MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
Sakit


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Daddy hiks hiks hiks." Tangis Ryana kembali pecah saat melihat kedatangan ayah nya.


Ia pun langsung merentangkan kedua tangan nya, berharap agar bisa segera memeluk sang ayah, membuat hati Adnan merasa begitu perih dan sesak.


"Kamu kenapa Sayang?" tanya daddy Adnan saat sudah memeluk putri nya.


Adnan tak henti hentinya mencium kepala Ryana dengan begitu lembut dan penuh kasih sayang, membuat hati Ryana semakin mengeratkan pelukan nya.


"Apapun masalah yang kamu hadapi, kamu bisa sharing dan cerita sama Daddy, atau Mommy. Atau bahkan Ryan. Jangan pendam sendirian Sayang," ujar daddy Adnan dengan lembut, "Apakah Raka menyakiti kamu?"


"Daddy hiks hiks hiks!" Ryana tidak menjawab pertanyaan dari ayah nya, justru tangis nya semakin pecah saat di tanya apakah Raka menyakiti nya.


Rasanya sangat sakit dan begitu menyesakkan. Tapi, ia juga tidak mampu untuk mengatakan hal itu kepada ayah nya. Ryana berfikir, biarlah masalahnya dengan Raka menjadi urusan mereka, ia tidak mau melibatkan orang tua nya terlalu jauh.

__ADS_1


"Auwhhhh sakit! Daddy perut Ryana sakit hiks hiks hiks!" jerit Ryana di sela tangisan nya.


Ia langsung melepaskan diri dari pelukan ayah nya dan mencengkram perut nya dengan begitu erat.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya daddy Adnan begitu panik.


"Daddy sakitt! Perut Ryana sakitt!" pekik nya.


Masih dengan memeluk Ryana, Adnan sedikit bangkit dari tempat duduk nya untuk menekan tombol darurat.


"Tante ada apa?" tanya Raka kepada seorang dokter perempuan yang sudah ia anggap sebagai tante nya sendiri.


"Entahlah, tante juga belum tahu. Berdoalah semoga istri dan anak kamu baik baik saja ya," jawab tante Farah lalu ia segera masuk ke dalam ruang penanganan Ryana.


Tak berapa lama dokter dan perawat masuk. Daddy Adnan keluar dengan raut wajah panik nya.

__ADS_1


"Mas, kenapa?" tanya mom Nasya langsung menghampiri suami nya.


"Aku gak tahu, tadi Ryana kesakitan. Dia kesakitan!" jawab daddy Adnan mengusap wajah nya dengan sangat frustasi.


Ia paling tidak bisa melihat putri nya menangis dan kesakitan. Sejak kecil, ia sudah merawat Ryana dengan penuh cinta dan kasih sayang. Adnan tidak pernah membiarkan putri nya terluka barang sedikit pun. Dan kini, ia melihat bagaimana putri nya berjuang antara hidup dan mati karena sebuah janin yang di perut nya.


"Tenang lah, Ryana pasti baik baik saja," ujar mom Nasya berusaha menenangkan suami nya. Meskipun ia sendiri juga sangat khawatir dengan keadaan putri nya, namun sebisa mungkin ia masih berusaha tenang.


Sementara itu, di sudut ruangan. Raka terlihat semakin ketakutan dan frustasi. Rasa bersalahnya kepada Ryana semakin besar dan penyesalan yang ia rasakan terlihat sia sia.


'Ya Allah, maafin Raka ya Allah. Tolong sembuhkan istri Raka dan anak anak Raka. Hiks hiks, Raka janji habis ini Raka akan menjadi lebih baik lagi. Raka gak bakal rusuh lagi, Raka bener bener akan menjaga Ryana ya Allah. Maafin Raka,' gumam Raka dalam hati nya sambil menangis terisak.


Orang tua Raka tidak bisa datang, karena saat ini juga bertepatan dengan Bintang yang sedang operasi. Jadilah mama Naura dan Papa Kenzo masih setia menunggu di ruang operasi bersama dengan orang tua angkat Bintang.


...~To be continue... ...

__ADS_1


Mom mau tanya nih, kalian mau SAD atau Happy ending sih? πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆKomen yah πŸ€­βœŒπŸ»βœŒπŸ»πŸ’ƒπŸ’ƒ


__ADS_2