MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
Bantuan Ryan


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Tok ... Tok... Tok..


"Ryana! Buka pintu nya, dengerin dulu penjelasan aku? Na!" Raka masih terus berusaha membujuk Ryana. Namun wanita itu enggan untuk membukakan pintu.


"Sayang, aku bener bener nyesel banget. Maafin aku, Ryana buka pintu nya."


"Na, tolong buka pintu atau aku dobrak pintu ini!" ancam Raka namun masih saja di hiraukan oleh Ryana.


Hingga akhirnya, Raka tak punya pilihan lain. Ia khawatir dengan keadaan Ryana, dan ia akan mendobrak pintu itu dengan paksa.


Namun, saat Ia hendak mendobrak pintu kamar itu, tiba tiba ia mendengar suara bel pintu Apartment nya berbunyi, membuatnya segera bergegas untuk membukakan pintu.


'Siapa sih yang bertamu gak tahu waktu!' umpat Raka langsung mengusap wajah nya dengan kasar.


Awalnya, Raka hendak mengabaikan suara belum tersebut. Namun, karena terus mengganggu, akhirnya dengan sangat terpaksa ia membuka pintu.


Cklek!


"Ngapain sib?" Tanya Raka menatap saudara ipar nya yang sudah berdiri di depan pintu dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Mana Ryana? Lo apain dia?" tanya Ryan dengan raut wajah datar nya.


Oke, kalau Ryan sudah menggunakan kata lo gue, itu tandanya laki laki itu sedang tidak baik baik saja. Laki laki itu pasti sangat marah, tapi kenapa? batin Raka dalam hati.


"Lo apain adek gue!" seru Ryan yang memang sedang emosi karena rasa bersalahnya kepada Bintang, dan kini dirinya mendapatkan aduan dari adik nya yang tengah menangis membuat emosi nya semakin tak terkendali.


"Gue gak ada—" jawab Raka hendak mengelak.


Bug!


"Anjingg!" Pekik Raka saat dengan tiba tiba Ryan malah menghajar nya hingga membuat tubuh nya tersungkur ke lantai, "Maksud lo apaan sih? Datang datang langsung main tangan! Ngajak ribut lo!"


"Gue akan ngajak ribut siapapun yang udah nyakitin keluarga gue!" ucap Ryan menatap tajam pada Raka.


"Kalau lo gak nyakitin dia, gak mungkin Ryana telfon gue sampai nangis nangis sesegukan!" Pekik Ryan tak kalah seru dengan napas yang memburu hebat.


Deg!


Mendengar bahwa istrinya menelfon Ryan, membuat Raka seketika langsung terdiam. Ia tidak menyangka bahwa ternyata Ryana akan mengadu kepada saudara kembar nya.


"Ryana bilang apa?" Tanya Raka dengan suara pelan, kini emosi nya sudah sedikit reda.

__ADS_1


"Menurut lo?" Kata Ryan balik bertanya, "Minggir!"


Tanpa menunggu lama lagi, Ryan segera masuk ke dalam apartemen Raka dan menuju kamar yang berada di lantai dua.


"Na buka pintu nya. Ini Aku!" ucap Ryan mengetuk pintu kamar Ryana dan tak membutuhkan waktu lama. Ryana segera membuka nya.


Namun, saat wanita itu sudah membuka pintu, seketika itu juga mata Ryan langsung membola dengan sempurna saking terkejut melihat penampilan adik kembar nya.


"Ryan s—sakit..." Gumam Ryana begitu lirih sambil menggigit bibir bawah nya, lalu tiba tiba...


Bruk!!


"Ryana!" Pekik Ryan segera menahan tubuh adik nya yang sudah lemas tak sadarkan diri alias pingsan.


Sementara itu, Raka yang mendengar saudara ipar nya berseru, langsung berlari dan ikut menghampiri kamar nya.


Dan betapa terkejut nya ia saat melihat bahwa Ryan sedang terduduk di lantai dengan menahan tubuh Ryana yang sudah tak sadarkan diri.


"Sayang!" Raka segera merebut tubuh istrinya dari Ryan, lalu mengangkat nya dan menggendong keluar apartemen.


"Kalau sampai adek gue kenapa kenapa, lo akan berurusan sama gue!" ancam Ryan lalu ia segera mendahului Raka untuk menyiapkan mobil terlebih dulu.

__ADS_1


...~To be continu...


__ADS_2