
...~Bonus Chapter~...
"Aaarrrrkkkhhhh!!!" Sebuah teriakan yang begitu melengking dari seorang wanita muda itu, membuat seorang lelaki yang tengah duduk di meja kerja nya langsung terdiam.
'Bagaimana cara mu melukai putri ku, hem?'
Wanita itu menggelengkan kepala nya dengan begitu kuat seraya menangis, 'Aโaku minta maaf, tolong hentikan hiks hiks hiks.'
'Kamu mau menonton film tidak?' tawar laki laki itu, 'Kamu lihat dan denger dengan telinga kamu.'
'Apakah kamu berhenti saat Ryana meminta tolong padamu hah! Jawabbb!' bentak nya kembali marah sambil memberikan sebuah ponsel tepat di depan wanita yang tengah terikat tersebut.
Ya, laki laki di dalam video itu adalah Kenzo yang sedang memberikan pelajaran kepada Winda. Orang yang sudah membunuh ketiga cucu Adnan, dan memberikan trauma mendalam kepada putri nya.
Mungkin, jika kecelakaan Ryana kala itu tidak di sengaja. Kenzo tidak akan menjadi segila itu, atau setidaknya saat itu Winda segera membawa Ryana ke rumah sakit, ketiga cucu nya pasti akan tertolong dan ia bisa memaafkan Winda.
__ADS_1
Akan tetapi, kejadian itu terjadi karena di sengaja. Winda sengaja menuangkan cairan berupa minyak di tangga agar Ryana terpleset.
Tidak sampai sana, Winda juga mengancam bahkan melukai Ryana dengan sebuah benda tajam.
Seandainya, saat itu Kara tidak datang. Mungkin, Ryana juga tidak akan bisa di selamatkan, karena benda tajam yang ada di perut Ryana saat itu sudah hampir menusuk begitu dalam
Winda adalah wanita psikopat, maka dari itu Kenzo sengaja tidak memberikan nya kepada polisi. Ia lebih suka mengurung nya di suatu tempat yang tidak akan bisa di temukan oleh orang lain.
Bahkan, mbok Si sudah tidak bisa berbuat apa apa. Wanita itu sudah memohon ampun dan meminta keringanan hukuman, namun Kenzo sudah tidak sebaik itu.
'Karena pada akhirnya anak mbok juga akan mati. Karena dia pembunuh!' ucap Kenzo saat itu sambil menunjukkan perlakuan Winda kepada Ryana.
Tentu saja mbok Si terkejut dan tidak menyangka. Hingga akhirnya ia hanya bisa pasrah dan menuruti perkataan Kenzo.
Kini, mbok Si fokus di kampung halaman nya, membuka usaha dari uang pemberian Kenzo dan Naura.
__ADS_1
Ya, meskipun ia marah dan membenci Winda, akan tetapi mereka tetap ingat balas budi, biar bagaimanapun mbok Si sudah bekerja dengan nya sangat lama. Maka dari itu, Kenzo memberikan pesangon yang tidak sedikit untuk Mbok Si agar bisa hidup nyaman di kampung.
Kembali lagi, kini tangisan Winda semakin terisak saat mengingat kembali perbuatan nya. Akan tetapi, wanita itu tidak menyesal sama sekali.
'Kenapa Bapak gak bunuh Winda saja? Hiks hiks hiks, toh percuma mas Raka gak akan kembali sana Winda!" ucap nya dengan kurang ajar hingga membuat Kenzo semakin geram.
"Ckckckx sepertinya memang percuma mengajak mu bicara!" Kenzo bangkit dari tempat nya, dan berdiri agak menjauh.
"Kalian maju lah, dan berikan apa yang dia mau! Lakukan seperti apa yang dia lakukan pada putri ku!" ucap Kenzo kepada dua lelaki yang memiliki tubuh besar dan kekar di belakang nya.
"Tidak! Jangan, aku gak mau! Jangannn!" teriak Winda semakin histeris saat dua lelaki itu akhirnya memberikan pelajaran yang sangat tidak bisa ia bayangkan sebelum nya.
Kejam? Itulah Kenzo. Dirinya memang baik, akan tetapi ketika ia di khianati maka dia bisa berbuat di luar batas tanpa mengenal ampun.
'Tidak sia sia aku berguru pada Clayton!' gumam nya dalam hati dengan senyuman menyeringai saat menatap pada CCTV di ruangan itu.
__ADS_1