MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
Menemui Ryana


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Hari ini, Kara memaksa Raka untuk menemani nya menemui Ryana. Awalnya, Raka menolak karena takut jika Ryana masih belum bisa menemui mereka. Namun karena Kara terus mendesak dan memaksa, akhirnya Raka mau tak mau mengabulkan nya.


"Assalamu'alaikum Mom," ucap Raka segera mencium punggung tangan istri papa mertua nya, saat sudah di bukakan pintu.


"Walaikumsalam," jawab mom Nasya tersenyum.


"Selamat siang Tante," sapa Kara yang sedang duduk di kursi roda.


"Siang, kamu Kara?" tanya mom Nasya yang langsung di balas anggukan oleh sang empu nya, "Ayo masuk dulu. Di luar panas!"


Raka segera mendorong kursi roda Kara untuk memasuki rumah mertua nya, lalu ia memindahkan adik kembar nya ke sofa agar lebih nyaman.


"Mom, kami ingin menemui Ryana," ucap Raka to the point menatap sang mama mertua.


Untuk sesaat, mom Nasya terdiam. Ia ragu apakah Ryana mau bertemu dengan Raka atau tidak. Terlebih, laki laki itu membawa saudara kembar nya, yang menjadi konflik utama dalam urusan rumah tangga mereka.


"Iya Tante, Kara ingin bertemu dengan Ryana. Kara ingin minta maaf, Kara—"


Deg!

__ADS_1


Belum sempat Kara menyelesaikan ucapan nya, tiba tiba ia langsung terdiam. Kara menghentikan ucapan nya saat melihat seorang pemuda tampan yang baru saja memasuki rumah tersebut.


Ia sampai lupa, bahwa Ryana memiliki saudara kembar yang ternyata adalah mantan kekasih nya.


'B—Bima...' gumam Kara pelan.


"Kalian mau apa?" tanya Ryan to the point menatap kedua tamu yang sedang berbincang dengan ibu nya.


"Mereka mau bertemu sama Ryana," jawab mom Nasya pelan.


"Ka, bukannya aku sudah bilang kemarin. Kalau—"


"Aku tahu Yan, tapi Kara yang ingin bertemu. Plis, tolong bantu kami untuk bertemu sama Ryana," pinta Raka menatap ipar nya dengan penuh permohonan.


Menghela napas kasar, akhirnya Ryan mengalah. Ia paling tidak bisa melihat sorot mata mantan kekasih nya yang begitu sayu penuh permohonan.


"Aku akan coba bantu bicara! Tapi aku tidak bisa janji!" ucap Ryan lalu segera berlalu dan pergi menuju kamar Ryana.


Tok tok tok..


"Na, aku masuk ya?" tanya Ryan saat mengetuk pintu kamar adik nya.

__ADS_1


Tak mendapatkan jawaban, akhirnya Ryan langsung masuk begitu saja. Membuat sang pemilik kamar sedikit terkejut.


"Kenapa? Sakit lagi? Udah minum obat?" tanya Ryan bergegas masuk dan menghampiri adik nya.


"Gak kok, cuma agak ngilu sedikit," jawab Ryana mencoba untuk tersenyum.


"Syukurlah," Ryan menghela napas dengan lega, "Oh ya. Ada yang ingin ketemu sama kamu," imbuh nya membuat Ryana langsung mengerutkan dahi nya.


"Siapa?" tanya Ryana penasaran.


"Kara dan Raka!" jawab Ryan pelan dan sangat hati hati.


Benar saja sepeti dugaan nya. Wajah Ryana yang tadi sempat terlihat berseri dan ceria, kini seketika berubah menjadi murung dan kembali terdiam.


"Na, kalau kamu belum siap. Gapapa, jangan di paksa. Aku akan turun dan menemui mereka. Aku akan menyuruh mereka pulang!" ucap Ryan semakin mengeratkan genggaman tangan nya.


"Mereka mau apa?" tanya Ryana dengan suara sedikit bergetar, "Apakah mereka ingin mempermalukan ku? Bagaimana bisa aku cemburu dengan ipar ku sendiri? Begitu kah? Hiks hiks hiks." Dan seketika itu juga, tangis Ryana kembali pecah.


Membuat Ryan sedikit panik, dan langsung memeluk saudara kembar nya, "Mereka hanya ingin berkunjung. Apalagi Raka, dia pasti sangat merindukan mu."


"Na, Bintang tidak mungkin akan melakukan hal seperti itu. Dan aku yakin, dia juga sedang sedih karena mendengar kabar keadaan kamu. Dia kesini dengan kursi roda. Dia masih belum bisa berjalan, dia di nyatakan lumpuh sementara."

__ADS_1


"Udah ya, jangan nangis lagi. Jangan berfikir negatif lagi, plis kamu harus kuat dan tenang. Berpikirlah dengan positif, agar kamu dan calon keponakan aku sehat sampai waktunya tiba nanti," ujar Ryan panjang lebar.


...~To be continue.. ...


__ADS_2