
...~Happy Reading~...
‘Kok gak ada suaranya lagi sih?’ gumam Ryana begitu lirih sambil mengerutkan dahi ketika sudah tidak mendengar suara Raka lagi di balik pintu.
‘Masa dia pergi? Ckckk, sumpah ya udah tau istri lagi ngambek, malah di tinggal. Dasar suami laknat, gak peka egois, nyebelin, ngeselin—“
“Tapi ganteng,” saut seorang laki laki dari arah belakang, hingga membuat Ryana langsung terkejut.
“Raka!!” pekik Ryana langsung memundurkan badan dan mengusap dada nya lantaran terkejut dengan keberadaan Raka.
“Iya Sayang ... “ jawab Raka tersenyum menggoda menatap istrinya.
“Kok bisa, tadi kan kamu—“ Ryana menunjuk arah luar kamar dan arah dimana keberadaan Raka, hingga tiba tiba matanya menatap ke arah pintu terhubung yang terbuka.
“Kangen ya sama aku? Padahal baru beberapa menit loh, sini aku gendong yok!” ucap Raka yang dengan tiba tiba langsung mengangkat tubuh Ryana dan membawa nya naik ke atas tempat tidur.
Ryana pasrah, ia tidak lagi melawan apalagi menolak. Karena semua itu juga percuma, dan pada akhirnya tetap saja dirinya yang kalah.
__ADS_1
“Hey boy and girls, sayang- sayang nya ayah. Kalian habis di ajak main petak umpet ya sama Bunda? Mau main lagi gak?’ tanya Raka sambil mengusap perut besar istri nya.
“Gak!” jawab Ryana dengan cepat.
“Tapi anak anak kita mau,Sayang. Mereka mau main sama Ayah yah, ayo!” ucap Raka lalu dengan cepat ia mulai melucuti semua pakaian nya dan Ryana untuk memulai permainan. Sedangkan wanita hamil itu lagi lagi di buat pasrah, karena setiap kali ia menolak, memberontak atau menepis perlakuan Raka, maka laki laki itu pasti saja selalu bisa memberikan banyak alasan dan rayuan hingga membuat nya kalah.
"Punya suami satu, modus nya kebangetan!" gumam Ryana dalam hati nya.
...🍁🍁🍁...
Pagi pagi sekali, bel rumah sudah berbunyi. Raka bergegas bangun untuk membukakan pintu. Yang mana ternyata itu adalah pembantu baru yang di janjikan oleh mama Naura beberapa waktu lalu.
“I—iya mas Raka,” jawab nya sedikit gugup dan menundukkan kepala.
Winda adalah anak dari mbok Si, pembantu di rumah mama Naura. Mbok Si sendiri sudah bekerja dengan orang tua Raka sejak masih muda, masih single hingga sudah memiliki anak. Bahkan, saat masih kecil. Winda juga kerap berlibur ke Jakarta dengan menginap di rumah orang tua Raka. Maka dari itu, Raka merasa sedikit pangling karena mereka sudah sangat lama tidak bertemu.
Alasan mama Naura merekrut Winda adalah, karena Winda anak dari mbok Si. Mama Naura percaya karena itu adalah rekomendasi sendiri dari mbok Si. Selain itu, karena usia mereka juga hampir sama, hanya saja Winda tidak melanjut hinga SMA. Dirinya hanya bersekolah hingga SMP saja.
__ADS_1
“Ya udah langsung masuk aja Win, kok gak sama mbok Si?’ tanya Raka mempersilahkan tamu nya untuk masuk.
“Tadi Ibu ikut kok Mas, Cuma lagi mampir ke supermarket depan aja. Katanya mau belanja, karena disini pasti gak ada apa apa katanya. Makanya tadi Winda di suruh jalan duluan kesini,” jawab nya sungkan.
“Oh gitu, ya udah. Ini kamar kamu, emmt itu, kamu udah bisa kan ya kerja nya? Karena aku gak bisa ngajarin kamu,” ujar Raka sedikit menggaruk tengkuk nya.
“Ya tentu bisa lah Mas, gimana sih. Saya kan sudah pernah kerja sebelum disini,” jawab Winda terkekeh.
“Oh ya, kerja di mana?” tanya Raka menatap tak percaya.
“Di kampung sih, sambil ngasuh ponakan sambil kerja juga ikut orang,” jawab Winda tersenyum dan langsung di balas anggukkan kepala oleh Raka.
Setelah mengantarkan Winda ke dalam kamar, Raka pun juga segera bergegas kembali ke kamar. Karena hari ini, dirinya harus pergi ke kantor papa nya untuk memulai bekerja sebagai karyawan magang.
Raka sengaja menunda kuliah nya, menunggu hingga Ryana melahirkan dan juga bisa kuliah, maka mereka akan masuk kuliah bersama. Jadilah untuk sementara waktu, Raka akan menghabiskan waktu di kantor papa nya untuk mencari nafkah yang benar.
...~To be continue .......
__ADS_1
...Ini tuh tadinya udah mau Mom tamatin loh ... Tapi .. emttt menurut kalian gimana?...