
Aurel masuk kedalam kantor
bersama Daren tentunya. Ia kaget,
ketika menemukan Elsa yang
tengah senyum dengan keduanya.
"Elsa? Ngapain lo kesini?" tanya
Daren.
"Kenapa emang? Gak boleh, cuma
mau main aja, "" ucap Elsa sembari
duduk di sofa. Elsa mengamati
ruangan Daren. Entah kenapa Sella mengizinkan elsa masuk kedalam.
"Gue rasa ruangan lo terlalu
monoton," ucap Elsa menatap
Daren.
"Udahlah, lo ngapain kesini. Pergi
sana. Gue mau kerja, " ucap Daren
mengusir Elsa.
Daren tahu seperti apa sifat Elsa
jadi ia tidak mau jika nanti Aurel
salah paham lagi.
"Apa sih Daren? Gue kan sepupu
lo. Emang salah kalau gue ada Disini. "Ucap Elsa.kehadiran Elsa.sungguh tidak di inginkan. la
bagaikan benalu, yang ada di
hidup Daren.
Tok... tok... tok...
"Permisi Pak," ucap Sella.
"Iya kenapa Sella?" tanya Daren.
"Tuan Baharuddin sudah
menunggu untuk meeting kedua
pagi ini, Pak," ucap Sella. Daren
sampai melupakannya.
"Duh saya lupa," ucap Daren. Daren tidak mungkin meninggalkan Aurel bersama
dengan Elsa. Bisa-bisa nanti Elsa
mempengaruhi Aurel.
"Sella, kamu bisa wakilkan saya?"
ucap Daren.
"Maaf Pak, gak bisa. Soalnya Tuan
Baharuddin langsung yang
meminta Bapak untuk meeting
hari ini," ucap Sella.
Daren menghela nafas. "Iya, lima
menit lagi saya keruangan
meeting." "Baik, pak. Saya permisi." Ucap Sella langsung pergi meninggalkan
ruangan.
Daren bingung harus gimana
sekarang.
"Udah sana lo pergi ke ruang
meeting. Udah di tungguin kan.
Gak enak," ucap Aurel.
Daren menatap Aurel. Seperti ada
yang ingin ia sampaikan. Lelaki itu
memeluk Aurel sembari
membisikkan sesuatu.
"Pokoknya kamu jangan sampai Percaya sama omongan Elsa."bisik Daren. Aurel mengangguk
paham.
Daren mengecup kening Aurel.
"Gue meeting dulu ya, bye..."
"Bye... " ucap Aurel menatap
kepergian Daren.
"Pengen muntah gue liatnya,"
sindir Elsa.
"Kenapa iri? Gak punya
pasangan?" ucap Aurel tidak kalah
julid. Elsa diam, menatap Aurel
tajam. "Ngapain lo kesini? Mau ngerecokin rumah tangga gue.""Lo pikir gue bakalan percaya
sama ucapan lo?" ucap Aurel lagi.
"Aurel, Aurel, lo itu gak cantik, lo
itu cuma cewek matre yang
ngincer harta Daren!" ujar Elsa.
"Bukannya itu lo?" ucap Aurel.
Aurel tersenyum culas. "Lo kan
yang mati-matian ngejar-ngejar
Cris? Eh Cris malah suka sama
Nessa. Dan karena lo takut Cris
sama Nessa jadian, lo nawarin
Daren ke Nessa.
Elsa tidak dapat membalas ucapan Aurel sekarang.
"Jangan lo pikir gue gak tahu
se-toxic apa lo, " sambung Aurel.
Untung saja, tadi pagi Daren
menceritakan semuanya.
"Lo benar-benar ya!" ucap Elsa
tidak terima. "Awas aja gue akan
buat perhitungan sama lo! Dan
gue pastiin Daren gak akan sama
lo lagi!"
"Silakan aja. Lo pikir gue takut?"
ucap Aurel tersenyum sinis. Elsa Segera pergi meninggalka ruangan Daren moodnya sudah
berantakan karena Aurel.
"Emang dasar si uler," ucap Aurel
ketika Elsa sudah pergi. Aurel
duduk di sofa untuk menangkan
__ADS_1
dirinya. Perempuan itu
menyandarkan kepalanya di
sandaran kursi.
Tiba-tiba seseorang masuk
kedalam ruangan. "Kelvin?"
"Tante, Om Daren mana?" tanya
Kelvin. Aurel mengamati Kelvin. la
baru sadar kalau ternyata Kelvin begitu imut.
"Om Daren lagi meeting. Kelvin
baru pulang sekolah?" tanya Aurel.
Kelvin mengangguk. "Tante bisa
main PS?"
Kelvin menyerahkan stik PS
kepada Aurel. Sejujurnya Aurel
tidak bisa. Tapi kenapa harus
takut, ia kan hanya melawan bocil.
"Oke, yang kalah harus teraktir ice
crime ya?" ucap Aurel.
"Siapa takut," ucap Kelvin. Aurel dan kelvin bermain PS. Dugaan Aurel salah. Karena ternyata
Kelvin lebih mahir dari apa yang ia
bayangkan. Belum apa-apa,
gawang Aurel sudah kebobolan.
"Yey! Aku menang!" ucap Kelvin
sangat antusias.
"Kok kamu jago banget sih
mainnya?" ucap Aurel mengusap
kepala Kelvin.
"Om Daren selalu ngajarin Kelvin,"
ucap Kelvin.
Aurel tersenyum, karena sangat Terlihat kelvin menyayangi Daren.Begitu pula sebaliknya.
Saat sedang asik bermain. Pintu
terbuka, menampilkan sosok
Daren dengan keringan di
keningnya.
"Sayang?" ucap Daren terlihat
sangat khawatir.
"Hai," ucap Aurel.
"Loh Kelvin?" Daren kaget, karena
menemukan Kelvin di ruangannya.
"Elsa mana?" tanya Daren."udah pulang. "Jawab Aurel. Seketika Daren lega, mengetahui
Elsa sudah pulang.
"Kalian ngapain?"
"Main PS," ucap Aurel.
"Emang lo bisa?"
Aurel menggelengkan kepalanya.
"Om, Kelvin menang lawan Tante
Aurel," ucap Kelvin menunjuk
skor permainannya. "Wah.pinter banget kelvin! Ayo sama-sama kita kalahkan Tante
Aurel," ucap Daren berjalan kearah
Kelvin.
"Ih curang, kalian mainnya
keroyokan!" ucap Aurel tidak
terima. Namun tetap saja, Daren
tidak perduli akan hal itu.
Daren memangku Kelvin dan
mereka sepakat untuk
mengalahkan Aurel.***
Finally, Aurel kalah ia harus Menelaktir Daren dan kelvin ice crime.
"Yah kalah deh, " ucap Aurel.
"Tante harus tralktir ice crime!"
ucap Kelvin.
"Ya udah ayo, Tante traktir," ucap
Aurel. Kelvin dan Daren nampak
begitu semangat. Sebentar lagi jam
makan siang, jadi mereka
memutuskan untuk makan di cafe
depan kantor.
Mereka keluar ruangan lalu
bertemu dengan Sella yang sedang duduk di ruangannya. Sella kaget karena melihat Kelvin juga ikut
keluar bersama Aurel dan Daren.
"Loh Pak, Kelvin mau ke mana?
"Ucap Sella kebingungan.
"Saya bawa Kelvin dulu ya, Sella.
Gak jauh kok cuman di cafe depan.
"Darren menggenggam tangan
Kelvin. Untuk menunjukkan
kepada Sella bahwa Kelvin aman
bersamanya.
"Oh begitu Pak ya sudah tidak
," kata Sella. Sella
apa-apa,"
menunduk mengatakan sesuatu kepada Kelvin.
"Sayang, kamu jangan nakal ya.
Nurut sama Om Daren dan Tante
Aurel," ucap Sella menasihati
Kelvin.
"Iya Ma,Kelvin gak nakal kok,"
balas Kelvin menyakinkan Sella.
Sella tersenyum mendengarny,ia
juga menguap kepala Kelvin
lembut.
__ADS_1
"Ya sudah Sella, kalau begitu kita
berangkat dulu ya," ucap Daren. "Iya, Pak. Hati-hati." Ucap sella tersenyum.
Mereka Aurel, Daren, dan Kelvin,
berjalan piringan bak keluarga
bahagia. Karen memegang tangan
sebelah kanan Kelvin sementara
Aurel memegang tangan sebelah
kiri Kelvin.
"Om, nanti sekalian beliin
makanan untuk mama ya," ucap
Kelvin kepada Daren.
"Pasti nanti Om beliin pesanan
Kelvin, "ucap Daren. Mereka sampai di kafe karena memang cafe hanya terletak di
depan gedung kantor Daren. Deren
memilih tempat duduk bersama
dengan Aurel dan juga Kelvin.
"Mbak," Darren mengacungkan
tangannya keatas. la memanggil
seorang waiters untuk memesan
makanan. "Saya mau ice crime
vanila 3, sama nasi kebulinya 3 ya
Mbak."
"lya yang di take away nasi kebuli
satu sama jus jeruk," sambung
Daren."Silakan ditunggu pesanannya,
"ucap seorang waiters begitu
ramah.
"Oh iya tadi Elsa nggak ngomong
apa-apa kan sama-sama lo?" tanya
Daren kepada Aurel yang sedang
sibuk dengan ponselnya.
"Enggak cuman ya cuman ya
biasalah, "jawab Aurel.
"Om, Kelvin pengen main di sana,"
ucap Kelvin menujuk sebuah play
ground."Ya udah.sana jangan jauh-jauh ya," ucap Daren kepada Kelvin.
Kelvin mengangguk. Memamg
tema cafe di sana adalah tempat
bermain. Tidak salah jika banyak
anak-anak yang datang bersama
orang tuanya disini.
"Itu gak pa-pa Kelvin kita biarin
main disitu?" tanya Aurel.
"Gak pa-pa aman kok disini,"
jawab Daren.
Aurel tersenyum, memperhatikan
Kelvin yang tengah bermain.
"Anak kecil seumuran Kelvin tuh masih lucu-lucunya deh. "
Daren mendongak, mantap Aurel.
"Lo mau punya anak?"
Aurel mengangguk, ia tidak sabar
segera punya anak.
"Ya udah ayo bikin yang banyak,"
ucap Daren tersenyum jahil.
"Yang banyak?" ucap Aurel
membayangkannya jadi ngeri.
"Enggak deh gue mau punya anak
dua. Kayak keluarga berencana gitu," Ucap Aurel."Dua? Ya kurang lah sayang,
minimal 7 kek," jawab Daren.
"7? Lo pikir gue apa? Kucing?"
ucap Aurel sewot.
"Nanti tiap tahun lo ngelahirin
anak yag lucu-lucu dan imut-imut,
ucap Daren membayangkannya.
"Gila, tiap tahun ngelahirin. Lo
mau nyiksa gue?" ucap Aurel tidak
terima.
"Kok nyiksa sih," ucap Daren.
"Bukan nyiksa tahu. ""Gak mau, pokoknya gue mau
punya anak dua!" ucap Aurel tidak
mau kalah dengan Daren.
"Empat deh kalau gitu, " tawar
Daren.
"Kok nawar sih," ucap Aurel
menatap Daren sengit.
"Permisi, ini pesanannya," ucap
seorang waiters yang datang
membawa nampan berisi
pesanan
mereka.
"Makasih Mbak," jawab Daren."Silakan menikmati, " ucap waiters
sembari tersenyum. Saat waiters
akan pergi. Daren mencegahnya.
"Mbak menurut Mbak, dua anak,
atau tujuh anak?" ucap Daren
meminta pendapat.
"Sepuluh mungkin Mas, biar
nambah rame,
," jawab waiters
membuat Aurel kaget.
"Nah itu, sepuluh!" ucap Daren
__ADS_1
dengan senangnya.
"Enggak!"