MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
Perdebatan


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Sepanjang malam, Ryana tidak bisa tidur dengan pulas. Matanya terpejam, namun tidak dengan pikiran nya. Sehingga membuat nya terus bergerak gelisah membalik badan ke kanan dan ke kiri terus menerus.


"Sayang, ada yang sakit? Gak enak? Atau apa?" tanya Raka yang ikut terbangun dan terganggu karena pergerakan Ryana.


"Gak tau, gak bisa tidur aja," jawab Ryana, lalu ia kembali membelakangi suami nya.


Raka menarik napas nya sedikit berat, lalu ia mendekatkan dirinya dengan Ryana agar bisa memeluk nya dari belakang, dan mengusap perut besar nya.


"Kesayangan Ayah, tidur ya Nak. Kasihan bunda nya," ujar Raka seraya menahan kantuk.


"Raka... " panggil Ryana pelan.


"Iya Sayang... " jawab Raka dengan begitu lembut.


"Ada yang ingin ku katakan!"

__ADS_1


"Katakan Sayang? Ada apa?" tanya Raka yang langsung membuka mata nya.


"Aku gak suka ada orang lain selain kita disini!"


Untuk sesaat, Raka terdiam. Ia masih mencerna ucapan Ryana yang menurut nya sedikit ambigu.


"Dan aku gak suka kamu terlalu dekat dengan pembantu itu!" imbuh Ryana dengan semakin jelas.


Dan seketika itu juga, Raka langsung membalik badan Ryana dan menatap nya dengan begitu intens.


"Bisakah kamu mengganti nama pembantu itu dengan Winda?" tanya Raka.


Deg!


"Kamu kenapa sih Yank? Winda itu disini buat bantuin kamu, jagain kamu. Tapi kamu, sejak ada Winda bukannya berterimakasih, kamu justru semakin aneh!" Raka menarik napas nya berat, "Kalau gak ada dia, kamu capek, kelaperan gak ada yang masak. Wong kamu aja gak bisa masak. Sedangkan dia? Dia udah bisa segalanya, dia bantuin kamu, masakin kamu danโ€”"


"Jadi mata mata aku buat selalu kasih laporan ke kamu!" potong Ryana dengan cepat, kini mata Ryana sudah berkaca kaca, rasanya percuma jika dia terus melanjutkan perdebatan ini, karena pada akhirnya pasti dia yang akan kalah.

__ADS_1


"Sayang, kamu cemburu sama Winda?" tanya Raka tak habis pikir.


"Astaga!" Bahkan Raka sampai mengubah posisi nya menjadi duduk bersandar di tempat tidur sambil memijit pelipis nya.


"Iya!" jawab Ryana dengan tegas, "Dan aku gak mau dia disini lagi!"


"Kalau dia gak ada, lalu kamu bagaimana Yank? Kamu tahu kan, kalau aku kerja? Siapa nanti yang akan jagain kamu dan masakin kamu? Kamu aja gak bisa ngapa ngapain begitu kok, jangan kan masak. Sekedar beberes rumah nyapu mungkin, kamu aja gak bisa. Terus siapa yang mau bantuin kita kalau gak ada Winda?" ucap Raka panjang lebar sambil menarik napas nya panjang.


Deg!


Seketika itu juga, Ryana terdiam. Dirinya memang seburuk itu, tidak bisa membersihkan rumah, apalagi memasak. Bahkan, menyambut suami pulang dan melayani suaminya, semua sudah di lakukan oleh Winda. Lalu apa arti hadirnya disini? Hanya sebagai teman tidur? penghangat ranjang? Atau pemuas? batin Ryana semakin terasa sesak.


"Buang semua pikiran negatif kamu. Berpikirlah dewasa Yank, jangan terus kekanak kanakan. Winda disini untuk kamu, lagipula dia itu orang kepercayaan Mama. Jadi kenapa harus begini sih!" keluh Raka semakin bingung dengan sikap istri nya


"Niat dia kesini cuma kerja, bukan godain aku. Jadi gak usah cemburu lagi, oke. Dia itu anak baik, asik juga orang nya. Kamu baru ketemu dia beberapa hari kan, baru semingguan kamu mengenal nya. Tapi aku yakin, jika dia semakin lama disini, kalian akan semakin akrab danโ€”"


"Tapi aku tidak mau akrab dengan dia?" ucap Ryana dengan cepat memotong pembicaraan Raka, "Aku gak suka ada dia disini dan aku gak mau dia disini!" imbuh Ryana penuh penekanan.

__ADS_1


...~To be continue... ...


__ADS_2