MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
Cinta atau tidak


__ADS_3

...~Happy Reading~>...


Untuk beberapa detik, Raka masih terdiam sambil membalas tatapan intens dari Ryana. Lalu, tiba tiba ia mengambil tangan Ryana dan ia letakkan di dada nya.


"Kamu bisa merasakan itu, Na." ucap Raka pelan, "Dia berdetak untuk kamu. Aku terlahir selain untuk Mama dan Papa, tapi aku di ciptakan dan di lahirkan untuk kamu. Jadi sangat tidak mungkin jika aku tidak mencintai kamu. Aku tidak mungkin akan segila ini saat jauh dari kamu. Dan aku tidak mungkin menjadi biang rusuh kalau bukan karena kamu!"


"Kamu ingat kan, sejak pertama kali kita bertemu. Saat itu kita masih perkenalan awal masuk sekolah. Dan aku udah milih untuk duduk di dekat kamu, karena aku udah suka sama kamu. Bahkan, aku sampai rela membawa pensil kamu pulang ke rumah agar tidak hilang. Semua itu ku lakukan demi kamu, Na. Demi kamu!" imbuh Raka panjang lebar seperti biasa dengan wajah penuh drama.


"Aku hanya bertanya, apa kamu mencintai ku atau tidak. Cukup jawab iya atau tidak, kenapa harus sepanjang kereta. Dan jawaban kamu, sungguh membuat ku pusing!" Ryana menarik napas nya panjang.


"Dan juga, soal pensil ku. Pensil ku tidak akan hilang kalau tidak kamu curi." imbuh Ryana kembali berdecak kesal.


Ya, Ryana kembali di buat kesal saat di ingatkan oleh pensil nya. Hampir setiap hari, Ryana harus membawa pensil baru, karena Raka selalu merampas pensil milik nya.

__ADS_1


Setiap pulang sekolah, saat pelajaran sudah usai, pasti Raka akan mengambil tempat pensil Ryana dan mengambil pensil nya.


"Iya iya maaf. Aku dulu masih tengil, aku gak berani bilang kalau aku suka sama kamu. Lagi juga kamu galak, gak mau temenan sama aku!" balas Raka memanyunkan bibir nya.


"Gimana aku mau main dan temenan sama kamu, kalau kamu selalu rusuh. Sampai sampai nyuri seragam sekolah! Kamu ih!" seru Ryana semakin di buat kesal.


"Dari dulu sampai sekarang kamu itu gak pernah berubah. Sama aja masih tengil!" imbuh Ryana.


"Ya kan aku kaya gitu biar bisa deket sama kamu Sayang," rayu Raka menyandarkan kepala nya di bahu Ryana.


"Udah dong Yank, jangan marah marah. Masa lalu itu gak boleh di ingat. Lagipula itu cuma masa lalu kita, anggap aja angin lewat. Sekarang, kita sudah menikah, aku udah jadi suami kamu. Aku udah gak rusuh apalagi tengil kaya dulu lagi."


"Aku udah jadi laki laki sejati, yang mencintai kamu dengan setulus hati. Sampai kapanpun, di hatiku cuma ada kamu, tidak ada yang lain lagi. Bahkan, cintaku tidak akan pernah terbagi, meskipun buat anak kita sendiri nanti. Cinta ku ke kamu akan tetap utuh!" jelas Raka panjang lebar.

__ADS_1


Bug!


"Adoohhh sakit yank!" pekik Raka langsung menjauhkan badan nya saat merasakan sebuah hantaman yang cukup keras pada bahu nya.


"Mulut kamu ya Ka. Niat ngajak baikan gak sih?" cetus Ryana menatap Raka dengan semakin kesal.


Bagaimana bisa, Raka berkata seperti itu. Cinta nya tidak akan pernah terbagi, sedangkan anak anak mereka juga butuh cinta dari ayah nya.


"Tuh kan aku salah lagi. Nanti kalau aku bilang aku lebih sayang anak anak, kamu cemburu lagi. Ngambek lagi, sekarang aku bilang gitu kamu marah. Aku harus jawab apa yank!" rengek Raka persis seperti anak kecil yang hendak menangis karena tidak di belikan permen.


"Tau ah! Jadi makin sebel aku sama kamu!" jawab Ryana mendengus lalu kembali merebahkan badan nya di tempat tidur.


"Yank, gak jadi laper? Perut ku udah bunyi loh?" ucap Raka dengan wajah polos nya, seketika membuat Ryana tersadar dan kembali membuka mata.

__ADS_1


Ia juga belum makan, begitupun anak anak nya sudah pasti juga lapar. Dan gara gara perdebatan nya dengan Raka, dirinya sampai lupa kalau ia belum makan.


...~To be continue ... ...


__ADS_2