MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
144


__ADS_3

Setelah menyelesaikan rutinitas yaitu sarapan pagi, seperti biasa viona mengantar kevin kedepan rumah untuk pergi bekerja.


Sekarang mereka tengah berdiri didepan rumah dengan saling berhadapan.kevin memperhatikan wajah viona yang terlihat ceria dari pada kemaren.


Begitu pula dengan viona yang tengah menatap suaminya dengan senyuman yang tak hilang dari sudut bibirnya.


‘’ini baru vionaku yang cantik.’’ Ucap kevin sambil memegangi kedua bahu istrinya.kemudian salah satu tangannya beralih menyentuh kepala viona.


‘’aku tidak ingin kamu seperti kemaren lagi.” Ucapnya lagi.


“aku tidak akan seperti itu lagi,kalau suamiku pandai menjaga diri.’’ Seru viona dengan sedikit merapikan dasi kevin.


‘’kamu tenang saja sayang,aku tidak akan berpaling dari kamu.’’ Ujar kevin sedikit mencubit hidung viona.


Viona sangat senang mendengar ucapan kevin,seketika hatinya menjadi lega,tapi dia tetap harus berhati hati,karena banyak pelakor diluar sana yang menginginkan suaminya.


‘’aku berangkat ya..’’ pamit kevin kemudian mencium kening viona.


‘’ya sudah kamu hati hati .’’ balas viona kemudian memberikan tas kerja milik kevin.


Mobil sudah melesat jauh,viona masuk kedalam rumah setelah mobil kevin hilang dari jangkauan.


Nana merebahkan diri diatas kasur,memikir perkataan dari mamanya tadi.


‘’bagaimana cara nya membatalkan perjodohan yang dibuat oleh mama dan tante galih.mama tetap kekeh ingin menjodohkanku dengan pandu.’’guman nana dalam hati.


Drtttt...drrrttt..drtttt...


Terdengar suara ponsel yang membuyarkan lamunannya,Tertera nama viona di layar ponsel tersebut.


Halo.....’’nana


.............


‘’gue dirumah,,, kenapa vi?


............


‘’kemana ?


............


Nana menghela nafasnya dengan malas,sebenarnya ia tidak ingin keluar hari ini,viona malah memintanya untuk menemaninya kerumah mertuanya.


‘’iya gue temanin...’’ucap nana lagi.


Setelah saling mengakhiri panggilan,dengan malas nana beranjak dari kasur menuju kekamar mandi.


Selesai bersiap siap ,nana pun pergi dari rumah dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menyusuri jalan ibukota menuju rumah viona.


Viona telah masuk kedalam mobil nana, lalu duduk kemudian memasang sabuk pengaman sambil memperhatikan wajah nana yang terlihat tidak bersemangat.


‘’kenapa lo nak,tampang lo kok kusut gitu,bedak lo habis ya?.’’ Tanya viona sambil tertawa karena melihat wajah nana yang tidak terpoles makeup seperti biasanya,namun ia masih terlihat cantik walaupun hanya mengenakan lipslost dibibir pucatnya itu.

__ADS_1


‘’sialan lo....’’jawab nana kesal yang membuat viona semakin tertawa.


"nyesal nemanin gue." ucap viona lagi.


"ya nggak lah."... ucap nana


Kemana kita ? tanya nana


‘’kerumah mertua gue ,tapi kita mampir bentar ya disupermarket ,mau beli oleh oleh buat mama dulu.’’ Ucap viona yang mendapat anggukan dari nana.


Nana pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,disepanjang perjalanan mereka mengobrolkan hal hal yang dianggap tidak penting,namun berhasil membuat nana tertawa begitu lepas,hanya dengan sahabatnya lah ia bisa melupakan masalahnya,dulu juga ada dira,namun sekarang dira sudah pulang kekampung halamannya.


Mereka berhenti disalah satu supermarket,setelah membeli oleh- oleh untuk mama devi ,mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah mertua viona tersebut.


Terlihat viona,nana dan mama devi tengah mengobrol ria diiringi dengan tawa mereka masing masing.


‘’tante baru tahu kalau kamu anaknya ratna lo.’’ Ucap mama devi pada nana.


‘’iya tante .’’ucap mama nana singkat berbarengi dengan senyuman.


" iya ma, dan sebentar lagi juga akan menjadi anak tante galih." goda viona yang membuat wajah nana memerah seketika.


"apaan sih lo, ngga jelas deh ." bisik nana sambil menyikut lengan viona.


"lah emang iyakan, mama juga udah tau kok, ya nggak ma." ucap viona pada mertuanya itu.


"iya, mama sudah tau kok, justru mama sudah tahu duluan dari pada kalian." ucap mama devi.


"tukan , jadi tidak usah malu." ucap viona santai.


nana jadi malu sendiri dibuatnya, karena mereka membahas perjodohannya dengan pandu.


‘’oh ya ma,kemaren mama ngirim makanan kesukaan viona,terima kasih ya,mama jadi repot deh nurutin ngidamnya viona.


‘’tidak papa sayang,mama tidak repot kok,itu juga demi mantu dan calon cucu kesayangan mama,mama jadi tidak sabar ingin menyambut kedatangan sikecil.’’ Ujar mama devi sambil mengelus perut viona dengan sayang.


Malamnya....


Viona menyambut kedatangan kevin yang baru saja pulang dari kantor.entah kenapa ia sangat merindukan kevin,walau hanya seharian tidak bertemu.


‘’sayang..’’viona berlari sambil memeluk kevin yang baru saja turun dari mobilnya.


‘’lah ada angin apa sayang? Tanya kevin senang membalas pelukan viona karena tidak biasanya viona seperti ini.


‘’ada angin surga.’’ Jawab viona sambil melepas pelukannya dan menggandeng tangan kevin untuk masuk kedalam rumah .


‘’benarkah.’’ Ucap kevin sambil mencubit pipi viona yang terlihat cabi.dan dibalas dengan anggukan.


Selesai mandi,dan berganti pakaian ,viona menyuruh kevin untuk beristirahat,karena ia pasti lelah setelah bekerja seharian dikantor.


sementara viona keluar, Kevin menyandarkan tubuhnya kekepala tempat tidur sambil melihat isi pesan dari pandu dari ponselnya.


‘’vin sorry gue lupa ngasih tau lo,besok ada acara kecil –kecilan dirumah gue,lo datang ya sama viona._____ pandu

__ADS_1


‘’vin sebaiknya lo bicara sekarang sama viona,bahwa lo dapat beasiswa keluar negeri.kita tidak sudah ada waktu lagi.______pandu


Tampak viona masuk kedalam kamar dan membawa secangkir teh hangat untuk kevin.


‘’untuk suamiku tercinta...’’viona menyodorkan teh tersebut kedepan kevin.


‘’tumben sayang.’’ucap kevin sambil mengambil teh tersebut dari tangan viona.


‘’serba salah deh,giliran aku perhatian malah dibilang tumben.’’ Dengus viona dengan kesal ,lalu ikut duduk disamping kevin.


kevin meneguk teh tersebut sampai habis,kemudian meletakkan cangkirnya diatas nakas.


Jangan marah dong,tadi aku Cuma bercanda kok, jelek tau kalau lagi gitu.’’ucap kevin sambil tersenyum.


‘’biarin .’’jawab viona ketus sambil memalingkan wajahnya.


Kevin merebahkan tubuhnya,memiringkannya kerah viona sambil menumpu kepalanya dengan salah satu tangannya.


‘’lihat deh sayang,mommy mu ngambek,tadi dia perhatian sama daddy,meluk meluk daddy ,sekarang malah cuekin daddy.’’ Ucap kevin sambil mengelus elus perut viona.kemudian ia melihat kearah viona yang juga sedang tersenyum melihat kearahnya.


‘’aku tidak akan mengatakan tentang beasiswa itu pada viona,aku tidak ingin dia kepikiran .’’


‘’kenapa ? tanya viona melihat raut wajah kevin yang berubah.


Kevin kembali mengubah posisinya,dengan viona yang masih menatapnya menunggu jawaban.


Tampa sepatah katapun.kevin langsung memeluk viona,ia sangat bersyukur memiliki viona.


‘’terima kasih .’’ hanya kata itu yang keluar dari mulut kevin yang membuat viona semakin bingung.


‘’mmmm iya...’’ balas viona walaupun ia tidak tau kevin berterima kasih untuk apa. Viona membenamkan kepalanya kedada bidang kevin,memeluk pinggangnya erat,sungguh ini posisi ternyaman bagi dirinya bila tengah bersama kevin.


Entah kenapa Sekarang aku sudah tidak tertarik lagi untuk melanjutkan pendidikan diluar negeri,aku sudah nyaman dengan pekerjaanku dikantor papa. aku bisa melanjutkan kuliahku disini. aku tidak akan membawa viona dan calon bayi kami jauh dari keluarga.kevin membatin sambil mengelus elus pucuk kepala viona serta memberikan banyak ciuman disana.


Setelah melepaskan pelukannya,kevin menyuruh viona untuk tidur,sementara ia beranjak dari tempatnya untuk mengambil laptop kerjanya.


Kevin masih berkutat dengan laptopnya,karena masih banyak pekerjaan kantor yang harus ia selesaikan malam ini juga.


.


.


.


.


.


jangan lupa tekan like , commen dan vote yah.


biar author semangat nulisnya.


terima kasih🤗🤗🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2