MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
Kemarahan Kenzo


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Tuttt... Tuutt... Tuutt...


"Halo Ken."


"Dimana?" tanya Kenzo dengan suara datar nya, hingga membuat ibu dari tiga anak itu mengerutkan dahi.


Pasal nya, ia sangat jarang mendengar suara suami nya yang begitu dingin seperti itu. Bahkan hampir tidak pernah sejak mereka menikah.


"Ini masih di mobil, ada apa?" tanya Naura masih mencoba untuk tenang.


"Tidak! Aku tunggu kamu di rumah!"


Deg!


Seketika itu juga, hati Naura berdetak semakin kencang. Terlebih saat Kenzo menutup telfon nya begitu saja, tanpa ada kata sayang atau suara lembut sama sekali.


Naura menarik napas nya dengan sedikit berat, memberitahu supir yang menjemput nya agar segera mempercepat mobil nya. Hingga tak berapa lama, kini ia sudah tiba di rumah.

__ADS_1


Tanpa banyak bicara lagi, Naura segera bergegas turun bersama mbok Si dan masuk ke dalam rumah.


"Ken!" panggil Naura langsung membulatkan matanya saat melihat anak dari pembantu nya sudah tergeletak di atas sofa ruang tamu dengan bahu yang sudah di perban.


"Winda!" pekik Naura dan mbok Si secara bersamaan.


Keduanya segera menghampiri sofa itu terlebih mbok Si yang langsung menangis dan memeluk putri nya.


"Ken, ada apa? Kenapa dia—" tanya Naura namun segera di hentikan oleh Kenzo.


Laki laki itu memberikan isyarat kepada istri nya agar diam, lalu ia mendekati sofa, dimana mbok Si masih terisak menangisi putri nya.


"Bangun lah, tidak perlu membuat drama di rumah ku!" ucap Kenzo datar, membuat tangisan mbok Si terhenti begitupun dengan Naura yang semakin terlihat bingung melihat suami nya.


"AKU BILANG DIAM, RA!" bentak Kenzo langsung menatap tajam pada istri nya sendiri, tentu saja hal itu membuat Naura semakin terkejut dan tidak menduga sama sekali.


"Ken, kamu membentak ku!" seru Naura menatap suami nya dengan tatapan tak percaya.


Kenzo langsung mengusap wajah nya dengan kasar, lalu kembali menatap Winda dan juga mbok Si, mengabaikan pertanyaan dan pekikan dari istri nya.

__ADS_1


"M—maaf Pak, bisakah Bapak menjelaskan sesuatu? Kenapa dengan putri saya? Sungguh, saya tidak tau apa apa, Pa?" tanya mbok Si dengan suara bergetar menahan tangis.


Belasan tahun dirinya ikut bersama keluarga Nolan. Dan mungkin baru kali ini, mbok Si melihat atau mendapatkan amukan seperti ini dari seorang Kenzo. Padahal, majikan nya itu terlihat begitu humble, suka bercanda dan simple. Namun kali ini, terlihat begitu marah bahkan sampai membentak istri nya sendiri, membuat mbok Si merasa bahwa pasti ada sesuatu yang tidak beres.


"Iya Ken, coba jelaskan dulu sama kita. Ada apa? Kenapa kamu seperti orang kesetanan begini? Ada apa? Jangan mengutamakan amarah kamu dulu, bicara—"


"Bagaimana aku tidak mengeluarkan amarah saat menantu dan cucu kamu sekarat di rumah sakit gara gara dia hah!" bentak Kenzo kini kembali menatap istri nya.


Jeduaarr!


Jantung Naura terasa seperti tertusuk ribuan sembilu, saat melihat kilatan amarah di mata suami nya. Terlebih saat Kenzo mengatakan bahwa menantu dan cucu nya, itu berarti Ryana.


"K—kenapa? Ada apa dengan Ryana?" tanya Naura yang masih begitu terkejut.


"Ada apa? Ada apa kamu bilang? Aku bener bener gak ngerti sama jalan pikiran kamu dan dia!" Kenzo menunjuk ke arah mbok Si, "Bagaimana bisa kalian berdua memberikan iblis seperti itu di rumah anak ku, hah!"


"Ken!" seru Naura menggelengkan kepala nya, ia merasa tidak enak dan kasihan melihat raut wajah mbok Si yang juga nampak begitu terkejut dan terluka dengan ucapan Kenzo.


"Apakah aku salah bicara?" tanya Kenzo semakin menahan marah, "Mbok yang tahu tentang anak mbok sendiri. Dengan segala hormat, aku minta maaf jika perkataan ku kasar, tapi kali ini aku benar-benar kecewa sama mbok Si!"

__ADS_1


"Dan kamu, bangun lah. Ku rasa drama yang kau buat sudah sangat keterlaluan, dan jangan membuat kesabaran ku habis!" ucap Kenzo panjang lebar, yang mana langsung membuat mata gadis yang sejak tadi terpejam itu langsung terbuka.


...~To be continue... ...


__ADS_2