
viona benar benar keterlaluan,tidak sepantasnya dia memperlakukan teman lamaku seperti itu,berprasangka buruk terhadapnya.’’dengan penuh emosi kevin memukul setir mobil yang tengah ia kemudikan.
ia memaksa untuk menyetir mobil, dengan ditemani oleh pandu
‘’sabar vin,lo jangan emosi ‘’ujar pandu
‘’bagaimana gue nggak emosi,lo lihatkan kelakuan viona tadi,dia udah mempermalukan stella, sahabat lama kita.’’sahut kevin dengan nada tingginya.
‘’selama dia hamil.. gue selalu sabar mengahadapi sikapnya,tapi sekarang dia benar benar sudah keterlaluan.’’ujar kevin lagi
‘’iya gue tau..cu-suman lo jangan ngebut ngebut bawa mobilnya,kita bisa celaka.’’pandu memperingatkan kevin yang melajukan mobil dengan kecepatan tinggi karena terbawa emosi.
Namun kevin tidak mengindahkan perkataan temannya itu,ia malah menambah kecepatan kendaraan tersebut yang membuat pandu harus perpegang kuat kuat pada hand grip yang berada di flafon mobil.
"lu udah gila vin." bentak pandu yang sama sekali tidak dihiraukannnya.
Sudah beberapa kali viona menghubugi nomor ponsel kevin namun,hanya suara operator yang terdengar dari seberang sana.
‘’viona pun masuk kedalam kamar membantingkan tubuhnya kekasur,ia benar benar tidak habis pikir,kevin berani memarahinya didepan teman temannya.padahal sudah jelas temannya itu tampak menyukai kevin,tapi kevin malah membela perempuan itu.ternyata pernikahan itu selamanya tidak berjalan mulus,namun ada saja kerikil dalam rumah tangga tersebut.pelakor bertebaran dimana dimana.
Viona sangat kecewa dengan sikap kevin hari ini kepadanya .biasanya kevin akan berkata lembut kepadanya dan akan selalu menuruti permintaannya dan sicabang bayi tapi hari ini, ia malah dibentak bentak bentak hanya karena perempuan itu.
Viona mengelus elus perutnya,Cairan bening , keluar terus menerus mengaliri sudut mata indannya.
‘’vio...panggilan nana yang baru saja menghampiri viona kekamarnya dan duduk ditepi tempat tidur.
viona mengelap kedua sudut matanya, lalu memutar kepala serta badannya untuk bisa duduk diatas kasur.
vi....lo jangan kayak gini dong, kevin pasti tidak bermaksud memarahi lo,dia cuman terbawa emosi saja,karena lo udah permaluin temannya dan berbohong demi mengusir temannya itu.’’ujar nana pada kevin.
‘’iya gue tau gue salah tapi,gue nggak mau perempuan itu dekat dekat dengan kevin,dia itu suka nak sama kevin dan,lo nggak bakalan ngerti betapa takutnya gue kehilangan kevin.’’seru viona sambil menarik ingusnya yang naik turun tersebut,terlihat pucuk hidung viona yang memerah ulah menangis.
‘’iya gue tahu,lo mewanti wanti adanya pelakor dalam rumah tangga lo tapi, dia cuman teman lamanya kevin loh vi,dia baru saja datang dari luar negeri,tidak mungkin dia akan merebut kevin dari lo.’’ Ujar nana
“lo teman gue apa bukan sih,malah belain mereka,gue tau nak,dia itu suka sama kevin,dan tidak menutup kemungkinan dia bakalan rebut kevin dari gue.”ucap viona yang tidak setuju dengan perkataan nana.
__ADS_1
“iya sih tapi!.....
“jadi lo belain mereka?kening viona terlihat berkerut.
nana menggeleng
‘’bu-bukan gitu vi......melihat raut wajah viona yang tampak tak bersahabat nana tidak jadi melanjutkan perkataannya.”tidak ada gunanya memberitahu viona saat ini,bisa bisa gue yang kena semprot sama dia.”nana membatin .
“sudahlah,,,kita berangkat kebandara sekarang?nana mengalihkan pembicaraan.
‘’dira udah ngehubungi gue,dia udah berangkat duluan kebandara bersama keluarganya.’’seru nana lagi.
Karena masalahnya tadi,viona jadi melupakan temannya ,ia akan mengantar dira kebandara.
‘’oh iya dira...gue jadi melupakan dia,lo tunggu disini,gue nyuci muka dulu.viona berlalu setelah mendapat anggukan dari nana.
lima belas menit kemudian merekapun berangkat kebandara.
Sampai dibandara,viona dan nana turun dari mobil setelah mereka memarkirkan mobil tersebut.
‘’lo udah nggak papakan vi?tanya nana sedari tadi melihat temannya hanya diam disepanjang perjalanan.
dia tidak boleh telihat sedih didepan dira,ya walaupun salah satu temannya itu akan segera pergi dari kota ini,paling tidak viona ,tidak menunjukkan kesedihan atas masalahnya sendiri.
‘’Nana dan viona lama banget sih,sebentar gue mau lagi berangkat.’’dira dengan gelisah menunggu kedua sahabatnya.
‘’dira.’’ teriak nana dan viona berbarengan lalu berlari kecil menghampiri dira.
"hey..." sahut dira yang membuat hatinya lega.
Mereka bertiga saling berpelukan.
‘’kalian lama banget sih,gue udah nunggu dari tadi tau,setengah jam lagi pesawat gue berangkat.’’omel dira setelah melepaskan pelukan mereka.
‘’maaf dir,tapi untungnya kita belum telat.’’ucap nana dengan gaya lebaynya meminta maaf.
__ADS_1
‘’yah sekarang kita harus terpisah jauh deh dir,nanti kalian sering sering ya nengokin gue disini,jangan lupain gue.’’ucap viona dengan nada sedih.
‘’kalian ?...alis dira saling bertautan’’lo juga bakalan pergi nak?tanya dira yang juga diangguki oleh nana.
‘’iya dir...kalian taukan impian gue buat ,kuliah diluar negeri,dan akan segera terwujud,karena gue dapat beasiswa untuk melanjutkan sekolah bisnis di amerika.’’ucap nana senang.
"jadi gue juga akan berangkat ke amerika."
‘’benaran nak ?sahut dira dan viona senang’’
Nana mengangguk dengan senang
Sekali lagi mereka berpelukan,atas keberhasilan nana yang mendapatkan beasiswa yang dapat mewujudkan mimpinya.
‘’selamat ya,gue ikut senang nak.’’ucap dira.
"makasi dir." balas nana senang.
‘’iya nak,walaupun gue sedih harus ditinggal kalian berdua,tapi gue juga ikut senang atas keberhasilan lo dapat beasiswa diluar negeri.’’ucap viona menangis bahagia.
‘’makasi vi ,gue nggak bakalan sia-siain kesempatan ini.’’ucap nana lagi.
‘’tapi , kenapa dari tadi lo nggak bilang kegue dapat beasiswa.’’jengkel viona.
‘’baru sebentar gue dapat pesan dari kepala sekolah,, dan sekalian saja gue kasih suprise buat kalian,makanya gue ngasih taunya sekarang deh.’’ucap nana sambil tertawa kecil.
"yahhh.sekali lagi selamat ya.jadi iri gue sama lo." ucap viona memeluk sahabat nya itu dan juga diikuti oleh dira.
karena waktu dira tidak banyak, mereka memangfaatkan untuk mengobrol dan tertawa.mengingat masa masa yang sudah mereka lalui bersama.dan sekarang tibalah waktu mereka untuk berpisah dengan dira.
.
.
.
__ADS_1
.
.