MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
148


__ADS_3

Viona berjalan menuju pintu dengan cepat untuk melihat siapa yang datang.


Didepannya sudah berdiri seseorang.


‘’iya... cari siapa ?.’’ tanya viona pada orang yang tengah berada didepannya.


‘’apakah benar ini rumah bapak kevin pandei rajawali?.’’ Tanya balik orang tersebut yang merupakan seorang kurir .


‘’iya betul .’’ jawab viona.


‘’ada paket untuk bapak kevin.’’ Ucap kurir tersebut sambil menyodorkan sebuah amplop yang masih bersegel .


Setelah menanda tangani bukti penerimaan Viona pun menerima amplop tersebut.


‘’apa ini ?.’’ ucap viona setelah menutup pintu rumahnya kembali.


Dibolak boliknya amplop tersebut.


‘’inikan alamat sekolah ku.’’ Ucap viona lagi setelah melihat alamat sipengirim .


Karena penasaran ,viona membuka amplop tersebut,dan melihat isinya.


‘’sebuah surat.’’ Kening viona tampak berkerut.


Ia pun duduk diatas sofa sambil membaca surat yang baru saja ia terima.


viona nampak fokus membaca surat tersebut.bait demi bait dibacanya,matanya tampak melotot ,mulutnya terlihat mengangak,seketika membaca bait berikutnya.


Tampa sadar viona menjatuhkan kertas tersebut,kedua tangannya digunakan untuk menutupi mulutnya,yang tidak percaya akan isi dari surat tersebut.


‘’amerika ?


‘’apakah dia akan meninggalkanku? Viona membatin dengan resah.sekarang tangannya beralih memegangi perutnya yang sudah sedikit menonjol itu.tampa aba aba airmatanya jatuh begitu saja membasahi pipi mulusnya.


Ditempat lain....


’’hahahha,,jadi juga nana sama pandu.’’ batin dira setelah melihat video yang dikirimkan oleh viona.


ck


‘’ sayang gue nggak ada disana,tapi gue senang kalau nana bahagia.’’ Batin dira lagi .


‘’ada apa ra?kok tiba tiba diam.’’ Ucap seseorang yang tengah duduk diatas kursi roda.


‘’hah,,,tidak apa- apa nek,sekarang nenek mau kemana ? .’’tanya dira sambil kembali memasukkan ponselnya kedalam saku.


Karena sekarang dira tengah membawa neneknya jalan jalan ketaman didekat rumah.


‘’nenek haus ra.’’ Ucap nenek sambil memegangi tenggorokannya.


‘’nenek haus,ya sudah kalau gitu nenek tunggu disini,dira beli minum dulu.’’ Ucap dira yang mendapat anggukan dari sang nenek.


Dira pun meninggalkan neneknya sendiri dan pergi kesupemarket yang ada diseberang jalan.


Belum beberapa menit,datang tiga orang anak kecil menghampiri neneknya dira,mereka bermaksud mengerjai sang nenek.


‘’kalian mau ngapain,jangan ganggu saya?.’’ Ucap sang nenek ketika salah satu dari anak tersebut mendorong kursi roda tersebut.


‘’hey jangan,,, tolooong.’’ Teriak sang nenek ketika anak itu melepaskan pegangannya dari kursi roda.kursi roda itu bergelinding dengan kencang,tangan sang nenek tidak bisa menjangkau roda kursi roda tersebut untuk memberhentikannya.


anak-anak tersebut merasa sangat senang setelah mengerjai si nenek.

__ADS_1


nenek dira terlihat panik,karena kursi roda berjalan dengan sangat kencang,dan sebentar lagi kursi roda tersebut akan sampai ketengah jalan raya.


’’nenek .’’ teriak dira dengan panik dari seberang jalan.


ia melihat ada mobil yang akan segera melintas,dengan cepat ia berlari kearah neneknya,namun dira terlambat,ia gagal meraih kursi roda milik neneknya.


tapi untung ada seseorang yang menyelamatkan neneknya terlebih dahulu.


‘’nenek tidak apa-apa.” Ucap seorang pemuda kepada nenek yang masih memejamkan matanya.


“saya masih hidup?” ucap nenek setelah membuka kedua matanya.


“iya nenek masih hidup.’’ Ucap pria itu sambil tersenyum.


”syukurlah.” Sang nenek memegangi dadanya


“nenek.” Ucap dira sambil berlari kearah neneknya.


“nenek tidak apa-apa .”tanya dira lagi memeriksa keadaan sang nenek dan kemudian memelukknya .


“tidak,,, nenek tidak apa-apa.’’ Ucap nenek sambil membelai punggung cucu kesayangannya itu.


“syukurlah nenek tidak apa-apa.” Ucap dira setelah melepaskan pelukannya dengan lega.


“untung ada cucu ini yang menyelamatkan nenek.” Ucap nenek melihat kearah seseorang yang tengah berada dibelakang dira.


Dira menoleh kearah yang dituju sang nenek.


“elohh.” Ucap dira sambil menunjuk kearah seseorang yang ia kenal.begitu juga dengan sipria yang terkejut melihat siapa yang ada didepannya.


“dira.” Ucap arka tidak percaya bertemu dira disana.


“lo ngapain disini?nggak nyangka kita bisa bertemu.” Ucap dira


“iya gue ada pekerjaan disini.oh iya teman teman bilang lo udah pulang kekota lo,jadi kota lo disini?.’’ ucap arka yang masih tidak menyangka bisa bertemu lagi dengan dira.


Dira mengangguk sambil tersenyum manis kearah arka.


“kalian saling mengenal? Ucap nenek sambil memandang arka dan dira secara bergantian.


Arka hanya tersenyum kearah nenek.


“iya nek,ini arka teman sekolahku.” Ucap dira


“iya nek.’’ Ucap arka kemudian mencium tangan sang nenek.


“oh iya,,,terima kasih sudah menolong nenek,kalau tidak ada kamu nenek tidak apa yang terjadi tadi.” Ucap sang nenek.


“iya nek,sama sama.” Ucap arka membalas sambil tersenyum.


“makasi ya.’’ Kali ini dira yang berterima kasih.


Arka mengangguk sambil tersenyum tampan,membuat jantung dira berdebar dengan cepat.


”oh ya nek,kenapa kursi rodanya bisa berjalan sendiri?.”tanya dira perasaan dirinya meninggalkan neneknya ditempat yang aman.


“ada tiga anak kecil yang mendatangi nenek,salah satu dari mereka mendorong dan lalau melepaskan kursi roda nenek.” Adu sang nenek pada dira yeng membuat dira sedikit emosi.


‘’dasar anak anak nakal,mereka harus dikasih pelajaran.’’ Ucap dira, ia ingin beranjak dari sana untuk mencari ketiga anak kecil tersebut, namun ditahan oleh sang nenek.


‘’jangan ra,tidak usah mereka hanya anak kecil.’’ Ucap nenek.

__ADS_1


“tapi mereka sudah membahayakan nyawa nenek,kalau tadi terjadi apa-apa bagaimana?siapa yang akan tanggung jawab nek.” Ucap dira yang membuat nenek menggeleng.


‘’buktinya nenek tidak apa –apa kan,sudah nenek mau pulang saja,ajak temanmu ini untuk singgah terlebih dahulu kerumah kita.”


Ucap nenek dira sambil melihat kearah arka.


Karena terlalu emosi,dira jadi melupakan arka yang baru saja menolong neneknya.


“maaf gue jadi melupakan lo..


“tidak papa,wajar kok..” ucap arka sambil tersenyum


‘’mampir dulu kerumah gue .” ajak dira.


“mau sih,tapi ada pekerjaan yang harus gue selesaikan sekarang,lain kali kalau kita bertemu lagi,gue mampir kerumah lo.’’ Ucap arka yang membuat dira sedikit kecewa.


‘’oh,,okey.’’ Jawab dira dengan memaksakan senyumannya.padahal ia berharap sekali arka bisa mampir dan mengobrol bersamanya.


Arka melihat jam dipergelangan tangannya,memang hari ini ia ada rapat penting dengan klien papanya.


”nenek saya perminsi ya.’’ Pamit arka pada nenek dira.


‘’yah cu,kenapa tidak mau mampir kerumah nenek.’’ Ucap nenek dira yang juga ikut kecewa.


‘’lain kali saya pasti akan mampir nek.’’ Ucap arka meyakinkan.


‘’kalau lo mau mampir,lo bisa datang kealamat ini.’’ Ucap dira sambil menyodorkan sebuah kartu.


‘iya makasih.’’ Ucap arka sambil meraih kartu tersebut dari tangan dira.


‘’dekat kok dari sini.’’ Ucap dira lagi sambil tersenyum dan dibalas oleh arka dengan anggukan lalu tersenyum.


‘’ya udah gue pergi ya,jaga nenek lo baik baik,jangan sampai kejadian ini terulang lagi.’’ Pesan dari arka.


‘’ iya ..’’ucap dira lagi,hatinya begitu senang mendapat perhatian dari arka.


Tok ...tok... tok...


Mama ratna terus menggedor-gedor pintu kamar anak gadisnya.sejak pagi nana tidak keluar dari kamar,ia lebih memilih mengurung diri didalam kamar sambil memikirkan kejadian tadi malam.ia tidak menyangka akan bertunangan dengan pandu.


Nana duduk diatas tempat tidur sambil memangku kedua lututnya,ia terlihat melamun sambil memperhatikan sebuah cincin cantik yang melekat dijari manisnya itu.


‘’kenapa mama tega berbuat seperti itu,aku memang menyukai pandu, aku juga pengen menikah muda seperti viona.tapi pandu.....


Airmata nana jatuh begitu saja dari tempatnya.mungkin ia akan merasa senang dengan pertunangan ini kalau pandu juga menyukainya,tapi ini hanyalah rencana dari orang tua mereka.


Sementara...


Disebuah kantor,tampak seseorang tengah mengamuk didalam ruangannya.


‘’hancur sudah rencanaku.’’ Ucap papa stella sambil berkacak pinggang dengan penuh emosi.


‘’sabar pa,kita harus sabar,pandu dan gadis itu hanya bertunangan ,belum menikah,aku masih punya kesempatan.’’ Ucap stella menenangkan papanya.


‘’papa tidak tau lagi,kamu urus semuanya,agar pandu tidak menikah dengan gadis itu.’’ Ucap papa stella duduk dikursinya sambil memijit keningnya .


‘’papa tenang saja,pernikahan mereka tidak akan terjadi,aku yang akan menikah dengan pandu.’’ Ucap stella dengan angkuhnya.


‘’aku yakin pandu tidak menyukai gadis itu,pertunangan itu pasti terjadi dengan tiba tiba.’’ Batin stella ,karena kemaren ia melihat pandu begitu terkejut setelah mendengarkan penuturan dari sipembawa acara,wajahnya memandang tidak suka ketika nana menghampirinya,bahkan terkesan cuek.


Stella tersenyum menyerigai sambil keluar dari ruangan papanya.

__ADS_1


__ADS_2