
"Kenapa melamun?" tanya Daren
mengagetkan Aurel. Aurel
menepuk bahu Daren.
"Lo tahu gak? Kelvin sadar apa
yang kita lakukan semalam," ucap
Aurel serius.
"Maksudnya?" Daren mengangkat
satu alisnya.
"Tadi dia nanya ke gue, kenapa Kita gigit-gigitan."jelas Aurel. Daren kaget, namun juga
tertawa.
"Kok malah ketawa sih?" ucap
Aurel kesal. "Gimana kalau Kelvin
ngomong sama orang-orang, atau
gak malah ngomong sama Sella,
gimana coba?"
Aurel panik, juga takut.
"Ngapain takut sih? Kita kan udah
sah. Wajar suami istri ngelakuin
hal kayak gitu," ucap Daren
menangkan Aurel."Iya juga sih" Ucap Aurel.akhirnya.
"Udah ya jangan takut. Kecuali
kita zina, kan ini udah sah," ucap
Daren sekali lagi untuk
meyakinkan Aurel. Aurel sedikit
tenang dengan ucapan Daren.
Aurel pun kembali fokus untuk
membuat sarapan.
"Eh gue liat Kelvin dulu ya. Tuh
anak lagi ngapain," ucap Daren.
Aurel hanya mengangguk. la
tersenyum melihat nasi goreng Yang ia masak udah jadi,lalu ia menata secantik mungkin, agar
Kelvin mau memakan
masakannya.
"Eh sayang, kamu udah siap?" ujar
Aurel. Aurel merapikan dasi Kelvin
yang sedikit miring.
"Udah Tante," ucap Kelvin.
"Sarapan dulu yuk," ujar Aurel.
Aurel membantu Kelvin untuk
duduk di kursi.
"Nih ya, Kelvin harus makan yang
banyak. Biar nanti sekolahnya semangat." Ucap Aurel. memberikan makanan di piring.
Kelvin mengangguk-anggukkan
kepalanya. la mulai memakan
masakan Aurel. Saat-saat seperti
inilah yang membuat Aurel
deg-degan ia takut kalau Kelvin
tidak suka dengan masakannya.
"Gimana sayang? Enak gak?" tanya
Aurel meminta penilaian.
"Enak banget!" ucap Kelvin
memakan sosis yang ada di
piringnya. Aurel tersenyum
mendengarnya."Wah nasi goreng, biasanya juga
mie instan," sindir Daren yang
baru saja keluar kamar. Aurel
mendengus kesal, sembari
menatap Daren tajam.
"Sayang ambilin dong," kata Daren
dengan suara yang di buat manja.
"Manja banget sih?" ucap Aurel.
"Ambil sendiri ya? "
"Gak mau, kalau perlu suapin
juga," ujar Daren. Aurel
mendengus kesal. Sepertinya ia
baru sadar, kalau Kelvin jauh lebih mandiri dari pada Daren.
Namun meski begitu, ia tetap
menuruti kemauan Daren. la
mengambil nasi goreng, lalu
menyuapi Daren.
"Enak, lo bisa masak juga ternyata,
ucap Duren menatap Aurel.
"Ye lo mah ngeremehin gue," balas
Aurel. Aurel menyuapi Daren lagi.
"Om Daren kok di suapin?" ucap
Kelvin tiba-tiba."Biasa, om Daren. Kan manja Malah Tante Aurel salut sama
__ADS_1
Kelvin. Kelvin makannya udah
pinter," puji Aurel mengusap
kepala Kelvin pelan.
"Mama selalu ngajarin Kelvin buat
mandiri, Tante. Gak tergantung
sama orang lain," ucap Kelvin bak
manusia dewasa.
"Tuh dengerin!" sindir Aurel.
"Ah nanti juga kalau Kelvin udah
besar terus nikah pasti juga
bakalan manja sama istrinya," ujar
Daren. Hal ini membuat Kelvin berpikir keras.
"Istri itu apa Om?" tanya Kelvin.
"Istri itu, seorang wanita yang kita
cintai. Nah kita nikah sama dia,
dan jadi deh istri," jelas Daren.
Kelvin menggaruk kepalanya yang
tidak gatal.
"Kalau gitu, nanti Kelvin ajak Clara
nikah deh. Biar Clara jadi istri
Kelvin," ucap Kelvin benerapa saat
kemudian.
Sontak saja Aurel dan Daren saling pandang. Lalu tertawa bersama. Kelvin ini berana lucu, sangat
lucu!
"Tapi harus nunggu Kelvin dewasa
ya," ucap Daren menasehatinya.
"Iva Om, Kelvin mau makan yang
banyak. Biar cepat besar dan
menikah dengan Clara," ujarnya.
Aurel dan Daren tidak tahan untuk
tidak tertawa.***
Daren dan Aurel saat ini tengah
mengantar Kelvin sekolah. Mereka bener-bener menikmati peran mereka sebagai keluarga. Aurel
turun, begitu juga dengan Daren.
"Kelvin ingat jangan nakal ya,"
ucap Aurel.
Kelvin mengangguk, ia mencium
tangan Aurel juga Daren.
"Kelvin masuk dulu ya Tan, Om,
ucap Kelvin. "Clara tungguin
mengejar Clara.
"Di yang namanya Clara?" ucap
Daren menatap kepergian duo bocil itu. "Lah iya kali, cantik juga Clara.
Kayaknya Kelvin udah tahu cewek
cantik sejak dini deh," ucap Aurel.
"Kalau lo, gue tebak lo mesum
sejak dini, kan?"
"Sok tahu deh!" ucap Daren.
"Eh ingat ya, dulu gue pergokin lo
lagi liat film dewasa di kamar
mandi sekolah, ingat gak?"
"Sumpah bukan
gue yang nonton.
Si Ferdi yang nonton," ucap Daren
mengelak ucapan Aurel."iya bukan lo, tapi lo nemenin
Ferdi kan? Sama aja dodol!" ucap
Aurel. Mereka malh bertengkar di
depan gerbang sekolah Kelvin.
"Permisi Pak, Bu, mohon maaf
jangan bertengkar didepan
gerbang sekolah," ucap salah
seorang guru.
Aurel mendongak menatap guru
tersebut. "Jasmin?"
"Loh Aurel?"
"Aaaaa... " Mereka berteriak
heboh. Sembari berpelukan."Lo apa kabar? Sekarang ngajar
disini?" tanya Aurel sangat
antusias.
"Iya, gue sekarang jadi guru di
sini," jelas Jasmin. Lalu
pandangan Jasmin beralih ke
Daren. "Eh bentar deh, ini
bukannya Daren? Musuh lo waktu
SMA, kan? "
"Yoi!" ucap Daren.
__ADS_1
"Pantes kalian berantem didepan
sekolah. Kan emang kalian gak
pernah akur," ucap Jasmin seakam hafal dengan keduanya.
"Bisa aja, tapi kita udah gak kayak
dulu kok, " sahut Daren.
"Bentar, kalian pacaran?" tanya
Jasmin menyadari sesuatu.
"Enggak, " jawab keduanya dengan
kompak.
"Terus? Kok keliatan deket. "
"Kita udah nikah!" ucap keduanya
lagi.seketika jasmin syok. Menatap keduanya tidak percaya.
"Boong ya kalian?"
"Engga kok. Kita emang udah
nikah," ucap Aurel agar Jasmin
yakin.
"Kalau beneran, mau gue share ke
grup WA. Teman-teman yang lain
harus tahu kalau kalian udah
nikah! Si anjing sama kucing udah
nikah!" ucap Jasmin heboh. la
mengambil ponselnya. Dan
memfoto keduanya."lo liat nih? Gue Sher ke grup WA!" ucap Jasmin
memperlihatkannya.
Daren dan Aurel tertawa
melihatnya. Jasmin merupakan
temannya sekelasnya sejak SMA.
la juga salah satu saksi betapa
tidak akurnya Aurel dan Daren
dulu.
"Eh by the way udah ya, gue mau
ngajar dulu. Semoga langgeng
pernikahan kalian!"
"Aamiin, makasih doanya Min. Eh
gue nitip ponakan gue ya, Kelvin Alexander namanya," ucap Aurel.
"Iya, gampang gue jagain
pokoknya mah!" jawab Jasmin
sebelum pergi.
Mereka masuk kedalam mobil.
Daren menatap wajahnya di spion
tengah.
"Rel liat deh, bibir guebkering
banget, " ucap Daren menggode
Aurel.
Aurel merogoh tasnya. Lalu
mengambil sesuatu. "Nih pake lip serum punya gue.""Ih kok itu sih, kan belum ciuman
hari ini makanya kering!" jelas
Dareng mengungkapkan maksud
dan tujuannya.
"Kan tadi pagi udah," jawab Aurel.
"Kurang..."
Daren menyengir, menunjukkan
deretan giginya yang rapih.
"Sayang ayo ciuman!"
Aurel menatap Daren, ia tiba-tiba
la yang memulai lebih dulu. Hal Ini tentu membuat Daren kesal. Semakin dirasakan, Aurel sudah
semakin lihai dalam hak
berciuman.
Siapa lagi kalau bukan Daren yang
mengajarkan Aurel ciuman. Aurel
menekan tengkuk leher Daren,
guna memperdalam ciumannya.
Tok... tok... tok...
Tiba-tiba seseorang mengetuk kaca
jendela mobil Daren.
Keduanya langsung kaget dan
melepaskan ciuman mereka. Daren membuka kaca mobilnya."Maaf Pak, maju lagi dong. Mobil
saya gak bisa lewat, " ucap
seseorang itu.
"Baik Pak!"
Daren segera melajukan mobil.
Aurel menampar lengan Daren.
"Lo sih!"
"Kenapa ya? Selalu aja ada yang
ganggu kita!" ucap Daren kesal.
Bisakan Daren sekali saja
__ADS_1
menikmatinya tanpa ada
pengganggu?