
...Happy Reading~...
Setelah puas memberikan pelajaran kepada anak dari pembantu nya, Kenzo pun segera bergegas untuk pulang. Tentu saja, setelah ia menegaskan kepada beberapa penjaga yang sudah ia tugaskan untuk menunggu Winda, agar wanita itu tidak kabur.
“Kamu darimana?” tanya Naura langsung memberikan pertanyaan ketika melihat suaminya yang baru saja turun dari mobil.
“Kenapa? Kangen ya?” kata Kenzo yang malah balik bertanya dan langsung merangkul bahu istri nya.
“Ckckckc, inget umur kamu, Ken!” Naura langsung menghela napas nya dengan berat, “Itu anak kamu urusin! Dari pagi dia gak mau makan, bahkan keluar kamar aja gak mau!”
“Kara masih disini?” tanya Kenzo sambil berjalan menaiki tangga untuk menuju kamar anak sulung nya.
“Masih, tapi kayaknya sebentar lagi pulang,” jawab Naura yang hanya mendapatkan anggukan kepala saja dari Kenzo.
Tanpa mengetuk pintu kamar, Kenzo langsung membuka kamar itu dan masuk. Akan tetapi, saat Naura hendak ikut masuk, Kenzo sudah lebih dulu menutup pintu itu dan mengunci nya, hingga membuat wanita tiga anak itu langsung berdecak dengan kesal.
__ADS_1
‘Awas aja kamu ntar malem!’ cetus Naura dalam hati lalu pergi untuk kembali ke dapur dan memasak.
Sementara itu, Kenzo yang sudah berada di dalam kamar anak nya, langsung menghampiri Raka yang tengah duduk di balkon kamar nya sambil melamun.
“Mau sampai kapan hem?” tanya Kenzo langsung menepuk bahu Raka dengan pelan membuat lamunan laki laki remaja itu langsung tersadar.
“Papa ... “ Raka menoleh dan menatap papa nya yang terlihat ceria dan bahagia, “Habis dapet vitamin tuh, makanya muka kaya gitu!” imbuh Raka sedikit berdecak.
Bug!
“Jangan ngaco kamu!” saut Kenzo dengan cepat menggeplak kepala anak nya.
“Papa belum ngomong loh, bisa dengerin papa nya ngomong dulu gak sebelum komentar kaya gini?” keluh Kenzo tak kalah kesal dengan anak nya sendiri.
“Ya udah buruan Papa cerita, awas aja kalau ceritanya yang gak ngenakin di denger!” balas Raka lagi masih dengan wajah yang cemberut kesal.
__ADS_1
Tanpa mengajak anaknya untuk berdebat lagi. Kenzo segera membuka layar ponsel nya dan membuka file yang sudah ia simpan untuk di perlihatkan kepada anak sulung nya.
Tentu saja, Raka yang melihat hal itu langsung membulatkan mata nya dengan sempurna. Tatapan matanya beralih menatap ke arah wajah sang ayah yang nampak kembali tersenyum bangga.
“Apa kau mau menemui nya?” tanya Kenzo dengan senyum menyeringai.
“Dimana?” kata Raka kembali bertanya kepada papa nya.
“Jika kau mau, besok Papa akan mengantarkan mu. Tapi ini hanya untuk terakhir kalinya, karena lusa Papa akan membawa nya ke puncak.” Jawab Kenzo dengan santai lalu kembali memasukkan ponsel nya lagi ke dalam saku.
“Puncak?” Raka mengerutkan dahi nya menatap sang ayah, “Ngapain? Papa gak mau kaya mereka juga kan? Awas aja kalau sampai Mama tahu, nanti—“
Plukk!
Dengan cepat, Kenzo langsung menepuk mulut anak nya dengan kesal, “Mulut kalau ngomong! Untuk apa Papa kaya gitu,” saut Kenzo semakin kesal, “Lagian, Mama kamu jauh lebih bisa memuaskan Papa di banding perempuan mana pun,” imbuh nya dengan tersenyum smirk, hingga membuat Raka kembali memutar bola matanya dengan malas.
__ADS_1
...Note :...
...Masih mau to be continue gak nih? Masih ada beberapa bab yang menceritakan tentang Winda .... Jadi di kamar baru, tidak akan ada Winda lagi ... Komen yang mau, kalau sepi komen, oke Mom skip dan berhenti 🙈🙈🙈...