MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
Damai


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Setelah beberapa saat Ryan berusaha membujuk Ryana, akhirnya wanita itu mengizinkan suami dan ipar nya untuk masuk ke dalam kamar.


Karena kamar Ryana berada di lantai dua. Dan kursi roda milik Kara tidak bisa di bawa ke atas, karena akan sedikit ribet. Akhirnya Raka memutuskan untuk mengangkat tubuh Kara dan membawa nya ke lantai atas.


Sementara itu, Ryana yang melihat bagaimana cara Raka yang menggendong seorang gadis cantik ke dalam kamar nya. Meskipun ia tahu bahwa gadis itu adalah saudara kembar nya, namun entah mengapa ia masih merasakan sedikit rasa sesak di dalam hati.


Egois? Salah, memang Ryana akui itu. Sejujurnya Ryana pun malu bila harus mengakui bahwa dirinya cemburu kepada Kara yang tak lain adalah ipar nya sendiri.


Berulang kali, ia berusaha untuk menekan ego nya dan membuang perasaan itu, namun tetap saja. Rasanya justru akan semakin sesak.


Hubungan Raka dan Kara, sama seperti dirinya dan Ryan. Namun entah mengapa ia bisa memiliki perasaan yang begitu laknat seperti itu.

__ADS_1


Mungkin, jika saja Ryana tahu sejak awal. Ia tidak akan merasa se cemburu ini, mungkin.


"Ryana... " panggil Kara pelan saat ia sudah duduk di samping wanita yang tengah hamil tersebut.


"Hโ€”hay... " sapa Ryana mencoba untuk tersenyum walaupun dengan paksaan dan kikuk.


"Na... bagaimana keadaan kamu?" tanya Kara pelan, kini gadis itu memberanikan diri untuk menggenggam tangan Ryana, "Maaf, karena aku baru datang kemari untuk menemui kamu. Maafkan aku Ryana, seharusnya aku datang lebih awal. Sejak awal, aku dan Raka bertemu Mama juga Papa. Maafin aku," imbuh Kara pelan dan kini mulai meneteskan air mata.


"Seharusnya aku tidak boleh kekanak-kanakan, Seharusnya aku bisa lebih dewasa. Dan seharusnya aku tidak boleh memiliki perasaan seperti ini." Ryana menundukkan kepala nya, tangis nya kembali pecah, saat harus berhadapan dengan Kara dan Raka.


"Kamu gak salah Na, aku yang salah disini. Aku yang meminta Raka untuk menutupi identitas ku, karena aku tidak mau semua orang tahu siapa aku. Aku egois Na, jadi aku yang salah, bukan kamu," ucap Kara semakin terisak, dan akhirnya kedua wanita dan gadis itu berpelukan dan berlomba beradu tangisan.


Sementara dua laki laki yang berwajah datar itu, hanya bisa diam di ujung ruangan, mengamati kedua adik nya yang sedang berlomba menangis.

__ADS_1


'Semoga ini akan menjadi awal yang baik!' gumam Raka dalam hati nya ikut terharu sekaligus merasa lega, karena adik dan istri nya sudah bisa damai dan saling memaafkan, ralat, bukan saling memaafkan namun saling meminta maaf.


"Jadi, apakah kamu mau memaafkan ku?" tanya Kara yang sudah melepaskan pelukan nya.


Untuk sesaat, Ryana terdiam, ia melirik ke arah suami dan kakak nya, lalu ia tersenyum dan menganggukkan kepala.


"Terimakasih Na, aku berharap, kita bisa menjadi saudara ipar yang kompak dan bersahabat," ucap Kara tersenyum bahagia seraya menghapus air mata nya.


"Amin," balas Ryana ikut tersenyum. Namun, jauh di dalam lubuk hati nya, Ryana masih merasakan sedikit ke ganjalan yang sangat sulit untuk di ungkapkan.


'Biarkan perasaan ini aku sendiri yang menyimpan dan mengetahui nya. Dan aku berharap, semoga Tuhan bisa menghilangkan rasa itu secepat nya!' gumam Ryana dalam hati.


...~To be continue......

__ADS_1


__ADS_2