
...~Happy Reading~...
Setelah puas dan kenyang, Raka dan Ryana pun bergegas untuk segera pulang ke rumah. Ryana memilih untuk menunggu Raka di dalam mobil lebih dulu, karena Raka harus membayar bill serta harus izin ke toilet.
Dan saat, Raka sudah masuk ke dalam mobil, Ryana di buat terkejut serta sampai mengerutkan dahi ketika melihat beberapa tentengan yang di bawa oleh Raka.
"Kamu masih laper? Kok take away banyak banget?" tanya Ryana sedikit bingung, "Dan juga kok itu banyak bgt?"
"Ini pesanan Winda, kasihan dia belum makan," jawab Raka seraya memutar setir kemudi dan mulai menjalankan mobil nya.
Deg!
Seketika itu juga, Ryana yang semula sedang bermain ponsel, seketika langsung menghentikan aktifitas tangan nya.
Tidak ingin ber prasangka buruk. Akan tetapi, semua kejadian harus bersangkutan. Tapi jika dirinya terus memikirkan perasaan nya, sudah pasti itu tidak akan baik baik saja ke depan nya.
"Memang nya dia gak masak?" tanya Ryana dengan sedikit pelan.
"Masak, tapi tadi pas ku tanyain katanya dia mau. Biarin lah gapapa sekali sekali, lagipula dia sudah lama gak makan ini juga," jawab Raka masih berusaha fokus dengan setir nya.
"Lama gak makan?" beo Ryana semakin tidak mengerti.
__ADS_1
"Iya, dulu Mama sering bawain dia makanan dari resto ini, dan dia suka banget. Makanya, ku pikir gak ada salah nya kalau kita belikan dia makanan ini juga, yah hitung hitung biar dia nostalgia lagi sama makanan kesukaan dia dulu. Toh juga selama dia di kampung gak pernah bisa makan kaya gini lagi," jelas Raka panjang lebar seketika membuat Ryana langsung terdiam.
Se perhatian itukah Raka kepada Winda? Se spesial itukah Winda di mata nya. Sampai harus membungkus kan makanan segitu banyak nya sedangkan Winda sendiri sudah makan.
Dan juga, apa kata Raka tadi, dirinya sudah tahu bahwa Winda masak. Akan tetapi Winda menerima tawaran Raka.
Bukankah itu berarti, Raka memiliki kontak Winda.. Dan mereka saling bertukar chat,
'Mungkin kah Raka tahu dari Winda?' gumam Ryana dalam hati, saat mengingat saat Raka tahu bahwa dirinya akan datang ke kantor.
"Ayo Sayang!" ucap Raka membukakan pintu untuk Ryana, membuat lamunan wanita hamil itu seketika langsung ambyar dan sadar bahwa kini mereka sudah tiba di rumah.
"Gak usah Win, kami sudah kenyang kok. Ini pesanan kamu," jawab Raka seraya memberikan bungkusan itu kepada Winda.
"Waah banyak banget!" pekik Winda terlihat begitu senang, "Makasih Mas. Dari baunya aja masih sama kaya yang dulu," imbuh nya setelah menghirup aroma makanan yang di bawa oleh Raka.
Hoekkkk!
Seketika itu juga Ryana langsung berlari masuk ke dalam rumah menuju kamar mandi. Karena saat ini, perut nya tiba tiba bergejolak dan ingin memuntahkan seluruh isi nya.
"Sayang!" teriak Raka langsung ikut berlari guna mengejar Ryana, "Sayang, kami gapapa?"
__ADS_1
Hoekkkk!
Hoeekkk!
"Aku mual banget, emmtt!" Ryana terus mengeluarkan seluruh isi perut nya, hingga membuat nya merasa lemas dan tidak kuat lagi menahan beban tubuh nya.
"Astaga Yank!" pekik Raka langsung menahan tubuh Ryana saat tubuh itu hendak rubuh dan tumbang.
"Badan aku lemes banget Ka, pusing dan emmtt—"
Lagi, untuk ke sekian kalinya Ryana memuntahkan seluruh isi perut nya. Entah apa yang salah, saat dirinya berada di restauran dan makan, ia begitu menikmati nya. Bahkan, rasa mual pada kehamilan nya sudah lama hilang nya.
Ini sudah memasuki trimester akhir, mengapa dirinya harus mengalami mual lagi. Dan kenapa harus mual saat selesai makan, padahal bisanya pagi hari, batin Ryana.
...~To be continue.... ...
...NOTE: ...
...Maaf ya, mungkin untuk hari ini, besok dan lusa. Mom akan jarang update karena kesibukan RL. Setelah acara Mom selesai nanti, InsyaAllah Mom akan kembali aktif seperti biasa ... ...
...Mom hanya izin sebentar ya, bukan brrti Mom gak update sama sekali. Mom tetap update, hanya saja JARANG. So, jangan pada kabur ninggalin Mom yaa... Tetap stay dan tunggu Mom update lagi, love you All... 🥰🥰🥰...
__ADS_1