
Aurel menggerutu kesal.
Bisa-bisanya Elsa berkata seperti
itu. la seperti tidak ada harganya.
Aurel istri sah Daren, lalu ia di
suruh untuk mengalah? Sepertinya
Elsa sedang tidak waras.
Perempuan itu duduk disebuah
kursi. Menikmati angin malam
yang mulai dingin. Aurel
menghembuskan nafasnya. la
berpikir bagaimana jika Nessa merebut daren? Apa Daren akan meninggalkannya?
Aurel mengambil ponselnya. Ila
penasaran siapa sebenarnya Nessa.
Aurel nemutuskan untuk mencari
akun sosial media Nessa.
"Nama panjangnya siapa ya?"
gumam Aurel. "Gue cari di
pertemanannya Daren aja deh. "
Aurel membuka akun Daren. Lalu
mencari nama Nessa. "Nessa
Willya Atmaja.
"CEO perusahaan Atmaja?" Guman Aurel. "Pantes, orang dia jabatannya lumayan.
Aurel scroll kebawah mencari-cari
apakah ada foto Daren. Dan benar
dugaan Aurel di halaman sosial
media milik Nessa ia melihat
masih banyak foto-foto Nessa dan
Daren.
"Kenapa belum di hapus? Dia
masih ngarep sama Daren?" ucap
Aurel. Ia kesal, dan memutuskan
untuk tidak mencari tahu lebih
lanjut soal ini.
"Najis banget sih!" ucap Aurel lagi. Moodnya sudah hilang sekarang.
Tiba-tiba seseorang menutup
kedua matanya dari belakang.
"Duh siapa sih? Nutup-nutup
mata gue segala!"
"Tara.. " ucap Daren melepaskan
tangannya dari kedua mata Aurel.
"Ih! Nyebelin banget sih!" ucap
Aurel tidak terima.
"Kok gitu," ucap Daren
"Tau ah!" ucap Aurel malas dengan daren. Daren duduk disebelah Aurel.
"'Sayang aku kenapa?"
Aurel diam, tidak menjawab
ucapan Daren. Aurel sangat
sensitif mungkin itu karena
pengaruh hormon. Karena ia
sedang datang bulan.
"Sayang ih, kok di cuekin sih!"
ucap Daren tidak terima. la tidak
tahu kenapa Aurel seperti ini. Pasti
ia sedang tidak mood.
"Sayang!" ucap Daren. Aurel
mendongak menatap Daren."Kenapa?"
"Gak pa-pa," jawab Aurel acuh.
"Sayang banyangin lo masuk
neraka gara-gara jawab gak pa-pa
padahal kenapa-napa," ucap
Daren.
Aurel diam lagi, tiba-tiba
memikirkan hal itu.
"Gimana? Takut gak?" ucap Daren.
Aurel menyandarkan kepalanya di
bahu Daren menatap jutaan bintang didepannya."Gue lagi kesel sama mantan lo
itu," ucap Aurel mengungkapkan
"Ha? Nessa maksudnya?"
Aurel mengangguk. "Daren, lo janji
sama gue buat gak balik lagi sama
dia kan?"
"Iyalah, ngapain gue balik sama
dia?" ucap Daren menatap kedua
mata Aurel. "Rel, perasaan gue ke
lo tuh gak main-main. Gue
beneran sayang sama lo.""beneran? 'Ucap Aurel membalas tatapan mata Daren. "Lo gak lagi
ngerjain gue kan? Gak lagi prank
kan?"
__ADS_1
"Astaga enggak.. " ucap Daren.
"Siapa tahu lo mau balas dendam
sama gue. Dan lo bakalan
ninggalin gue setelah gue sayang
sama lo," ujar Aurel.
"Ya ampun, gue gak sejahat itu
Rel. Gue beneran sayang dan cinta
sama lo. Gue harus ngelakuin apa?
Biar lo percaya sama gue?" ucap
Daren dengan sungguh-sungguh. Aurel diam, jika di lihat dari kedua
mata Daren memang tidak ada
kebohongan. Dan semoga benar,
tidak akan ada kebohongan setelah
ini.
Daren mengenggam tangan Aurel.
"Gimana? Masih ragu?"
Aurel menggelengkan kepalanya.
Daren memeluk Aurel dengan erat
sesekali mencium kening
perempuan itu.
Tanpa sadar sedari tadi ada dua
orang yang memperhatikan mereka. Aldino mengenggam erat
tangan Tissa.
"Kamu cemburu liat mereka?"
tanya Tissa mendongak kearah
Aldino yang beberapa cm lebih
tinggi darinya.
"Enggak, ngapain aku cemburu?
Aku udah punya kamu Tissa,"
ucap Aldino memeluk Tissa. Tissa
membalas pelukan Aldino.
Semoga benar, Aldino sudah
melepaskan Aurel.*** Pukul 11 malam, mereka baru
pulang dari rumalh Tante Indri.
Aurel sudah mengantuk, jadi ia
memutuskan untuk masuk
kedalam kamar. Sementara Daren,
ia masih dibawah mnengobrol
dengan kedua orang tuanya.
Aurel membuka lemari, ia ingin
mandi. Karena badanya terasa
langsung tidur. Tapi ia malah
melihat Daren yang sedang
berganti pakaian."ngapain? Ko malah bengong di situ," ucap Daren.
"Lo ngapain gak pake baju? Pake
baju sana!" ucap Aurel merasa
risih.
"Gak mau, mau tidur gak pake
baju," ucap Daren sembari
tersenyum.
"Daren ih nyebelin! Pake baju
gak?"
"Gak mau!" jawab Daren kekeh
dengan pendiriannya."ya udah, lo tidur di luar!"kata Aurel sembari merebahkan
tububnya di ranjang.
"Kok gitu? Gak mau juga. Maunya
tidur sama lo, " ucap Daren. Aurel
nampak ragu. la masih belum
biasa mnelihat Daren tanpa baju.
"Gimana sayang? Gak pa-pa kan?"
Ucap Daren.
"Ya udah deh terserah lo, " ucap
Aurel akhirnya.
Daren tersenyum lebar
mendengarnya. la langsung menyusul Aurel merebahkan. tubuhnya di samping Aurel. "Mau
di peluk gak?"
Aurel mendekat, langsung
memeluk Daren erat. Ternyata
tidak begitu buruk. la bisa
merasakan detak jantung Daren
secara langsung. Dan ini lebih
nyaman. Daren mencium pipi
Aurel lalu turun ke bibir
perempuan itu.
Hanya sebentar, karena ia tidak
ingin membangunkan si Alex.
Mereka memejamkan kedua mata mereka menyerang masuk kedalam. alam mimpi.***
Aurel diam, menatap seseorang
__ADS_1
yang sangat ia cintai sedang
bercumbu dengan perempuan lain.
Hatinya begitu hancur, melihat
semua ini. Penyesalannya
sekarang, kenapa harus percaya
kepada Daren? Kenapa?
"Aurel... " ucap Daren melepaskan
bibirnya.
"Kamu jahat.. " ucap Aurel sudah Menangis."Daren kamu lebih milih aku kan?
Dari pada Aurel?" ucap Nessa.
"Iya dong, aku lebih pilih kamu
yang jauh lebih cantik," ucap
Daren.
Aurel menangis sesenggukan.
Hatinya sangat sakit.
"Daren jahat!" teriak Aurel. Aurel
bagun dari tidurnya, dengan peluh
keringat yang membasahi sekujur
tubuhnya.
"Aure lo kenapa?" tanya Daren yang juga terbangun akibat teriakan Daren.
Aurel menatap cermin besar di
lemari. Jadi ia hanya mimpi? Lalu
kenapa mimpi itu terasa begitu
nyata?
"Sayang, kenapa? "
Aurel masih tidak menjawab. la
malah menangis menatap Daren.
"Loh kok malah nangis?" tanya
Daren. Daren memeluk Aurel.
"Lo jahat!" ucap Aurel memukuli dada daren."Gue kenapa sih? " ucap Daren
masih dengan kebingungannya.
"Lo selingkuh sama Nessa!" ucap
Aurel langsung memeluk tubuh
Daren.
"Astaga, " ucap Daren membalas
pelukan Aurel. Tubuh Aurel
bergetar, Daren dapat merasakan
itu.
"Udah itu cuma mimpi. Lo yang
terlalu mikirin ucapan Elsa, " ucap
Daren. Aurel tidak mau diam. Ia
masih terus menangis. Ia juga masih memukuli tubuh Darer
"Tapi kalau bener gimana?"
"Oh jadi lo takut banget
kehilangan gue, iya?"
Aurel mengangguk lalu memeluk
Daren. "Duh sekarang takut
kehilangan.
"Jangan pergi makanya, " ucap
Aurel.
"Gak akan pergi, tetap disini kok,"
ucap Daren. Aurel berhenti menangis. la
menghapus sisa air matanya.
"Cie takut kehilangan gue!" goda
Daren.
Aurel mencubit perut Daren.
Membuat lelaki itu mengaduh
kesakitan.
"Sakit Rel... " ucap Daren.
"Lo nyebelin banget!" ucap Aurel.
"Morning kiss dulu dong," ucap
Daren."Gak mau! Ngambek sama lo!"
ucap Aurel langsung pergi
meninggalkan Daren.***
"Masa dia bilang gitu sama gue,"
ucap Elsa kepada sahabatnya,
Nessa. Mereka sedang vidio call
sekarang.
"Wow, berani banget dong dia,"
ucap Nessa. Nampak di layar
ponsel Elsa bahawa perempuan itu
sedang makan."ia berani, sok cantik lagi Setelah gue tanya ternyata dia
cuma karyawan swasta, kalah jauh
sama lo," ucap Elsa lagi.
Nessa tersenyum, mendengar
cerita Elsa.
"Ness, gue bisa lo buat lo balik lagi
sama Daren," ucap Elsa.
__ADS_1
"Eum, liat nanti deh," ucap Nessa
sembari tersenyum.