
...~Happy Reading~...
"Loh, mas Raka belum tidur?" tanya Winda saat melihat kedatangan Raka di dapur.
"Kamu sendiri belum tidur?" kata Raka balik bertanya.
"Hehehe belum Mas. Baru aja selesai nyuci piring. Biar besok pagi udah gak repot," jawab Winda sambil mengelap tangan nya dengan kain kering, "Mas Raka mau kopi?"
"Boleh Win. Emang aku mau buat kopi niat nya," jawab Raka terkekeh, "Sekalian cemilan nya kalau ada. Aku tunggu di depan TV ya?" imbuh Raka uang langsung di balas acungan jempol dari Winda.
Tidak memerlukan waktu lama bagi Winda untuk membuatkan secangkir kopi serta cemilan untuk Raka. Ia segera. mengantarkan nya ke ruangan yang Raka maksud.
"Ini Mas kopi nya." ujar Winda meletakkan kopi itu ke atas meja.
"Makasih Win, kamu istirahat gih." titah Raka sambil mengecek ponsel nya.
"Belum bisa tidur Mas. Masih kepikiran sesuatu," jawab Winda langsung menghela napas nya berat.
"Sudahlah Win, laki laki kaya gitu gak usah di pikirin lagi. Kamu itu masih muda, masa depan kamu. masih panjang. Dan kamu juga memiliki hak untuk bahagia." ucap Raka panjang lebar, sekali lagi mampu membuat hati Winda merasa lega dan tenang.
__ADS_1
"Iya sih Mas. Tapi kan tetap saja, yah namanya di kampung. Mas Raka sih gak tahu gimana julid nya mulut tetangga saya," keluh Winda.
Raka mendengarkan dengan intens cerita dari Winda. Berharap gadis itu bisa merasa lebih lega dan bisa melupakan segala masalah nya.
Namun, bukan sedih saat mendengar cerita dari Winda. Justru Raka di buat tergelak hingga membuat nya tertawa terbahak bahak.
Tanpa ia sadari, bahwa sejak tadi gelak tawa nya di dengar oleh Ryana yang berada di ambang tangga.
"Astaga, sudahlah Win. Udah malem juga, kopi ku abis. Aku naik dulu, kamu cepet istirahat besok kerja. Jaga kesehatan kamu, kalau sampai sakit aku bisa di gorok sama Mama!" ucap Raka lagi lagi membuat Winda terkekeh.
"Mas Raka bisa aja. Lagian ya Mas, tubuh Winda itu memiliki imun yang sangat kuat. Jadi tenang aja, Winda gak akan sakit," balas gadi itu dengan yakin.
Jam sudah menunjukkan angka setengah satu dini hari. Raka membuka pintu kamar nya dan tidak melihat keberadaan Ryana di sana.
Tok tok tok...
"Sayang?" panggil Raka pelan sambil mengetuk pintu kamar mandi, "Sayang kamu ngapain?"
Cklek!
__ADS_1
"Pipis," jawab Ryana singkat, lalu ia segera pergi kembali ke tempat tidur.
Ada yang tidak beres dengan istri nya, batin Raka.
"Sayang, kamu habis mimpi buruk?" tanya Raka dengan cepat mengekor di belakang Ryana.
Deg!
Ryana yang hendak naik ke tempat tidur seketika langsung tersenyum getir. Suaminya begitu peka melihat perubahan pada wajah nya terutama mata. Akan tetapi, mengapa Raka tidak peka jika kelakuan nya bisa menyakiti hati istri ny.
"Aku ngantuk!" Ryana mengabaikan pertanyaan Raka dan memilih untuk segera tidur.
Sementara itu, Raka yang merasakan bahwa sifat istri nya berubah, hanya mampu diam dan bertanya tanya mengapa.
Mood istri nya memang naik turun. akan tetapi, ia tidak menyangka jika mood itu naik turun secepat ini.
Baru beberapa jam lalu mereka baik baik saja. Tapi kenapa sekarang sikap Ryana bisa sedingin itu? Batin Raka dalam hati merasa bingung.
'Wanita hamil emang membingungkan!' gumam Raka menghela napas nya panjang.
__ADS_1
...~To be continue.......