
...~Happy Reading~...
Dengan langkah kaki yang bergetar, Raka berusaha menguatkan hati agar mampu berjalan lebih dekat lagi menuju brankar yang menjadi tempat istrinya terbaring.
"S—Sayang... " panggil Raka dengan begitu lirih, mencoba untuk membuka kain putih yang sudah menutup wajah istri tercinta nya. Membuat air matanya semakin tak kuasa untuk ia tahan.
Tubuh nya ambruk, ia terjatuh tepat di samping brankar istrinya. Rasanya begitu sesak, dan ia merasa tidak sanggup untuk menerima kenyataan.
"Na, bangun. Plis, aku mohon bangun Yank hiks hiks, jangan tinggalin aku." tangisan Raka terdengar begitu memilukan.
"Ryanaaa bangun!" teriak Raka dan kini ia mengguncang tubuh istri nya, berharap wanita itu bisa membuka mata dan bangun lagi.
"Raka... " panggil papa Kenzo yang ternyata sudah ikut masuk dan berdiri di belakang Raka.
"Ryana Pa, Ryana. Dia gak boleh tinggalin Raka, gak boleh Pa. Raka gak mau hiks hiks," ucap Raka terus memeluk istrinya.
"Raka, ikhlaskan. Biarkan Ryana tenang di sana bersama anak anak kalian," ujar papa Kenzo dengan suara parau nya.
Meskipun Ryana hanya menantu nya, namun ia juga sudah menyayangi nya. Ia sudah menganggap Ryana sebagai anak nya sendiri. Dan ia merasa sangat bersalah atas musibah yang menimpa menantu nya.
__ADS_1
"Gak Pa, Raka gak mau! Kenapa harus Ryana? Tuhan sudah mengambil anak anak Raka, gapapa. Raka ikhlas, tapi tidak dengan Ryana Pa. Raka gak mau hiks hiks!" Ia terus menggelengkan kepala nya, meraung dan dan memeluk istrinya dengan begitu erat.
Brakkk!
Raka tau siapa yang datang, ia memejamkan mata nya, menggelengkan kepala serta mengeratkan pelukan nya semakin erat seolah enggan melepaskan.
"Kamu apakan putri ku hah!" bentak seorang laki laki paruh baya yang sudah ber linangan air mata. Ia seger menarik tubuh menantu nya dengan sekuat tenaga, namun Raka juga semakin mengeratkan pelukan nya dari Ryana agar tidak terlepas.
"Gak mau Dad! Raka gak akan lepasin Ryana! Raka gak mau!" jerit Raka menggelengkan kepala nya.
"Lepaskan! Lepaskan putri ku!"
"Gak mau Pa, Raka gak mau lepasin Ryana. Raka mencintai Ryana, Raka gak mau lepasin dia! Ryana gak boleh tinggalin Raka, dan gak ada yang boleh pisahin Raka dan Ryana. Gak boleh!" seru Raka dengan kekeuh.
"Kamu yang sudah mencelakai anak ku! Kamu yang membuat nya seperti ini, sekarang lepaskan atau—"
Brukk!
Belum sempat daddy Adnan menyelesaikan ancaman nya, tiba tiba tubuh Raka sudah terjatuh begitu saja di lantai tak sadarkan diri.
__ADS_1
Ya, laki laki itu jatuh pingsan. Ia sudah tidak sanggup lagi menahan rasa sesak yang ia rasakan. Bukan hanya anak anak nya yang pergi, namun istri nya juga ikut meninggalkan nya.
"Raka!" seru papa Kenzo, ia pun segera mengangkat anak nya bersama Kiano untuk membawa Raka ke ruangan lain.
Sementara itu, Adnan yang melihat menantu nya pingsan. Merasa sedikit kasihan, namun rasa kasihan itu lenyap saat kembali menghadapi kenyataan bahwa kini putri nya sudah pergi meninggalkan nya.
"Sayang... putri cantik nya Daddy, bangun Nak. Jangan tinggalin Daddy," gumam daddy Adnan begitu lirih.
Laki laki paruh baya itu menggenggam tangan putri nya dengan begitu lembut, mengecup pelan kening putri nya.
"Ryana... maafkan Daddy jika selama ini Daddy tidak bisa menjaga kamu Sayang. Daddy mohon, bangunlah ... Daddy janji, tidak akan memaksa kamu lagi, Daddy mohon Sayang, kembalilah. Jangan tinggalkan Daddy hiks hiks hiks."
Adnan mengepalkan tangan nya dengan kuat. Hatinya hancur dan terasa begitu sesak, baru saja ia mengantarkan anak laki laki nya ke Bandara, dan saat akan pulang ia mendapatkan kabar bahwa putri nya masuk rumah sakit dan kritis.
Belum hilang rasa terkejut nya mengetahui bahwa putri dan cucu nya kritis, saat ia sampai di rumah sakit. Ternyata ia menerima kabar bahwa nyawa putri nya tidak bisa tertolong.
Seketika itu juga, Adnan merasa dunia nya runtuh dan hancur berkeping-keping. Putri kesayangan nya, putri yang ia asuh dan rawat sejak bayi seorang diri, kini harus pergi meninggalkan nya untuk selama lamanya.
"Daddy masih belum bisa membahagiakanmu Nak, ayo bangunlah. Daddy mohon, hiks hiks!" Adnan semakin terisak sambil menggenggam dan menciumi tangan putri nya.
__ADS_1
...~To be continue......