MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
Lembaran baru


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Hari demi hari berlalu, kini kesehatan Ryana sudah semakin membaik. Dan Ryana pun sudah di perbolehkan pulang sejak beberapa hari yang lalu. Kini, gadis itu sudah mulai menjalani hari hari nya seperti biasa.


Walau sedikit berat dan merasa aneh, namun Ryana menjalani hidup nya dengan cukup baik. Semua orang pun juga sudah sepakat untuk menyembunyikan pernikahan Raka dan Ryana.


Berpura-pura seolah memang tidak pernah ada pernikahan atau kehamilan. Begitupun dengan dua sahabat Ryana, Grace dan Audi. Mereka dengan senantiasa selalu datang ke rumah untuk menghibur Ryana.


"Na, ada film baru loh. Lo gak mau nonton?" tanya Grace saat melihat Ryana sejak tadi fokus dengan ponsel nya.


"Lagi males nonton gue," jawab Ryana tanpa mengalihkan pandangannya, "Oh ya, sebenernya gue koma nya berapa lama sih? Kok perasaan lama banget, masa tiba tiba kita udah masuk kuliah aja?" tanya Ryana mengerutkan dari nya.


"Lo emang gak lama koma. Tapi otak lo ada yang geser sedikit Na, jadi lo gak bisa inget sama kejadian sebelum ini." jawab Audi menghela napas nya berat.


"Dan juga, lo itu udah pindah ke sekolah Ryan!" sambung Grace yang membuat dahi Ryana semakin berkerut heran.


"Ngapain gue pindah ke tempat Ryan?" tanya Ryana membuat kedua sahabatnya langsung diam dan saling pandang satu sama lain.

__ADS_1


Drrtt... Drrtt...


Pandangan Ryana langsung kembali teralihkan kepada ponsel yang ada di genggaman nya. Ia melihat sebuah nama yang tertera di layar ponsel itu dengan perasaan semakin bingung.


^^^Kesayangan💞^^^


^^^'Tidak apa kamu melupakan ku, asal aku masih bisa melihat mu. Aku rasa aku sudah cukup bahagia dan bersyukur. Maaf, jika selama ini aku belum bisa membahagiakanmu, maaf jika selama ini aku selalu memberikan mu luka. Sayang, tidak apa jika kamu akan pergi bersama Ryan. InsyaAllah aku rela dan mengizinkan mu untuk pergi. ^^^


Deg!


Kesayangan? Siapa dia? Batin Ryana berusaha mengingat. Bukan ingat, justru kini ia merasakan sakit luar biasa yang langsung menyerang kepala nya.


"Aaarkkkk!" pekik nya dan langsung menjambak rambut nya sendiri.


"Astaga, Na, lo kenapa?" tanya Grace dan Audi bersamaan dengan khawatir.


Kedua nya langsung menghambur ke arah Ryana, berusaha untuk menenangkan sahabatnya.

__ADS_1


Sementara itu, di luar ruangan. Mom Nasya yang hendak mengantarkan minuman langsung terkejut saat mendengar suara teriakan putri nya.


Mom Nasya semakin mempercepat langkah nya dan meletakkan nampan itu di atas meja.


"Sayang, kamu kenapa? Mana yang sakit, kita ke rumah sakit lagi ya?* tanya mom Nasya dengan begitu khawatir, ia segera memeluk putri nya dan berusaha untuk melepaskan remasan tangan Ryana pada rambut nya.


"Hiks hiks Mom, sakitt! Kepala Ryana sakit sekaki!" rintih Ryana terisak di pelukan sang ibu.


"Sssttt tenang ya Sayang. Rileks, tarik napas dan keluarkan perlahan. Apa yang berusaha kamu ingat?" tanya mom Nasya lembut, "Bukankah dokter sudah mengatakan, agar kamu lebih hati hati. Jangan terlalu memaksakan diri, Sayang."


Untuk sesaat, mom Nasya menarik napas nya dengan cukup dalam, "Biarkan semuanya mengalir seperti air. Jangan memaksakan diri, Mommy gak mau kamu seperti ini lagi Sayang. Plis, jangan buat Mommy khawatir," ujar mom Nasya sampai menitikkan air mata nya.


"Ryana—"


"Mommy mohon, lupakan semua kejadian yang sudah berlalu. Sekarang Ryana fokus dengan kesembuhan Ryana. Ryana kuliah dan bisa menggapai cita cita Ryana. Jangan lagi mengungkit atau mengingat hal yang akan melukai kamu. Mommy mohon, melangkah lah ke depan dengan lembaran baru, jangan buat diri kamu sakit lagi dengan mengingat masa lalu," tutur mom Nasya menangkup kedua pipi Ryana dan menatap mata nya dengan begitu dalam.


...~To be continue... ...

__ADS_1


__ADS_2