
...~Happy Reading~...
"Sa, kamu serius ini?" tanya Ryana Speechless saat melihat penampakan mie instan yang di buat oleh Raka.
"Serius, ini persis seperti yang ku harapkan!" jawab Raka dengan begitu bangga.
"Kamu yakin?" tanya Ryana lagi sedikit ngeri melihat nya.
"Yakin kayaknya," jawab Raka sedikit ragu, "Nih aku lihat dari ini! Kayaknya menggoda banget, makanya aku mau coba." imbuh Raka sembari memperlihatkan sebuah video mukbang mie instan dengan begitu banyak cabai merah yang menjadi toping nya.
"Jangan gila deh Sa. Kamu gak bakal kuat!" kata Ryana berusaha memperingatkan.
"Oh iya aku lupa?" Raka kembali bangkit dari tempat duduk nya, berjalan menuju kulkas untuk mencari sesuatu.
Susu dan juga es batu ia siapkan, selain itu ia juga mengambil banyak sayuran yang mana ingin ia tunjukkan persis seperti yang di video.
"Kamu jangan minta ya Yank, ini kayaknya bakal pedes banget!" ucap Raka membuat Ryana langsung menggelengkan kepala nya dengan cepat.
Jangankan meminta, melirik saja pun ia tidak berniat. Justru, Ryana merasa khawatir dan takut jika nanti malah terjadi sesuatu dengan suami nya.
__ADS_1
Bagaimana tidak, jika mie itu berisi lebih dari dua puluh cabai rawit merah utuh. Itu baru yang utuh, bahkan ada beberapa yang sudah di potong. Belum lagi, Raka masih menambahkan bubuk cabai, yang entah di dapat darimana.
"Kok deg deg an ya? Rasanya kaya gimana gitu, kaya dulu saat mau nyolong seragam kamu. Deg deg an," celetuk Raka terkekeh sendiri, hingga langsung mendapatkan sebuah pukulan maut dari Ryana.
"Udah ah, gak usah di makan!" kata Ryana khawatir.
"Gapapa, suami kamu kuat kok." Sebelum makan, Raka pun memutar video mukbang tersebut, lalu ia mulai menyuapkan mie ke mulut nya.
"Gimana?" tanya Ryana sedikit was was.
Baru satu suapan, namun mata Raka sudah sangat merah. Keringat langsung mengucur deras membasahi dahi nya.
"Jangan jangan dia pake cabai palsu!" ucap Raka yang sudah mulai kepedesan.
"Udah kek, buruan minum itu susu nya! Makanya jadi orang jangan pengenan!" seru Ryana menjadi semakin kesal, saat melihat suaminya sudah semakin berantakan.
Glek glek glek!
Dua gelas susu langsung habis di teguk oleh Raka. Namun, rasa pedas nya tak kunjung hilang, dan justru kini ia merasa mulut nya semakin terbakar.
__ADS_1
"Hahhhh pedes bangetttt!" pekik Raka langsung berlari ke wastafel guna untuk berkumur, berharap rasa pedas yang ia rasakan segera hilang.
"Yankkk aku gak kuattt!" teriak Raka membuat Ryana seketika itu juga langsung beranjak dan berjalan cepat menghampiri nya.
"Minum air? atau susu? aku ambilin?" tanya Ryana dengan raut wajah panik dan khawatir, "Makanya, kamu tuh aneh. Udah tau gak kuat pedes, kenapa malah coba coba kaya beginian sih. Kalau kaya gini, siapa yang susah. Kamu sendiri kan, heran deh hobi banget bikin orang khawatir." omel Ryana panjang lebar.
"Yank, ngomel nya bisa di tunda dulu gak? Sumpah kepala ku langsung sakit banget, ternyata pedes nya bukan main. Perut ku juga panas banget! Tapi itu mie nya belum habis," ucap Raka memelas namun masih mengingat akan mie instan buatan nya yang baru ia makan separuh.
Bug!
"Udah sekarat kaya gini, masih inget sama mie itu! Abisin aja sekalian, biar aku bangunin Daddy buat nganter kamu ke kuburan sekalian!" cetus Ryana kesal dan marah, namun Raka tahu bahwa istrinya sangat mengkhawatirkan nya.
"Sumpah deh yank, aku kangen banget sama omelan kamu kaya gini." ucap Raka tersenyum namun tiba tiba ia jatuh dan tak sadarkan diri.
Brukkk!
"Dadddyyy!!" teriak Ryana begitu melengking hingga membangunkan semua penghuni rumah.
...~To be continue... ...
__ADS_1