MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
Pelarian


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Raka ... makan dulu Sayang!” Entah sudah berapa kali, mama Naura memanggil putra nya agar keluar kamar.


Sejak Ryana sadar dan menolak untuk bertemu dengan suami nya, Raka hanya bisa mengurung diri di dalam kamar. Sesekali, ia akan keluar hanya untuk menjadi penguntit di rumah mertua nya sendiri. Dan kini, sudah hampir tiga hari, laki laki itu berada di dalam kamar karena tidak enak badan.


“Sayang!” panggil mama Naura lagi dari depan pintu kamar, namun anak laki laki nya itu tidak mau membuka pintu sama sekali, membuat wanita itu hanya bisa menghela napas nya dengan pasrah.


“Kenapa Ma? Gak mau makan lagi dia?” tanya Kara yang sejak tadi ada di kamar merasa sedikit terganggu dengan teriakan sang mama yang sedang membujuk anak bujang nya.


“Dia lagi sakit loh, tapi astaga susah banget. Dia mau jadi bayi lagi apa ya,” jawab mama Naura langsung menghela napas nya dengan berat.


“Sudahlah Ma, biarkan saja. Mungkin dia lagi merenungi nasib di dalam. Nanti Kara bantu bujukin dia, biar dia tenang dulu,” ujar Kara yang langsung di balas anggukan kepala oleh mama Naura.


Dan benar saja, setelah tidak mendengar suara mama nya ada di depan kamar. Raka langsung membuka pintu nya dan menemui saudara kembar nya.

__ADS_1


“udah semedi nya?” tanya Kara mengerutkan dahi, “Kamu gak kasihan sama Mama hem?”


“Sudahlah, sini makanan nya. Gue laper!” ucap Raka segera mengambil nampan dari tangan Kara dan membawa nya masuk ke dalam kamar.


“Tunggu dulu! Buru buru banget sih mau di tutup, gue ikutan!” Kara menahan pintu kamar Raka saat laki laki itu hendak menutup pintu nya. Dan tanpa permisi, gadis itu langsung menerobos masuk begitu saja ke dalam kamar saudara kembar nya.


“Allahuakbar, Raka. Ini kamar apa kandang?” tanya Kara speechless saat memasuki kamar saudara kembar nya.


“Lo kalau disini diem aja, jangan banyak protes!” saut Raka dengan ketus.


“Gue udah bilang diem ya diem!” Raka berdecak dan sangat ingin mengusir saudara kembar nya, namun begitu sulit.


“Ka, bukan begini pelarian. Gue tahu kalau lo depresi karena masalah kalian berdua. Tapi bukan kaya gini caranya! Harusnya lo itu memperbaiki diri, bukan malah merusak diri, astaga, Raka. Gue bingung, beneran sama jalan pikiran lo itu kemana,” ujar Kara menggelengkan kepala nya.


“Gue gak kemana mana, gue masih disini, lagi makan!” jawab Raka cuek dan kembali memakan makanan nya.

__ADS_1


“Anjirr, bukan itu maksud gue ege!” saut Kara dengan cepat dan kesal.


“Gue akan ikut Ryana ke luar negeri, gue akan mantau dia langsung.” Ucap Raka tiba tiba membuat Kara langsung menatap nya tajam.


“Semakin lo dekat dengan dia, semakin cepat juga lo ngingetin dia sama luka yang lo beri, Ka. Beri dia waktu, sampai selesai kuliah. Biarkan dia menyelesaikan kuliah nya dulu. Lo stay disini, inget Ka lo itu udah punya tiga anak. Jangan rusuh lagi, ngalah bukan berarti lo kalah!” ucap Kata panjang lebar.


“Dan juga, kalau sampai mertua lo tahu, apa gak malah lo di kasih golden tiket buat ke pengadilan?” imbuh Kara seketika membuat Raka terdiam.


Dia memang sangat ingin mengikuti Ryana untuk kuliah di luar negeri. Itulah wangsit yang ia dapatkan selama beberapa hari bersemedi di dalam kamar. Ia pikir, dengan satu kampus bersama Ryana lagi, mungkin akan menjadi pilihan terbaik. Ia bisa melihat dan memantau Ryana kembali. Namun, apa yang di katakan oleh Kara, juga memang ada benar nya.


‘Jauhi Ryana untuk sementara waktu. Aku memberikan kesempatan kedua padamu, tapi bukan sekarang. Ryana masih mengalami luka fisik, jangan kamu tambah lagi dengan hati nya saat melihat kamu!’


Raka langsung menghela napas nya dengan cukup berat saat kembali mengingat perkataan yang di katakan oleh ayah mertua nya.


Memang benar, namun apakah dia bisa berjauhan selama itu dengan Ryana?

__ADS_1


...~To be continue ......


__ADS_2