MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
BENALU


__ADS_3

Aurel masuk kedalam kantor


bersama Daren tentunya. Ia kaget,


ketika menemukan Elsa yang


tengah senyum dengan keduanya.


"Elsa? Ngapain lo kesini?" tanya


Daren.


"Kenapa emang? Gak boleh, cuma


mau main aja, "" ucap Elsa sembari


duduk di sofa. Elsa mengamati


ruangan Daren. Entah kenapa Sella mengizinkan elsa masuk kedalam.


"Gue rasa ruangan lo terlalu


monoton," ucap Elsa menatap


Daren.


"Udahlah, lo ngapain kesini. Pergi


sana. Gue mau kerja, " ucap Daren


mengusir Elsa.


Daren tahu seperti apa sifat Elsa


jadi ia tidak mau jika nanti Aurel


salah paham lagi.


"Apa sih Daren? Gue kan sepupu


lo. Emang salah kalau gue ada Disini. "Ucap Elsa.kehadiran Elsa.sungguh tidak di inginkan. la


bagaikan benalu, yang ada di


hidup Daren.


Tok... tok... tok...


"Permisi Pak," ucap Sella.


"Iya kenapa Sella?" tanya Daren.


"Tuan Baharuddin sudah


menunggu untuk meeting kedua


pagi ini, Pak," ucap Sella. Daren


sampai melupakannya.


"Duh saya lupa," ucap Daren. Daren tidak mungkin meninggalkan Aurel bersama


dengan Elsa. Bisa-bisa nanti Elsa


mempengaruhi Aurel.


"Sella, kamu bisa wakilkan saya?"


ucap Daren.


"Maaf Pak, gak bisa. Soalnya Tuan


Baharuddin langsung yang


meminta Bapak untuk meeting


hari ini," ucap Sella.


Daren menghela nafas. "Iya, lima


menit lagi saya keruangan


meeting." "Baik, pak. Saya permisi." Ucap Sella langsung pergi meninggalkan


ruangan.


Daren bingung harus gimana


sekarang.


"Udah sana lo pergi ke ruang


meeting. Udah di tungguin kan.


Gak enak," ucap Aurel.


Daren menatap Aurel. Seperti ada


yang ingin ia sampaikan. Lelaki itu


memeluk Aurel sembari


membisikkan sesuatu.


"Pokoknya kamu jangan sampai Percaya sama omongan Elsa."bisik Daren. Aurel mengangguk


paham.


Daren mengecup kening Aurel.


"Gue meeting dulu ya, bye..."


"Bye... " ucap Aurel menatap


kepergian Daren.


"Pengen muntah gue liatnya,"


sindir Elsa.


"Kenapa iri? Gak punya


pasangan?" ucap Aurel tidak kalah


julid. Elsa diam, menatap Aurel


tajam. "Ngapain lo kesini? Mau ngerecokin rumah tangga gue.""Lo pikir gue bakalan percaya


sama ucapan lo?" ucap Aurel lagi.


"Aurel, Aurel, lo itu gak cantik, lo


itu cuma cewek matre yang


ngincer harta Daren!" ujar Elsa.


"Bukannya itu lo?" ucap Aurel.


Aurel tersenyum culas. "Lo kan


yang mati-matian ngejar-ngejar


Cris? Eh Cris malah suka sama


Nessa. Dan karena lo takut Cris


sama Nessa jadian, lo nawarin


Daren ke Nessa.


Elsa tidak dapat membalas ucapan Aurel sekarang.


"Jangan lo pikir gue gak tahu


se-toxic apa lo, " sambung Aurel.


Untung saja, tadi pagi Daren


menceritakan semuanya.


"Lo benar-benar ya!" ucap Elsa


tidak terima. "Awas aja gue akan


buat perhitungan sama lo! Dan


gue pastiin Daren gak akan sama


lo lagi!"


"Silakan aja. Lo pikir gue takut?"


ucap Aurel tersenyum sinis. Elsa Segera pergi meninggalka ruangan Daren moodnya sudah


berantakan karena Aurel.


"Emang dasar si uler," ucap Aurel


ketika Elsa sudah pergi. Aurel


duduk di sofa untuk menangkan

__ADS_1


dirinya. Perempuan itu


menyandarkan kepalanya di


sandaran kursi.


Tiba-tiba seseorang masuk


kedalam ruangan. "Kelvin?"


"Tante, Om Daren mana?" tanya


Kelvin. Aurel mengamati Kelvin. la


baru sadar kalau ternyata Kelvin begitu imut.


"Om Daren lagi meeting. Kelvin


baru pulang sekolah?" tanya Aurel.


Kelvin mengangguk. "Tante bisa


main PS?"


Kelvin menyerahkan stik PS


kepada Aurel. Sejujurnya Aurel


tidak bisa. Tapi kenapa harus


takut, ia kan hanya melawan bocil.


"Oke, yang kalah harus teraktir ice


crime ya?" ucap Aurel.


"Siapa takut," ucap Kelvin. Aurel dan kelvin bermain PS. Dugaan Aurel salah. Karena ternyata


Kelvin lebih mahir dari apa yang ia


bayangkan. Belum apa-apa,


gawang Aurel sudah kebobolan.


"Yey! Aku menang!" ucap Kelvin


sangat antusias.


"Kok kamu jago banget sih


mainnya?" ucap Aurel mengusap


kepala Kelvin.


"Om Daren selalu ngajarin Kelvin,"


ucap Kelvin.


Aurel tersenyum, karena sangat Terlihat kelvin menyayangi Daren.Begitu pula sebaliknya.


Saat sedang asik bermain. Pintu


terbuka, menampilkan sosok


Daren dengan keringan di


keningnya.


"Sayang?" ucap Daren terlihat


sangat khawatir.


"Hai," ucap Aurel.


"Loh Kelvin?" Daren kaget, karena


menemukan Kelvin di ruangannya.


"Elsa mana?" tanya Daren."udah pulang. "Jawab Aurel. Seketika Daren lega, mengetahui


Elsa sudah pulang.


"Kalian ngapain?"


"Main PS," ucap Aurel.


"Emang lo bisa?"


Aurel menggelengkan kepalanya.


"Om, Kelvin menang lawan Tante


Aurel," ucap Kelvin menunjuk


skor permainannya. "Wah.pinter banget kelvin! Ayo sama-sama kita kalahkan Tante


Aurel," ucap Daren berjalan kearah


Kelvin.


"Ih curang, kalian mainnya


keroyokan!" ucap Aurel tidak


terima. Namun tetap saja, Daren


tidak perduli akan hal itu.


Daren memangku Kelvin dan


mereka sepakat untuk


mengalahkan Aurel.***


Finally, Aurel kalah ia harus Menelaktir Daren dan kelvin ice crime.


"Yah kalah deh, " ucap Aurel.


"Tante harus tralktir ice crime!"


ucap Kelvin.


"Ya udah ayo, Tante traktir," ucap


Aurel. Kelvin dan Daren nampak


begitu semangat. Sebentar lagi jam


makan siang, jadi mereka


memutuskan untuk makan di cafe


depan kantor.


Mereka keluar ruangan lalu


bertemu dengan Sella yang sedang duduk di ruangannya. Sella kaget karena melihat Kelvin juga ikut


keluar bersama Aurel dan Daren.


"Loh Pak, Kelvin mau ke mana?


"Ucap Sella kebingungan.


"Saya bawa Kelvin dulu ya, Sella.


Gak jauh kok cuman di cafe depan.


"Darren menggenggam tangan


Kelvin. Untuk menunjukkan


kepada Sella bahwa Kelvin aman


bersamanya.


"Oh begitu Pak ya sudah tidak


," kata Sella. Sella


apa-apa,"


menunduk mengatakan sesuatu kepada Kelvin.


"Sayang, kamu jangan nakal ya.


Nurut sama Om Daren dan Tante


Aurel," ucap Sella menasihati


Kelvin.


"Iya Ma,Kelvin gak nakal kok,"


balas Kelvin menyakinkan Sella.


Sella tersenyum mendengarny,ia


juga menguap kepala Kelvin


lembut.

__ADS_1


"Ya sudah Sella, kalau begitu kita


berangkat dulu ya," ucap Daren. "Iya, Pak. Hati-hati." Ucap sella tersenyum.


Mereka Aurel, Daren, dan Kelvin,


berjalan piringan bak keluarga


bahagia. Karen memegang tangan


sebelah kanan Kelvin sementara


Aurel memegang tangan sebelah


kiri Kelvin.


"Om, nanti sekalian beliin


makanan untuk mama ya," ucap


Kelvin kepada Daren.


"Pasti nanti Om beliin pesanan


Kelvin, "ucap Daren. Mereka sampai di kafe karena memang cafe hanya terletak di


depan gedung kantor Daren. Deren


memilih tempat duduk bersama


dengan Aurel dan juga Kelvin.


"Mbak," Darren mengacungkan


tangannya keatas. la memanggil


seorang waiters untuk memesan


makanan. "Saya mau ice crime


vanila 3, sama nasi kebulinya 3 ya


Mbak."


"lya yang di take away nasi kebuli


satu sama jus jeruk," sambung


Daren."Silakan ditunggu pesanannya,


"ucap seorang waiters begitu


ramah.


"Oh iya tadi Elsa nggak ngomong


apa-apa kan sama-sama lo?" tanya


Daren kepada Aurel yang sedang


sibuk dengan ponselnya.


"Enggak cuman ya cuman ya


biasalah, "jawab Aurel.


"Om, Kelvin pengen main di sana,"


ucap Kelvin menujuk sebuah play


ground."Ya udah.sana jangan jauh-jauh ya," ucap Daren kepada Kelvin.


Kelvin mengangguk. Memamg


tema cafe di sana adalah tempat


bermain. Tidak salah jika banyak


anak-anak yang datang bersama


orang tuanya disini.


"Itu gak pa-pa Kelvin kita biarin


main disitu?" tanya Aurel.


"Gak pa-pa aman kok disini,"


jawab Daren.


Aurel tersenyum, memperhatikan


Kelvin yang tengah bermain.


"Anak kecil seumuran Kelvin tuh masih lucu-lucunya deh. "


Daren mendongak, mantap Aurel.


"Lo mau punya anak?"


Aurel mengangguk, ia tidak sabar


segera punya anak.


"Ya udah ayo bikin yang banyak,"


ucap Daren tersenyum jahil.


"Yang banyak?" ucap Aurel


membayangkannya jadi ngeri.


"Enggak deh gue mau punya anak


dua. Kayak keluarga berencana gitu," Ucap Aurel."Dua? Ya kurang lah sayang,


minimal 7 kek," jawab Daren.


"7? Lo pikir gue apa? Kucing?"


ucap Aurel sewot.


"Nanti tiap tahun lo ngelahirin


anak yag lucu-lucu dan imut-imut,


ucap Daren membayangkannya.


"Gila, tiap tahun ngelahirin. Lo


mau nyiksa gue?" ucap Aurel tidak


terima.


"Kok nyiksa sih," ucap Daren.


"Bukan nyiksa tahu. ""Gak mau, pokoknya gue mau


punya anak dua!" ucap Aurel tidak


mau kalah dengan Daren.


"Empat deh kalau gitu, " tawar


Daren.


"Kok nawar sih," ucap Aurel


menatap Daren sengit.


"Permisi, ini pesanannya," ucap


seorang waiters yang datang


membawa nampan berisi


pesanan


mereka.


"Makasih Mbak," jawab Daren."Silakan menikmati, " ucap waiters


sembari tersenyum. Saat waiters


akan pergi. Daren mencegahnya.


"Mbak menurut Mbak, dua anak,


atau tujuh anak?" ucap Daren


meminta pendapat.


"Sepuluh mungkin Mas, biar


nambah rame,


," jawab waiters


membuat Aurel kaget.


"Nah itu, sepuluh!" ucap Daren

__ADS_1


dengan senangnya.


"Enggak!"


__ADS_2