MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
Yang terbaik


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Mungkin ini yang terbaik!" ucap daddy Adnan tiba tiba membuka suara, "Ryana tidak mengingat kejadian beberapa waktu terakhir. Dia tidak mengingat bahwa dia sudah menikah, hamil dan punya anak."


"Setidaknya, dia tidak akan merasa hancur saat menyadari bahwa ketiga bayi nya meninggal karena pembunuhan itu. Jadi Raka, tolong berikan Ryana waktu!" imbuh daddy Adnan kini langsung menatap pada menantu nya.


"Tapi Dad,β€”"


"Tidak ada tapi. Daddy rasa inilah yang terbaik! Mulai sekarang, kamu harus bisa membiasakan diri, berjauhan dari Ryana. Daddy akan membawa nya pulang ke rumah!" ucap daddy Adnan memotong protesan Raka.


"Papa setuju dengan itu, Ka." sambung papa Kenzo ikut mengeluarkan suara, "Ada baiknya Ryana mengalami amnesia. Dia bisa lupa untuk sementara waktu tentang apa yang dia alami. Setidaknya, biarkan dia fokus untuk penyembuhan luka nya terlebih dulu Sebelum akhirnya dia akan berperang mental!" imbuh papa Kenzo membuat Raka langsung terdiam.


"Bagaimana kalau Ryana ikut Ryan ke luar negeri?" tanya Ryan ikut mengeluarkan suara nya.


"Enggak!" tolak Raka dengan cepat, "Raka gak mau jauh dari istri Raka. Oke kalau Daddy mau bawa Ryana pulang. Raka tidak keberatan, setidaknya Raka masih bisa melihat Ryana. Tapi kalau Ryan bawa Ryana ke luar negeri, Raka gak mau! Raka gak akan bisa!" laki laki remaja itu kembali menggelengkan kepala nya dengan mata berkaca kaca.

__ADS_1


...🍁🍁🍁...


Setelah perdebatan panjang antar dua keluarga besar. Kini, Ryan kembali memasuki ruangan Ryana, dimana adik kembar nya itu terus mencari keberadaan dirinya sejak tadi.


"Yan, gue kenapa sih? Daddy sama Mommy gak mau jawab pertanyaan gue dari tadi. Bingung jadi nya kan, mana sakit banget lagi perut gue shhht?" ringis Ryana setiap kali melalukan pergerakan pasti akan merasakan perih dan ngilu di perut bagian bawah nya.


"Emmt itu, kamu abis operasi, makanya jangan banyak tingkah!" jawab Ryan sedikit kikuk.


"Operasi apaan? Emang gue punya penyakit ya? Sejak kapan? Perasaan gue sehat deh," kata Ryana sedikit bingung, ia menatap saudara kembar nya dengan begitu intens seolah menuntut penjelasan.


"Makanya kamu itu harus hati hati. Jadi cewek terlalu bar bar sih!" imbuh Ryan seolah berdecak kesal.


"Ah, begitu. Pantes aja ini lengan aku juga di perban." keluh Ryana kembali meringis, "Sumpah sakit banget. Badan gue ancur banget kayaknya," imbuh nya kembali memejamkan mata untuk menikmati setiap rasa sakit yang ia rasakan.


Sementara itu, Raka sejak tadi hanya bisa mengintip dari balik kaca pintu ruangan Ryana. Ia sangat ingin masuk dan memeluk istrinya, namun apa boleh buat, jika istrinya melarang dirinya untuk masuk.

__ADS_1


Ryana tidak mau bertemu dengan nya. Karena Ryana mengalami Amnesia, dimana beberapa kejadian dan kenangan selama satu tahun terakhir ini hilang dari memori nya.


Ingatan terakhir Ryana adalah, saat dimana mereka masih bersekolah. Dimana ia dan Raka masih bermusuhan, dan dimana Raka masih menjadi seorang playboy.


Keduanya masih sering bertengkar dan saling meledek satu sama lain. Mencari masalah dan tidak pernah akur, maka dari itu Ryana kembali berbicara menggunakan kata lo-gue lagi kepada Raka.


Karena bagi Ryana, ia masih bermusuhan dengan Raka. Tanpa ia sadari bahwa laki laki itu sudah menjadi suami nya.


"Aku kangen sama kamu Yank, hiks hiks." gumam Raka pelan sambil terisak di depan pintu.


"Gak enak kan mau otw LDR sama istri? Makanya, hargai dia selagi ada, karena saat dia sudah tidak ada, kamu akan tersiksa!" sindir om Kiano saat melihat keponakan nya menangis terisak sambil memeluk pintu.


"Om bisa langsung pergi aja gak? Kalau lewat, ya udah lewat aja gak usah pakai nyindir segala!" saur Raka sewot dan kesal, namun justru membuat Kiano terkekeh.


...~To be continue......

__ADS_1


__ADS_2