MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
Kedatangan Kara


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Na, kamu gapapa? K—kita ke rumah sakit sekarang!" ucap seorang gadis yang baru saja tiba dan menggagalkan aksi Winda.


"K—Kara..." gumam Ryana lirih sebelum pada akhirnya ia pingsan dan tak sadarkan diri.


"Ryana!" seru Kara semakin ketakutan,"Na, bangun Na jangan sampai kamu kenapa kenapa, Ryana plis bangun!"


Kara berusaha untuk membangunkan Ryana menepuk pipi nya dan berharap wanita itu tersadar. Namun naas, tubuh Ryana memang sudah benar benar lemah. Darah yang mengucur di bagian tubuh nya pun juga tidak lah sedikit.


"Siapa kamu! Tidak usah ikut campur!" pekik Winda menatap marah kepada sosok gadis di depan nya.


"Kamu pikir kamu itu siapa berani melukai ipar dan keponakan ku hah!" sentak Kara, ia melepaskan tangan Ryana dan beralih menatap Winda dengan tajam.


"Buahahaha! Apa kau juga akan menjadi pengganggu dalam hubungan ku dengan Raka? Hah, seperti nya kau juga harus—"


"Aaarrrkkkkhhh sakittt!" jerit Winda saat dengan tiba tiba gadis itu menusukkan gunting nya ke bahu nya sendiri.

__ADS_1


Tidak hanya itu, bahkan Winda juga langsung terjatuh dan berpura pura pingsan.


Brukk!


"Hah!" Tentu saja Kara di buat terkejut dan bingung sendiri dengan tingkah Winda.


Namun, kebingungan itu seolah terjawab, saat dirinya mendengar suara langkah kaki yang begitu cepat memasuki rumah.


"Ryana!" pekik seorang laki laki yang ternyata adalah Raka, saudara kembar Kara.


"Sayang! K—kamu kenapa bisa begini Sayang bangun, plis bangun!" tangisan Raka langsung pecah seketika saat melihat keadaan istri nya yang begitu mengenaskan.


"Ini sebenernya ada apa sih?" tanya Raka di tengah kepanikan nya kini menatap pada saudara kembar nya.


"Raka, lebih baik kita cepat bawa Ryana ke rumah sakit!" ucap Kara.


"Kara, kamu temani Raka ke rumah sakit. Biar Papa yang mengurus Winda," ujar papa Kenzo yang langsung membuat Raka dan Kara segera pergi menuju rumah sakit.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu lantaran macet. Kini, mobil yang di tumpangi Kara dan Raka serta Ryana sudah tiba di Nolan Hospital. Raka segera turun dan mengangkat tubuh istrinya.


"Om, tolongin Ryana Om!" seru Raka berlari dengan napas terengah saat secara kebetulan ia melihat om Kiano yang baru saja hendak ke luar dari gedung rumah sakit.


"Astaga, Ryana kenapa?" pekik Kiano terkejut, ia segera meminta brankar kepada perawat dan membantu membawa Ryana ke ruang UGD.


"Raka gak tahu Om, hiks hiks. Tolongin Ryana, Raka gak mau terjadi apa apa sama mereka hiks hiks." ucap Raka terisak sambil terus mendorong brankar Ryana menuju ruang penanganan.


"Kalian berdua tunggu disini." ucap Om Kiano lalu ia segera masuk ke dalam ruangan bersama dokter yang lain nya.


Raka dan Kara menunggu sambil terus berdoa untuk keselamatan keempat nyawa yang sedang di pertaruhkan di dalam sana.


"Jadi kenapa ini bisa terjadi?" tanya Raka membuka suara menatap saudara kembar nya.


"Aku gak tahu, saat aku datang. Pembantu kamu itu sudah mau menusuk perut Ryana. Kami sempat debat sedikit, tapi pas dia denger mobil kamu dan Papa, dia langsung nusuk dirinya sendiri." jelas Kara panjang lebar, "Mungkin dia berfikir agar kalian semua menuduh ku yang melakukan ini kepada Ryana dan dia. Dan aku pun juga tidak memaksa kamu untuk percaya padaku. Tapi satu hal, apa yang di pikirkan Ryana selama ini adalah benar. Bahwa pembantu kamu, ada something dengan mu!" imbuh nya hingga membuat Raka langsung terdiam dan mencerna semua ucapan Kara.


Something? Tapi apa? Kenapa? Benarkah hanya karena sebuah perasaan, Winda bisa berbuat setega itu kepada Ryana yang sedang hamil besar? Akan tetapi, jika Kara yang melakukan itu lebih tidak mungkin lagi. Mengingat bahwa selama ini, hubungan Kara dan Ryana sudah sangat baik.

__ADS_1


...~To be continue... ...


Maaf ya, Mom masih belum bisa update di kamar Angkasa dan Kiano. Karena masih cukup sibuk, jadi Mom hanya bisa update di kamar ini aja dulu,


__ADS_2