitu banyak alat medis yang terpasang di tubuh nya.


Air mata nya kembali mengalir tanpa permisi, membuat nya harus menarik napas panjang karena lagi lagi dada nya terasa begitu sesak.


"Sayang... " gumam Raka menahan isak tangis nya, ia menggenggam tangan Ryana dengan begitu lembut. Mengecup nya pelan, lalu kembali terisak.


"Kamu boleh menghukum ku, memukul ku, atau bahkan membunuh ku juga tidak apa. Asal kamu bisa sehat lagi seperti dulu. Asal kamu tidak mau memaafkan ku, tapi tolong jangan tinggalkan aku hiks hiks."


"Begitu banyak kesalahan yang aku buat, begitu banyak kata maaf yang sudah kamu berikan. Dan begitu banyak juga air mata ini luruh karena penyesalan. Aku tahu itu, aku sudah berusaha hiks hiks."


"Aku sudah berusaha sebisa ku, untuk memperbaiki semua. Aku berusaha semampu ku untuk bisa membahagiakan kamu, tapi kenapa justru rasa sakit yang ku berikan hiks hiks. Maafkan aku Sayang, maafkan aku."

__ADS_1


Raka terus meraung dan terisak sambil menggenggam tangan Ryana. Tanpa ia sadari, bahwa tubuh Ryana mulai merespon setiap kata yang ia ucapkan.


Tes!


Setetes air mata ikut menetes membasahi ujung mata Ryana hingga mengalir ke telinga. Tanda bahwa wanita itu mendengar dan ikut merasakan apa yang di katakan okeh Raka. Hanya saja, untuk membuka mata, rasanya masih begitu sulit.


"Aku mohon, bangunlah. Hukum aku, pukul aku dan marahi aku. Aku gapapa Yank, asal aku bisa denger suara kamu lagi. Aku bisa lihat senyuman dan tawa kamu lagi."


Raka menghentikan tangisan nya, lagi dan lagi dirinya merasakan adanya sebuah gerakan di tangan Ryana yang sedang ia genggam.


Ia segera mendongak dan menatap wajah istrinya yang masih terpejam, lalu matanya kembali menatap pada jari tangan Ryana yang ada di genggaman tangan nya.


"Sβ€”Sayang, kamu... "


...~To be continue... ...

__ADS_1


...Dikit lagi tamat ya πŸ€­πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ...


__ADS_2