MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
MENJADI ORANG TỦA (2)


__ADS_3

"Kenapa melamun?" tanya Daren


mengagetkan Aurel. Aurel


menepuk bahu Daren.


"Lo tahu gak? Kelvin sadar apa


yang kita lakukan semalam," ucap


Aurel serius.


"Maksudnya?" Daren mengangkat


satu alisnya.


"Tadi dia nanya ke gue, kenapa Kita gigit-gigitan."jelas Aurel. Daren kaget, namun juga


tertawa.


"Kok malah ketawa sih?" ucap


Aurel kesal. "Gimana kalau Kelvin


ngomong sama orang-orang, atau


gak malah ngomong sama Sella,


gimana coba?"


Aurel panik, juga takut.


"Ngapain takut sih? Kita kan udah


sah. Wajar suami istri ngelakuin


hal kayak gitu," ucap Daren


menangkan Aurel."Iya juga sih" Ucap Aurel.akhirnya.


"Udah ya jangan takut. Kecuali


kita zina, kan ini udah sah," ucap


Daren sekali lagi untuk


meyakinkan Aurel. Aurel sedikit


tenang dengan ucapan Daren.


Aurel pun kembali fokus untuk


membuat sarapan.


"Eh gue liat Kelvin dulu ya. Tuh


anak lagi ngapain," ucap Daren.


Aurel hanya mengangguk. la


tersenyum melihat nasi goreng Yang ia masak udah jadi,lalu ia menata secantik mungkin, agar


Kelvin mau memakan


masakannya.


"Eh sayang, kamu udah siap?" ujar


Aurel. Aurel merapikan dasi Kelvin


yang sedikit miring.


"Udah Tante," ucap Kelvin.


"Sarapan dulu yuk," ujar Aurel.


Aurel membantu Kelvin untuk


duduk di kursi.


"Nih ya, Kelvin harus makan yang


banyak. Biar nanti sekolahnya semangat." Ucap Aurel. memberikan makanan di piring.


Kelvin mengangguk-anggukkan


kepalanya. la mulai memakan


masakan Aurel. Saat-saat seperti


inilah yang membuat Aurel


deg-degan ia takut kalau Kelvin


tidak suka dengan masakannya.


"Gimana sayang? Enak gak?" tanya


Aurel meminta penilaian.


"Enak banget!" ucap Kelvin


memakan sosis yang ada di


piringnya. Aurel tersenyum


mendengarnya."Wah nasi goreng, biasanya juga


mie instan," sindir Daren yang


baru saja keluar kamar. Aurel


mendengus kesal, sembari


menatap Daren tajam.


"Sayang ambilin dong," kata Daren


dengan suara yang di buat manja.


"Manja banget sih?" ucap Aurel.


"Ambil sendiri ya? "


"Gak mau, kalau perlu suapin


juga," ujar Daren. Aurel


mendengus kesal. Sepertinya ia


baru sadar, kalau Kelvin jauh lebih mandiri dari pada Daren.


Namun meski begitu, ia tetap


menuruti kemauan Daren. la


mengambil nasi goreng, lalu


menyuapi Daren.


"Enak, lo bisa masak juga ternyata,


ucap Duren menatap Aurel.


"Ye lo mah ngeremehin gue," balas


Aurel. Aurel menyuapi Daren lagi.


"Om Daren kok di suapin?" ucap


Kelvin tiba-tiba."Biasa, om Daren. Kan manja Malah Tante Aurel salut sama

__ADS_1


Kelvin. Kelvin makannya udah


pinter," puji Aurel mengusap


kepala Kelvin pelan.


"Mama selalu ngajarin Kelvin buat


mandiri, Tante. Gak tergantung


sama orang lain," ucap Kelvin bak


manusia dewasa.


"Tuh dengerin!" sindir Aurel.


"Ah nanti juga kalau Kelvin udah


besar terus nikah pasti juga


bakalan manja sama istrinya," ujar


Daren. Hal ini membuat Kelvin berpikir keras.


"Istri itu apa Om?" tanya Kelvin.


"Istri itu, seorang wanita yang kita


cintai. Nah kita nikah sama dia,


dan jadi deh istri," jelas Daren.


Kelvin menggaruk kepalanya yang


tidak gatal.


"Kalau gitu, nanti Kelvin ajak Clara


nikah deh. Biar Clara jadi istri


Kelvin," ucap Kelvin benerapa saat


kemudian.


Sontak saja Aurel dan Daren saling pandang. Lalu tertawa bersama. Kelvin ini berana lucu, sangat


lucu!


"Tapi harus nunggu Kelvin dewasa


ya," ucap Daren menasehatinya.


"Iva Om, Kelvin mau makan yang


banyak. Biar cepat besar dan


menikah dengan Clara," ujarnya.


Aurel dan Daren tidak tahan untuk


tidak tertawa.***


Daren dan Aurel saat ini tengah


mengantar Kelvin sekolah. Mereka bener-bener menikmati peran mereka sebagai keluarga. Aurel


turun, begitu juga dengan Daren.


"Kelvin ingat jangan nakal ya,"


ucap Aurel.


Kelvin mengangguk, ia mencium


tangan Aurel juga Daren.


"Kelvin masuk dulu ya Tan, Om,


ucap Kelvin. "Clara tungguin


mengejar Clara.


"Di yang namanya Clara?" ucap


Daren menatap kepergian duo bocil itu. "Lah iya kali, cantik juga Clara.


Kayaknya Kelvin udah tahu cewek


cantik sejak dini deh," ucap Aurel.


"Kalau lo, gue tebak lo mesum


sejak dini, kan?"


"Sok tahu deh!" ucap Daren.


"Eh ingat ya, dulu gue pergokin lo


lagi liat film dewasa di kamar


mandi sekolah, ingat gak?"


"Sumpah bukan


gue yang nonton.


Si Ferdi yang nonton," ucap Daren


mengelak ucapan Aurel."iya bukan lo, tapi lo nemenin


Ferdi kan? Sama aja dodol!" ucap


Aurel. Mereka malh bertengkar di


depan gerbang sekolah Kelvin.


"Permisi Pak, Bu, mohon maaf


jangan bertengkar didepan


gerbang sekolah," ucap salah


seorang guru.


Aurel mendongak menatap guru


tersebut. "Jasmin?"


"Loh Aurel?"


"Aaaaa... " Mereka berteriak


heboh. Sembari berpelukan."Lo apa kabar? Sekarang ngajar


disini?" tanya Aurel sangat


antusias.


"Iya, gue sekarang jadi guru di


sini," jelas Jasmin. Lalu


pandangan Jasmin beralih ke


Daren. "Eh bentar deh, ini


bukannya Daren? Musuh lo waktu


SMA, kan? "


"Yoi!" ucap Daren.

__ADS_1


"Pantes kalian berantem didepan


sekolah. Kan emang kalian gak


pernah akur," ucap Jasmin seakam hafal dengan keduanya.


"Bisa aja, tapi kita udah gak kayak


dulu kok, " sahut Daren.


"Bentar, kalian pacaran?" tanya


Jasmin menyadari sesuatu.


"Enggak, " jawab keduanya dengan


kompak.


"Terus? Kok keliatan deket. "


"Kita udah nikah!" ucap keduanya


lagi.seketika jasmin syok. Menatap keduanya tidak percaya.


"Boong ya kalian?"


"Engga kok. Kita emang udah


nikah," ucap Aurel agar Jasmin


yakin.


"Kalau beneran, mau gue share ke


grup WA. Teman-teman yang lain


harus tahu kalau kalian udah


nikah! Si anjing sama kucing udah


nikah!" ucap Jasmin heboh. la


mengambil ponselnya. Dan


memfoto keduanya."lo liat nih? Gue Sher ke grup WA!" ucap Jasmin


memperlihatkannya.


Daren dan Aurel tertawa


melihatnya. Jasmin merupakan


temannya sekelasnya sejak SMA.


la juga salah satu saksi betapa


tidak akurnya Aurel dan Daren


dulu.


"Eh by the way udah ya, gue mau


ngajar dulu. Semoga langgeng


pernikahan kalian!"


"Aamiin, makasih doanya Min. Eh


gue nitip ponakan gue ya, Kelvin Alexander namanya," ucap Aurel.


"Iya, gampang gue jagain


pokoknya mah!" jawab Jasmin


sebelum pergi.


Mereka masuk kedalam mobil.


Daren menatap wajahnya di spion


tengah.


"Rel liat deh, bibir guebkering


banget, " ucap Daren menggode


Aurel.


Aurel merogoh tasnya. Lalu


mengambil sesuatu. "Nih pake lip serum punya gue.""Ih kok itu sih, kan belum ciuman


hari ini makanya kering!" jelas


Dareng mengungkapkan maksud


dan tujuannya.


"Kan tadi pagi udah," jawab Aurel.


"Kurang..."


Daren menyengir, menunjukkan


deretan giginya yang rapih.


"Sayang ayo ciuman!"


Aurel menatap Daren, ia tiba-tiba


la yang memulai lebih dulu. Hal Ini tentu membuat Daren kesal. Semakin dirasakan, Aurel sudah


semakin lihai dalam hak


berciuman.


Siapa lagi kalau bukan Daren yang


mengajarkan Aurel ciuman. Aurel


menekan tengkuk leher Daren,


guna memperdalam ciumannya.


Tok... tok... tok...


Tiba-tiba seseorang mengetuk kaca


jendela mobil Daren.


Keduanya langsung kaget dan


melepaskan ciuman mereka. Daren membuka kaca mobilnya."Maaf Pak, maju lagi dong. Mobil


saya gak bisa lewat, " ucap


seseorang itu.


"Baik Pak!"


Daren segera melajukan mobil.


Aurel menampar lengan Daren.


"Lo sih!"


"Kenapa ya? Selalu aja ada yang


ganggu kita!" ucap Daren kesal.


Bisakan Daren sekali saja

__ADS_1


menikmatinya tanpa ada


pengganggu?


__ADS_2