
...~Happy Reading~...
"Tapi gue istri lo anjing!" Pekik Ryana pada akhirnya meluapkan segala emosi nya.
Ryana berusaha sekuat tenaga untuk mendorong tubuh Raka dan sedikit menjauh dari laki laki itu.
Air matanya semakin tak kuasa untuk di bendung lagi, dada nya begitu sesak dan ia merasa sangat tidak ada artinya sama sekali di hidup suaminya sendiri.
Bagaimana bisa, selama ini ia cemburu dengan gadis yang ternyata adalah saudara kembar dari suaminya sendiri. Dan yang lebih parah, Raka tidak pernah memberitahunya, hingga saat dimana dirinya mengetahui itu sendiri.
Ryana tidak mengerti, mengapa suami serta keluarga suaminya merahasiakan semuanya. Ryana masih belum mengerti, mengapa mereka merahasiakan itu darinya. Apakah benar dirinya seorang menantu, apakah benar dirinya seorang istri. dan apakah benar dirinya sudah di anggap sebagai keluarga.
Namun ini apa? Nyatanya ia tidak tau bahwa ternyata Bintang adalah saudara kembar Raka. Meskipun, ia tau mereka memiliki wajah yang hampir mirip, namun Ryana juga tidak terpikir sampai sejauh iri, lantaran Raka atau keluarga nya tidak pernah bilang bahwa Raka memiliki saudara kembar.
Ryana hanya tau bahwa Raka memiliki seorang adik, dan itu hanya Arga. Ryana juga berfikir logis, karena ia tahu ada beberapa orang yang mirip dengan wajah kita di dunia ini, tanpa adanya ikatan darah sama sekali.
Dan Ryana berfikir bahwa Raka dan Bintang hanya kebetulan saja memiliki wajah hampir mirip. Namun ternyata dirinya salah, ia merasa seperti terkena prank, saat beberapa kali merasakan sesak dan cemburu melihat kedekatan Raka dan juga Bintang.
__ADS_1
"Na, bukan maksud aku kaya gitu. Tapi—"
"Segitu enggak penting nya ya gue di hidup lo? Segitu gak berharga nya gue buat lo, sampai lo gak mau cerita hal sepenting itu ke gue. Dan—" Ucapan Ryana terhenti, gadis itu langsung terdiam saat tiba tiba ia merasakan rasa sakit yang cukup melilit di perut nya.
"Na.. " Panggil Raka khawatir ketika melihat istrinya memegang bagian perut, "Kamu gapapa?"
"G—gue mau istirahat!" ucap Ryana pelan dengan sedikit terbata.
"Ada yang sakit? Bilang sama aku Na," ujar Raka berusaha menahan tangan Ryana.
Dan setelah mengatakan itu, Ryana segera pergi dan meninggalkan Raka begitu saja dengan perasaan dan fisik yang sakit.
"Shitt!" umpat Raka, lalu ia segera mengejar istrinya ke dalam kamar. Namun, terlambat karena Ryana sudah menutup pintu itu dan mengunci nya.
"Sayang buka pintu nya!" teriak Raka yang tak di hiraukan oleh Ryana.
Sementara itu, di dalam kamar, Ryana terus menangis dan meluapkan rasa sakit nya. Tak hanya itu, ia pun juga segera menghubungi saudara kembar nya untuk meminta bantuan.
__ADS_1
Tuttt... Tuttt... Tuuttt...
"Halo, ada apa?" tanya Ryan di ujung seberang sana.
"Ryan hiks hiks hiks, g—gue mau pulang."
Mendengar suara adik kembar nya yang terisak, membuat Ryan sedikit mengerutkan dahinya.
"Ada apa? Kamu kenapa? Dan dimana sekarang?" tanya Ryan yang memang kebetulan dirinya hendak pulang ke rumah dari rumah sakit.
"Sakit Yan, hiks hiks. Gue mau pulang hiks hiks," Ryana terus merintih menahan rasa sakit yang ia rasakan pada perut nya.
"Kamu dimana?" tanya Ryan segera melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.
"A—apartemen hiks hiks hiks." jawab Ryana lalu ia segera mematikan sambungan telfon nya.
...~To be continue......
__ADS_1