
...~Happy Reading~...
“Na, bayi lo kan ada tiga ya? Lo gak ada cita cita gitu kasihin ke gue satu? Kayaknya gue juga pengen deh Na,” celetuk Grace yang sejak tadi terus mengamati perut besar Ryana yang terus bergelombang dan bergerak begitu lincah.
Bukan hanya Grace yang gemas dengan perut Ryana, namun Angkasa yang tak lain calon suami adik ipar nya, juga begitu gemas dengan perut besar Ryana. Bahkan, laki laki itu masih begitu penasaran dan selalu mencuri kesempatan untuk mengusap perut Ryana yang menurut nya sangat lucu.
Angkasa mengatakan, bahwa mungkin dulu dirinya saat di perut ibu nya juga seperti itu. Hal yang membuat Ryana dan Kara tergelak melihat wajah tengil seorang Angkasa yang biasanya menyebalkan, namun kini terlihat polos dan bodoh.
“Nikah Grace bikin sendiri!” jawab Audi berdecak dan menggelengkan kepala nya, “Di kata anak kucing main asal minta aja!”
“Tau tuh temen lo!” sambung Ryana lalu ia juga ikut tertawa.
“Ryan mau gue ajak bikin mau gak ya?” ucap Grace tiba tiba yang langsung mendapatkan pukulan maut dari dua sahabat nya, “Bercanda aelah hahhahaha!”
“Lagipula nih ya, Ryan jomblo kan sekarang?” tanya Grace saat berhenti tertawa, “Beneran udah putus kan ya Ra?” tanya Grace kini menatap ke arah Kara, saudara kembar Raka yang tak lain adalah mantan kekasih Ryan
__ADS_1
“S—sudah ... “ jawab nya tersenyum sedikit kikuk.
“Nah kan, ada lampu ijo. Lo setuju gak sih Na jadi adek ipar gue?” tanya Grace menatap sahabat nya dengan alis turun naik.
“Gue gak yakin!” jawab Ryana bercanda lalu tertawa. Dan perkumpulan malam itu terlihat begitu ramai. Setelah sekian lama tidak berkumpul, dan sekalinya kumpul candaan mereka begitu pecah.
Ryana bersyukur karena Grace tidak mempermasalahkan dirinya yang menikah dengan Raka, mantan kekasih nya. Meskipun awalnya ia sedikit ragu untuk mengundang Grace, mengingat dulu saat mereka putus, Grace meraung dan menangis sampai tersedu sedu.
Setelah acara selesai, semua sudah pamit dan pulang ke rumah masing masing. Raka membantu Ryana untuk mengambilkan air hangat untuk merendam kaki nya yang sedikit bengkak.
Ryana benar benar merasa bahagia dan beruntung, karena kini dirinya sudah bisa berdamai dengan keadaan nya, termasuk dengan diri nya sendiri.
“Udah Ka,” ujar Ryana pelan, ia mengangkat kaki nya lalu Raka ikut bangkit dan duduk di sebelah Ryana.
“Sini, biar aku lap dulu!” ujar Raka meletakkan kedua kaki istri nya di pangkuan nya.
__ADS_1
Laki laki itu tidak perduli jika pakaian nya basah karena air dari kaki Ryana. Yang jelas, ia sangat ingin dan selalu ingin memanjakan istri nya dan membuat istrinya bahagia.
“Terimakasih suami ku,” ujar Ryana tersenyum hangat, membuat Raka seketika langsung merona, saat di panggil dengan kata suamiku.
“Sama sama istri ku, cup!’ balas Raka namun dengan bonus kecupan di bibir.
“Nah kan, di baikin sekali langsung ngelunjak lagi!” cetus Ryana langsung memanyunkan bibir nya kesal.
“Bukan ngelunjak Sayang, tapi itu bonus ,” elak Raka terkekeh, “Yank ... “ panggil nya pelan sambil menaiki tempat tidur dan ikut merebahkan diri di samping istri nya.
“Hemmm ... “ jawab Ryana, entah kenapa akhir akhir ini Ryana begitu gemas dengan bulu halus yang menghiasi dagu suami nya. Biasanya Raka akan rutin untuk mencukur nya, namun sudah satu bulan ini dirinya tidak mencukur, jadilah Ryana begitu suka untuk mengusap usap dagu kasar itu dengan gemas.
“Kayaknya udah lama deh,” ucap Raka tiba tiba membuat pergerakan tangan Ryana berhenti.
Tentu saja, Ryana paham dan mengerti dengan pertanyaan suami nya. Dan memang benar, mereka sudah lama tidak melakukan itu, karena kandungan Ryana yang lemah sejak awal. Jadilah, untuk berjaga jaga, mereka sepakat tidak melakukan nya sampai Ryana melahirkan. Akan tetapi, sepetinya hari ini Raka mulai menagih dan mengingkari janji nya sendiri.
__ADS_1
...~To be continue.......