
Keesokannya.
pagi pun datang disambut cahaya mentari pagi yang sangat cerah ,tidak ada mendung yang menandakan akan hujan ,mama ratna yang tertidur diatas sofa mengerjap ngerjapkan kedua matanya.tangannya bergerak menutupi wajahnya yang terkena silau cahaya matahari yang masuk dari sela sela jendela rumah sakit seiring mengikuti gerak tubuhnya untuk duduk dan menyandarkan punggungya disandaran sofa.
Mama ratna mengurut wajahnya sambil menatap kearah papa evan dan nana yang masih tertidur secara bergatian.
Senyumannya seketika terulas,kala melihat orang orang yang ia sayangi berada didekatnya.
Seketika mama ratna beralih dari tempatnya menuju kearah kasur tempat nana yang masih tertidur dengan pulasnya.
Mama ratna sangat senang melihat kondisi anaknya yang semakin membaik,terlihat dari rona wajahnya yang tak sepucat lagi seperti kemaren.
ia menghela nafasnya dengan lega sambil tersenyum memperhatikan nana yang belum kunjung membuka matanya itu.
Karena selimutnya tersikap,sang ibu membenarkan selimutnya dan menyelimuti sang anak supaya tidak kedinginan.sejenak mama ratna ratna mencium kening nana sebelum ia beranjak kekamar mandi.
‘’cepat sembuh sayang,maafkan mama.” Mungkin Kalimat itu yang diucapkan oleh mama ratna dalam hatinya sambil mengusap usap pucuk kepala nana.
pada saat mama ratna membalikkan badannya dan hendak melangkah dari sana,tiba tiba tangannya diraih oleh nana dari belakang dan membuat mama ratna kembali menoleh kearah nana.
Nana langsung memeluk mama ratna
“mama, maafkan nana.” Ucap nana dengan airmata yang sudah menggenang dipelupuk mata begitu pula dengan mama ratna yang ikut terharu dengan perkataan nana.
“ seharusnya mama yang meminta maaf sayang,mama udah buat kamu seperti ini,maafkan mama.” Air mata mama ratna sudah tidak bisa terbendung.
Nana melepaskan pelukannya dan menatap mama ratna.
Nana menggelengkan kepalanya.
“ nana yang salah,bukan mama.’’ Mama ratna kembali menarik tubuh sang anak kembali kepelukannya.
Kedua anak dan ibu itu menangis saling menyalahkan diri sendiri.
‘’nana belum bisa membuat mama bahagia.” Ucap nana sambil cegukan
Mama ratna hanya menggeleng sambil memejamkan kedua matanya.
....….….................
‘’kamu makan yang banyak,supaya cepat pulih .’’ ucap mama ratna yang tengah menyuapi sibuk menyuapi nana.
Papa evan tampak bingung melihat anak dan sang ibu sudah tampak akrab ,karena dari kemaren sejak nana siuman papa evan melihat anaknya itu ia tidak perduli dan acuh pada mamanya. Papa evan tampak menggeleng nggelengkan kepalanya tidak percaya,secepat itu mereka berbaikan?,tapi ia sangat senang melihat anak dan istrinya itu sudah kembali akur.
‘’ mama dan papa sudah sarapan?.’’ Tanya nana sambil melihat kearah mama dan papanya secara bergantian.
‘’ini papa mama mau mengajak mama untuk sarapan dikantin rumah sakit.” Ucap papa evan sambil tersenyum kepada nana.
“ya sudah sekarang mama sarapan gih,nana tau mama dari kemaren pasti tidak makan.” Seru nana pada mama ratna yang tengah duduk disampingnya.
“iya sebentar lagi mama sarapan,habiskan dulu makananmu.” Ucap mama ratna menyodorkan sendok kedepan nana.
“nana sudah bisa makan sendiri kok, mama ikut papa saja untuk pergi sarapan.” Nana mengambil mangkok dan sendok yang dipegang oleh mama ratna.
“kamu sendiri disini, mama akan menemanimu terlebih dahulu , tidak apa- apa,papa duluan saja,nanti mama menyusul.” Ucap mama ratna pada saat menoleh suaminya.
“aku tidak apa-apa disini sendirian,udah mama ikut papa pergi sarapan .” Ucap nana dengan tersenyum manis pada ibu yang telah melahirkan dirinya itu.
Tapi...mama ratna tampak berpikir, tidak mungkin ia akan meninggalkan anaknya itu sendirian.
Cklek.....
Pintu kamar terbuka
“Assalamualaikum om, tante .” sapa viona seketi masuk kedalam kamar.
“waalaikumsalam.’’ Jawab mama ratna dan papa evan.
Mama ratna beranjak dari tempatnya dan berdiri kesamping suaminya.
Viona menyalami kedua orangtua sahabatnya itu
‘’viona,pagi pagi udah kesini, sama siapa datang kesini.’’ Tanya mama ratna sambil tersenyum
__ADS_1
‘’iya tante,kemaren aku udah janji sama nana buat kesini lagi.’’ Ucap viona sambil tersenyum pada nana.
‘’tumben nggak ingkar janji.’’ Ucap nana menggoda sahabatnya itu.
‘’iya dong viona mana ada ingkarnya.’’
Jawabnya sambil tertawa.
Begitu pula dengan papa evan dan mama ratna yang saling pandang lalu tersenyum melihat kearah nana dan viona.
‘’oh iya sampai lupa, viona menepuk jidatnya’’ tante ini aku bawain makanan buat om dan tante sarapan.’’ Viona menyerahkan rantang yang sedari ia tenteng dari rumah.
‘’oh iya,terima kasih nak viona,kebetulan om dan tante belum sarapan.’’ Seru mama ratna sambil mengambil alih rantang tersebut.
‘’iya sama sama tante.’’ Ucap viona yang kemudian nana dan duduk disampingnya.
‘’Kalau gitu mama dan papa keluar dulu ya buat sarapan,kalian ngobrol ngobrol aja dulu.’’ Ucap papa evan yang kemudian berlalu keluar bersama mama ratna setelah mendapat anggukan dari nana dan viona.
....
‘’gimana sekarang perasaan loh udah enakan? ‘’ tanya viona disela sela obrolan receh mereka.
‘’sekarang udah agak mendingan sih.’’ Sahut nana yang memang sudah merasakan badannya yang tidak lemas lagi.
‘’syukur deh nak,kemaren setelah mendapat kabar dari mama ratna,gue kaget lo masuk kerumah sakit.”
Nana hanya tersenyum.
“gue kira lo bakalan senang dijodohin ama pandu,nyatanya malah begini.” Mendengar nama pandu senyuman bibir nana seketika hilang kala mengingat laki laki itu.
“nak,gue pengen lo bahagia,lo boleh gapai impian lo,tapi perlu lo juga ingat, tujuan kita menggapai impian kita itu apa?
Kening nana terlihat mengkerut gagal mencerna maksud dari viona.
“maksud lo?
“maksud gue,mama ratna kemaren udah cerita semuanya sama gue.
“lo tetap memaksa untuk pergi keamerika kan
“sekarang semua keputusan ada dilo na.lo tetap mau kuliah di amerika dan meninggalkan mama lo sendiri disini dengan perasaan sedih ,atau tetap stay disini,menerima perjodohannya yang akan mebuat tante rata bahagia,disini lo masih bisa meraih cita-cita lo.’’
‘’mama udah batalin perjodohan itu,gue dengar sendiri dari mama,dan gue tetap akan keputusan gue untuk kuliah diamerika.’’ Jawab nana dengan wajah datar.
‘’kalau itu udah keputusan lo ,gue ngga bisa apa apa lagi.’’ Ucap viona sambil menghela nafasnya.
Sekarang nana sudah kembali dari rumahnya.ia tengah duduk bersandar punggung didasbor tempat tidur dengan kaki yang terlihat diselonjorkan,maklum masih sakit.
Viona sudah pulang beberapa jam lalu dari rumah.
Nana tampak melamun,memikirkan perkataan viona pada saat dirumah sakit.
Hatinya kembali bimbang ,atas apa yang harus ia lakukan.
Panggilan mama ratna diambang pintu kamar membuyarkan lamunanannya.
“iya ma? Senyuman manis terukir kala nana menyaut panggilan dari mamanya.
Mama ratna berjalan menuju tempat dan kemudian duduk ditepi ranjang.
“sayang,ada tante galih diluar,katanya mau menjenguk kamu.” Ucap mama ratna sambil membelai rambut nana yang halus.
“tante galih ma.” Ucap nana sambil memutar kepalanya kearah mama ratna.
“iya sayang,ada pandu juga.” Ucap mama ratna
“pandu .” alis ratna saling bertautan.
“iya,katanya dia ingin meminta maaf kepadamu.”
“mama tidak tahu kesalahan apa yang dia lakukan,sehingga ia ingin meminta maaf,justru mama mau berterima kasih,karena pandu telah menolong dan membawamu kerumah sakit,iyakan.” Ucap mama ratna sambil tersenyum.
“ayo temui tante galih dan pandu.” Ucap mama ratna lagi sambil beranjak dari tempatnya.
__ADS_1
“tapi ma.” Ucap nana sambil memegangi lengan mama ratna.nana kemudian menggeleng,ia tidak mau bertemu dengan pandu.
“tidak apa-apa sayang,kamu tidak usah takut,mama dan tante galih sudah membatalkan pertunangan kalian,jadi kami tidak akan memaksa kalian lagi.” Ucap mama ratna.
“ bukan itu ma.” Jawab nana
“lo kenapa tidak terkejut mama membatalkan pertunagan kalian?” ucap mama ratna yang melihat wajah biasa nana.
“nana udah tau kok ma,kemaren nana mendengar mama dan papa bicara.” Ucap nana.
“ya sudah mari kita temui mereka kalau begitu,tidak baik membuat tamu menunggu.” Paksa mama ratna yang tidak bisa ditolak oleh nana.
Mama ratna membatu nana itu berdiri dan menunntunnya keluar dari kamarnya itu.
.......
“maaf jeng menunggu lama.’’ Suara mama ratna terdengar ketika sudah sampai diruang tamu.
“nana .” mama galih yang terlihat menghampiri nana.
“kenapa dipaksakan kalau masih sakit.” Ucap mama galih lagi ketika membatu mama ratna menuntun nana ketempat duduk.
Pandangan nana tertuju pada pandu,begitu pula dengan pandu yang tengah menatap nana.pandagan mereka saling bertemu.
“sayang,bagaimana perasaan kamu , apa masih terasa pusing.” Pertanyaan yang dilontarkan oleh mama galih seketika duduk disamping nana.
Sedangkan mama ratna tengah kedapur mengambil minum untuk tamunya.
“sudah tidak apa apa tante,terima kasih sudah datang kesini.” Ucap nana tersenyum sambil menoleh kearah mama galih.
“syukurlah sayang,iya sama sama.” Ucap mama galih lega lalu mengusap usap pucuk kepala nana.
Dan dibalas oleh senyuman oleh nana.
“ehemm.’’mama galih berdehem sambil melirik kearah pandu yang sedari tadi hanya diam saja.
Seakan mengerti dengan kode yang diberikan oleh mamanya,pandu mencoba membuka suara.
‘’mmmmm nak.’’ Ucap pandu ,membuat yang punya nama menoleh kearahnya.
Nana hanya menatap pandu,penasaran apa yang akan dikatakan oleh pandu selanjutnya.
“gue,,,gue mau minta maaf karena sudah salah menuduh lo.” Ucap pandu tampa menatap nana,ia hanya menunduk.
“tidak seharusnya gue menuduh lo seperti itu.” Ucap pandu sambil mendongakkan kepalanya kemudian menatap mata nana.
Nana hanya diam dengan masih menatap kearah pandu.
“iya sayang,maafkan pandu ya nak,pandu sudah cerita semuanya sama tante,dia sudah salah menuduhmu.” Ucap mama galih sambil mengelus elus punggung nana dengan lembut.
Nana menoleh kearah mama galih lalu terseyum kepada wanita paru baya itu.
“tidak apa-apa kok tante,nana sudah memaafkan pandu.” Jawab nana dengan suara lembutnya.yang membuat mama galih tersenyum pada nana.
“ya udah ya ma,sekarang pandu sudah minta maaf,pandu harus pergi kekantor sekarang.” Ucap pandu yang kembali dingin menatap nana.
“kenapa buru buru sih ndu,baru beberapa menit kita duduk disini.” ucap mama ratna.
“yang penting pandu sudah meminta maaf,banyak pekerjaan yang harus aku hendel dikantor.” Jawabnya ketus dengan melihat kearah nana.
“kenapa dia menatapku seperti itu,baru sebentar dia meminta maaf .” batin nana yang kembali jengkel dengan pandu.
“dia memang tidak bisa berubah,selalu saja dingin,paling meminta maaf padaku atas paksaan tante galih.” Batin nana lagi.
Tampa berkata kata lagi,pandu buru keluar dari rumah nana.
“anak itu.” Ucap mama galih sambil menggeleng menatap kepergian anak semata wayangnya itu.
“tidak apa- apa tante,mungkin pandu memang banyak pekerjaan.” Ucap nana pada tante galih.
“iya sayang ucap mama galih,kemudian memeluk nana dengan sayang.
‘’dasar laki laki menjengkelkan,sekarang aku membencimu,membecimu.membecimu.’ teriak nana dalam hatinya dengan kesal.
__ADS_1
jangan lupa like dan commen
terima kasih😁😁😁🤗🤗🤗🤗🤗🤗