
...~Happy Reading~...
"Kamu cemburu sama Bintang?" tanya Raka pada akhirnya, membuat Ryana langsung mendongakkan kepala nya menatap tajam pada sang suami, "Na, Bintang itu—"
"Lo pikir aja sendiri! Gue istri lo! Tapi lo lebih banyak ngabisin waktu sama dia. Lo diem diem di belakang gue peluk pelukan sama dia. Lo selalu ada buat dia, sedangkan buat gue, gue selalu jadi nomor dua buat lo!" seru Ryana masih dengan isak tangis nya.
"Beruntung ya jadi dia. Di kelilingi tiga cowok sekaligus, pacar nya, selingkuhan nya dan lo apanya? Selir nya?" imbuh Ryana seketika membuat mata Raka membulat dengan sempurna.
"Na!" bentak Raka tak suka dengan tuduhan Ryana.
"Apa? Gue bicara fakta! Lo emang selalu ada buat dia. Bukan cuma lo bahkan Ryan juga begitu, belum lagi anak kelas sepuluh yang selalu sama dia, bahkan gak jarang mereka cipokaan di taman belakang. Atau jangan jangan lo juga udah di kasih bibir sama dia. Makanya lo—"
Plaakkk!!!
"Tutup mulut kamu Na!" bentak Raka tiba tiba mendaratkan sebuah tamparan di wajah Ryana hingga membuat wanita itu terdiam dan menghentikan tangisan nya.
__ADS_1
"Bintang bukan cewek kaya gitu!" imbuh Raka penuh penekanan.
Ryana menggigit bibir bawahnya, ia memejamkan mata dengan erat, tangan nya terkepal dengan tubuh yang semakin bergetar karena menahan rasa sakit di hati juga fisik nya.
Ia tidak menyangka bahwa ternyata Raka bisa menampar dirinya hanya karena seorang Bintang. Sebuah tamparan yang baru saja Ryana rasakan seumur hidup nya.
'D—Daddy hiks hiks.' gumam Ryana dalam hatinya.
Ya, hanya sang ayah yang ia ingat di saat seperti ini. Hatinya begitu sakit, dan kini pipi nya juga terasa sangat panas.
"Na, maaf g—gue gak sengaja. Sungguh, gue—"
"Udah cukup Ka. Cukup, aku capek!" ucap Ryana menundukkan kepala nya.
"Na, aku bener bener minta maaf. Aku gak sengaja, maafin aku maafin aku Na!" Raka langsung memeluk istrinya dan ikut menangis bersama Ryana.
__ADS_1
Sungguh, ia sendiri tidak mengerti mengapa ia bisa lepas kendali dan menyakiti Ryana. Gadis yang selalu ia jaga dan selalu ia inginkan.
"Lepas!" kata Ryana dengan suara yang sudah semakin serak.
"Enggak! Aku bener bener nyesel Na. Aku minta maaf, maafin aku. Aku gak sengaja!" ucap Raka tak henti nya untuk meminta maaf.
"Na, Bintang itu adik aku. Dia saudara kembar ku yang sudah hilang sejak umur satu tahun. Kami baru menemukan nya beberapa bulan ini saat kita pindah ke Gaharu. Aku minta maaf jika aku sudah menyakiti kamu. Tapi sungguh aku sayang banget sama kamu, Na. Aku gak ada niat sedikitpun untuk menyakiti kamu," ujar Raka panjang lebar memberikan penjelasan tentang sosok Bintang.
"Kamu pernah lihat bukan, di kamar ku ada foto bayi kembar. Itu adalah aku dan Kara yang tak lain adalah Bintang. Itu juga sebab nya aku sering pergi sama dia, karena kami berulang kali melakukan tes DNA. Dan masalah dia dengan Bima yang ternyata adalah Ryan, sangat rumit. Aku hanya ingin membantu nya, gak lebih. Maafin aku Na, maafin aku!"
Ryana terdiam di pelukan Raka. Mendengar penjelasan laki laki itu sama sekali tidak membuat hatinya tenang atau luluh. Justru rasanya semakin sakit saat menerima keadaan bahwa memang dirinya tidak ada arti nya apa apa untuk Raka.
'Gue istri lo Ka, apakah gue masih termasuk orang lain?' gumam Ryana dalam hatinya merasa sangat sakit.
Sejak kepindahan nya ke Gaharu, itu berarti mereka sudah menikah. Ryana sudah masuk ke dalam keluarga Nolan. Tapi mengapa Raka tidak bercerita apapun kepadanya. batin Ryana menahan sesak.
__ADS_1
...~To be continue......