MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
Overthinking


__ADS_3

Aurel menggerutu kesal.


Bisa-bisanya Elsa berkata seperti


itu. la seperti tidak ada harganya.


Aurel istri sah Daren, lalu ia di


suruh untuk mengalah? Sepertinya


Elsa sedang tidak waras.


Perempuan itu duduk disebuah


kursi. Menikmati angin malam


yang mulai dingin. Aurel


menghembuskan nafasnya. la


berpikir bagaimana jika Nessa merebut daren? Apa Daren akan meninggalkannya?


Aurel mengambil ponselnya. Ila


penasaran siapa sebenarnya Nessa.


Aurel nemutuskan untuk mencari


akun sosial media Nessa.


"Nama panjangnya siapa ya?"


gumam Aurel. "Gue cari di


pertemanannya Daren aja deh. "


Aurel membuka akun Daren. Lalu


mencari nama Nessa. "Nessa


Willya Atmaja.


"CEO perusahaan Atmaja?" Guman Aurel. "Pantes, orang dia jabatannya lumayan.


Aurel scroll kebawah mencari-cari


apakah ada foto Daren. Dan benar


dugaan Aurel di halaman sosial


media milik Nessa ia melihat


masih banyak foto-foto Nessa dan


Daren.


"Kenapa belum di hapus? Dia


masih ngarep sama Daren?" ucap


Aurel. Ia kesal, dan memutuskan


untuk tidak mencari tahu lebih


lanjut soal ini.


"Najis banget sih!" ucap Aurel lagi. Moodnya sudah hilang sekarang.


Tiba-tiba seseorang menutup


kedua matanya dari belakang.


"Duh siapa sih? Nutup-nutup


mata gue segala!"


"Tara.. " ucap Daren melepaskan


tangannya dari kedua mata Aurel.


"Ih! Nyebelin banget sih!" ucap


Aurel tidak terima.


"Kok gitu," ucap Daren


"Tau ah!" ucap Aurel malas dengan daren. Daren duduk disebelah Aurel.


"'Sayang aku kenapa?"


Aurel diam, tidak menjawab


ucapan Daren. Aurel sangat


sensitif mungkin itu karena


pengaruh hormon. Karena ia


sedang datang bulan.


"Sayang ih, kok di cuekin sih!"


ucap Daren tidak terima. la tidak


tahu kenapa Aurel seperti ini. Pasti


ia sedang tidak mood.


"Sayang!" ucap Daren. Aurel


mendongak menatap Daren."Kenapa?"


"Gak pa-pa," jawab Aurel acuh.


"Sayang banyangin lo masuk


neraka gara-gara jawab gak pa-pa


padahal kenapa-napa," ucap


Daren.


Aurel diam lagi, tiba-tiba


memikirkan hal itu.


"Gimana? Takut gak?" ucap Daren.


Aurel menyandarkan kepalanya di


bahu Daren menatap jutaan bintang didepannya."Gue lagi kesel sama mantan lo


itu," ucap Aurel mengungkapkan


"Ha? Nessa maksudnya?"


Aurel mengangguk. "Daren, lo janji


sama gue buat gak balik lagi sama


dia kan?"


"Iyalah, ngapain gue balik sama


dia?" ucap Daren menatap kedua


mata Aurel. "Rel, perasaan gue ke


lo tuh gak main-main. Gue


beneran sayang sama lo.""beneran? 'Ucap Aurel membalas tatapan mata Daren. "Lo gak lagi


ngerjain gue kan? Gak lagi prank


kan?"

__ADS_1


"Astaga enggak.. " ucap Daren.


"Siapa tahu lo mau balas dendam


sama gue. Dan lo bakalan


ninggalin gue setelah gue sayang


sama lo," ujar Aurel.


"Ya ampun, gue gak sejahat itu


Rel. Gue beneran sayang dan cinta


sama lo. Gue harus ngelakuin apa?


Biar lo percaya sama gue?" ucap


Daren dengan sungguh-sungguh. Aurel diam, jika di lihat dari kedua


mata Daren memang tidak ada


kebohongan. Dan semoga benar,


tidak akan ada kebohongan setelah


ini.


Daren mengenggam tangan Aurel.


"Gimana? Masih ragu?"


Aurel menggelengkan kepalanya.


Daren memeluk Aurel dengan erat


sesekali mencium kening


perempuan itu.


Tanpa sadar sedari tadi ada dua


orang yang memperhatikan mereka. Aldino mengenggam erat


tangan Tissa.


"Kamu cemburu liat mereka?"


tanya Tissa mendongak kearah


Aldino yang beberapa cm lebih


tinggi darinya.


"Enggak, ngapain aku cemburu?


Aku udah punya kamu Tissa,"


ucap Aldino memeluk Tissa. Tissa


membalas pelukan Aldino.


Semoga benar, Aldino sudah


melepaskan Aurel.*** Pukul 11 malam, mereka baru


pulang dari rumalh Tante Indri.


Aurel sudah mengantuk, jadi ia


memutuskan untuk masuk


kedalam kamar. Sementara Daren,


ia masih dibawah mnengobrol


dengan kedua orang tuanya.


Aurel membuka lemari, ia ingin


mandi. Karena badanya terasa


langsung tidur. Tapi ia malah


melihat Daren yang sedang


berganti pakaian."ngapain? Ko malah bengong di situ," ucap Daren.


"Lo ngapain gak pake baju? Pake


baju sana!" ucap Aurel merasa


risih.


"Gak mau, mau tidur gak pake


baju," ucap Daren sembari


tersenyum.


"Daren ih nyebelin! Pake baju


gak?"


"Gak mau!" jawab Daren kekeh


dengan pendiriannya."ya udah, lo tidur di luar!"kata Aurel sembari merebahkan


tububnya di ranjang.


"Kok gitu? Gak mau juga. Maunya


tidur sama lo, " ucap Daren. Aurel


nampak ragu. la masih belum


biasa mnelihat Daren tanpa baju.


"Gimana sayang? Gak pa-pa kan?"


Ucap Daren.


"Ya udah deh terserah lo, " ucap


Aurel akhirnya.


Daren tersenyum lebar


mendengarnya. la langsung menyusul Aurel merebahkan. tubuhnya di samping Aurel. "Mau


di peluk gak?"


Aurel mendekat, langsung


memeluk Daren erat. Ternyata


tidak begitu buruk. la bisa


merasakan detak jantung Daren


secara langsung. Dan ini lebih


nyaman. Daren mencium pipi


Aurel lalu turun ke bibir


perempuan itu.


Hanya sebentar, karena ia tidak


ingin membangunkan si Alex.


Mereka memejamkan kedua mata mereka menyerang masuk kedalam. alam mimpi.***


Aurel diam, menatap seseorang

__ADS_1


yang sangat ia cintai sedang


bercumbu dengan perempuan lain.


Hatinya begitu hancur, melihat


semua ini. Penyesalannya


sekarang, kenapa harus percaya


kepada Daren? Kenapa?


"Aurel... " ucap Daren melepaskan


bibirnya.


"Kamu jahat.. " ucap Aurel sudah Menangis."Daren kamu lebih milih aku kan?


Dari pada Aurel?" ucap Nessa.


"Iya dong, aku lebih pilih kamu


yang jauh lebih cantik," ucap


Daren.


Aurel menangis sesenggukan.


Hatinya sangat sakit.


"Daren jahat!" teriak Aurel. Aurel


bagun dari tidurnya, dengan peluh


keringat yang membasahi sekujur


tubuhnya.


"Aure lo kenapa?" tanya Daren yang juga terbangun akibat teriakan Daren.


Aurel menatap cermin besar di


lemari. Jadi ia hanya mimpi? Lalu


kenapa mimpi itu terasa begitu


nyata?


"Sayang, kenapa? "


Aurel masih tidak menjawab. la


malah menangis menatap Daren.


"Loh kok malah nangis?" tanya


Daren. Daren memeluk Aurel.


"Lo jahat!" ucap Aurel memukuli dada daren."Gue kenapa sih? " ucap Daren


masih dengan kebingungannya.


"Lo selingkuh sama Nessa!" ucap


Aurel langsung memeluk tubuh


Daren.


"Astaga, " ucap Daren membalas


pelukan Aurel. Tubuh Aurel


bergetar, Daren dapat merasakan


itu.


"Udah itu cuma mimpi. Lo yang


terlalu mikirin ucapan Elsa, " ucap


Daren. Aurel tidak mau diam. Ia


masih terus menangis. Ia juga masih memukuli tubuh Darer


"Tapi kalau bener gimana?"


"Oh jadi lo takut banget


kehilangan gue, iya?"


Aurel mengangguk lalu memeluk


Daren. "Duh sekarang takut


kehilangan.


"Jangan pergi makanya, " ucap


Aurel.


"Gak akan pergi, tetap disini kok,"


ucap Daren. Aurel berhenti menangis. la


menghapus sisa air matanya.


"Cie takut kehilangan gue!" goda


Daren.


Aurel mencubit perut Daren.


Membuat lelaki itu mengaduh


kesakitan.


"Sakit Rel... " ucap Daren.


"Lo nyebelin banget!" ucap Aurel.


"Morning kiss dulu dong," ucap


Daren."Gak mau! Ngambek sama lo!"


ucap Aurel langsung pergi


meninggalkan Daren.***


"Masa dia bilang gitu sama gue,"


ucap Elsa kepada sahabatnya,


Nessa. Mereka sedang vidio call


sekarang.


"Wow, berani banget dong dia,"


ucap Nessa. Nampak di layar


ponsel Elsa bahawa perempuan itu


sedang makan."ia berani, sok cantik lagi Setelah gue tanya ternyata dia


cuma karyawan swasta, kalah jauh


sama lo," ucap Elsa lagi.


Nessa tersenyum, mendengar


cerita Elsa.


"Ness, gue bisa lo buat lo balik lagi


sama Daren," ucap Elsa.

__ADS_1


"Eum, liat nanti deh," ucap Nessa


sembari tersenyum.


__ADS_2