MUSUH TAPI MENIKAH

MUSUH TAPI MENIKAH
MENJADI ORANG TUA (1)


__ADS_3

"Kelvin, gimana enak gak? Kelvin


suka gak?" tanya Aurel kepada


Kelvin yang tengah asik memakan


ice cream-nya.


"Enak, Kelvin suka. Tapi kadang


Mama ngelarang Kelvin buat


makan ice cream," ucap Kelvin.


"Iya kan emang gak boleh, nanti


giginya jadi ompong, Kelvin mau?"


ucap Aurel sembari menjawil hidung Kelvin.


"Gak mau, nanti Kelvin galk


ganteng lagi," ucapnya. Aurel


tertawa merasa gemas dengan


Kelvin. Ia mencubit pipi Kelvin.


Mereka sedang ada di play ground.


Menunggu Daren yang sedang


membayar makanan.


Meski Aurel kalah, tapi tetap saja


semua makanan yang membayar


Daren.


"Udah?" tanya Aurel kepada Daren yang baru saja datang.


"Udah kok, " ucap Daren. Daren


tidak lupa dengan pesanan yang di


take away tadi.


"Ya udah yuk balik," ajak Aurel.


Aurel mengandeng tangan Kelvin.


Sementara Daren membawa


makanan. Mereka hanya berjalan


kaki, karena memang letak cafe pas


sekali di depan gedung kantor


Daren.


Mereka sampai di lantai 12. Aurel dan Daren saling pandang, ketika


melihat Sella menangis. Kelvin


panik, lelaki kecil itu langsung


berlari memeluk Mamanya.


"Sella kamu kenapa?" tanya Daren.


"Ibu saya masuk rumah sakit Pak,"


jawab Sella. Sella menghapus air


matanya.


"Mama kenapa?" ucap Kelvin


menghapus air mata Sella.


"Mama gak pa-pa kok," ucap Sella tersenyum menatap Kelvin.


"Ya sudah, saya izinkan kamu


untuk pulang," kata Daren.


"Nah itu masalahnya Pak, " Sella


menghentikan ucapannya


sebentar. "Ibu saya sudah pulang


ke kampung. Sementara saya disini


punya tanggungan Kelvin. Dia


harus sekolah."


Aurel mengusap bahu Sella,


mencoba untuk menguatkan


perempuan itu."Gini aja, gimana kalau untuk


sementara waktu biar Kelvin


tinggal sama saya dan Aurel," ucap


Daren mengusulkan sebuah ide.


"Saya takut merepotkan Bapak dan


Bu Aurel, " balas Sella tidak enak.


"Enggak kok Sel, kita bisa bantu


jaga Kelvin. Lagian Kelvin anak


pinter kok, gak manja, " sahut


Aurel.


Sella terdiam sebentar, seprtinya


sedang berpikir.


"Gimana Sel? Saya pastikan Kelvin


aman sama kami," ucap Daren lagi.


Sella mengangguk. Ia berjongkok,


untuk menstarakan tinggi


badannya dengan Kelvin.


"Sayang, kamu Mama tinggal dulu


ya. Oma sakit, Mama harus


pulang. Kamu gak pa-pa kan sama


Om Daren dan Tante Aurel disini,"


ucap Sella memberi tahu dengan


lembut kepada Kelvin.


"Kelvin mau ikut Mama," ucap


Kelvin.


"Jangan, kamu kan harus sekolah,"


ucap Sella. Seketika Kelvin


menangis. "Sayang jagoannya


Mama kok nangis sih. Mama gak


lama kok. "


"Bener? Mama gak lama?" tanya


Kelvin."Iya, Mama janji gak akan lama,


ucap Sella sembari menghapus air

__ADS_1


mata Kelvin. "Jangan nangis lagi


ya anak Mama. Jangan bandel,


nurut sama Om Daren dan Tante


Aurel. Kelvin ngerti kan? "


Kelvin mengangguk. Sella


memeluk Kelvin erat.


"Pak, saya segera pergi ya. Harus


beli tiket," ucap Sella. "Oh iya Pak,


untuk baju Kelvin akan saya kirim


nanti ke rumah Bapak. Maaf kalau


saya merepotkan.""Gak pa-pa kok Sel, semoga Ibu


kamu cepat sembuh ya," ucap


Aurel mengusap bahu Sella.


Sella mengangguk, "Makasih Bu.'


Sella memeluk Kelvin sekali lagi.


Berat rasanya meninggalkan


Kelvin. Tapi itu memang yang


harus ia lakukan sekarang.


Sella pergi, sementara Aurel


menggenggam tangan Kelvin.


Kelvin menangis, sekarang Aurel


mencoba menangkan Kelvin. " Kevin harus menuruti ucapan Mama, ya. Kasihan Mama, " ucap


Aurel.


"Iya Tante, Kelvin akan nurut


ucapan Mama," jawab Kelvin.


Aurel memeluk Kelvin.


Daren yang sedari tadi


memperhatikannya hanya


tersenyum. Karena ia sadar bahwa


jiwa keibuan Aurel sudah muncul.


"Wah, harusnya langsung gas


punya anak ini," batin Daren


sembari terkekeh geli.***"Assalamualaikum.. " ucap Daren


masuk kedalam rumahnya


bersama dengan Aurel dan Kelvin


tentunya.


"Wa'alaikumsalam.. " jawab Sarah


dan juga Wardana. "Loh ini anak


siapa? "


"Ini Kelvin Ma, anaknya Sella


sekertaris aku. Dia harus pulang


kampung beberapa hari. Mamanya


sakit keras soalnya," jawab Daren.


aku sama Aurel. ""Oh gitu, " ucap Sarah. Sarah


berjongkok untuk melihat Kelvin


lebih dekat. "Hai Kelvin, ini Oma


Sarah. Maminya Om Daren."


"Halo Oma, " ucap Kelvin


menggoyangkan tangannya.


"Ih lucu banget sih! Liat deh Pi,


Kelvin lucu banget," ucap Sarah


mencubit pipi Kelvin karena


gemas. Wardana tersenyum


melihat Kelvin, memang anak itu


sangat menggemaskan. "Kelvin


udah makan?""Belum Oma, " jawab Kelvin.


"Ya udah kita makan dulu yuk, "


ajak Sarah. Sarah membawa Kelvin


ke ruang makan.


Daren menarik Aurel untuk masuk


kedalam kamar.


"Kelvin gak pa-pa? Di tinggal sama


Mami?" tanya Aurel.


"Udah gak pa-pa. Mami tuh suka


sama anak kecil, " ucap


banget


Daren melepas dasi yang mrncekik


lehernya. Aurel melihat Daren yang nampak


kesusahan. la pun berinisiatif


untuk membantu Daren.


"Udah, " ucap Aurel meletakkan


dasi di keranjang kotor.


"Kamu liat sendiri kan? Mami


sangat suka sama Kelvin, " ucap


Daren yang tiba-tiba memeluk


Aurel. Bukan hanya itu, lelaki itu


juga mengendus leher Aurel.


"Ayo bikin, yang banyak. Pasti


Mami seneng kalau cucunya


banyak," ucap Daren. Daren mendongak sebentar untuk


melihat ekspresi wajah Aurel.


"Tapi gak sepuluh juga," ucap


Aurel mendorong bahu Daren.


Agar lelaki itu menghentikan


aktivitasnya.

__ADS_1


"Sepuluh sayang, gue sanggup kok


ngasih makan sama nyekolahin


mereka," ucap Daren.


"Gue yang gak sanggup ngelahirin


mereka!" ucap Aurel sembari


mencubit perut Daren.Daren tertawa mendengar ucapan Aurel.


"Ya kan... "


"Ya kan apa? Ha?" ucap Aurel


menatap Daren sengit.


"Ya udah deh, jumlah anak


terserah berapa. Tapi sekarang


bikin dulu yuk," ucap Daren


menaik turunkan alisnya.


"Gue masih halangan," jawab


Aurel.


"Lama banget sih, " rengek Daren seperti anak kecil."Ya emang gitu," ucap Aurel


menatap dirinya di cermin.


"Ya udah sekarang latihan dulu, "


ucap Daren memeluk Aurel dari


belakang.


"Latihan apa? " tanya Aurel


kebingungan.


"Latihan mandi bareng, ya.. " ucap


Daren.


"Gak ngadi-ngadi lo!" tolak Aurel.


Aurel bergegas untuk masuk


kedalam kamar mandi. Masih syok karena Daren mengajaknya mandi bareng. Bukan tidak mau, hanya


saja Aurel belum siap.


Aurel menghela nafas, mencoba


menangkan dirinya. la mengunci


pintu kamar mandi. Lalu melepas


pakaiannya. Tiba-tiba ia menepuk


jidatnya sendiri. Karena lupa


membawa baju ganti.


"Duh bodoh banget sih gue!" ucap


Aurel merutuki dirinya sendiri.


Apalagi sekarang Aurel sudah


terlanjur melepas pakaiannya.


"Daren... bisa tolong ambilin baju gue, gak?" ucap Aurel dari dalam


kamar mandi.


"Baju yang mana?" tanya Daren


"Terserah, pokoknya baju sama


celana," balas Aurel lagi.


"Gue juga yang milih


**********?" ucap Daren.


Seketika Aurel membulatkan


matanya.


"Kalau gitu lo keluar kamar deh!


Gue sendiri yang ambil," ucap


Aurel."Kan gue suami lo. Gak pa-pa kali,


ucap Daren. Aurel menghela


nafas pasrah. Tiba-tiba Daren


mengetuk pintu kamar mandi.


Aurel mengambil handuk untuk


membalut tubuhnya. la


bersembunyi di balik pintu. Hanya


membiarkan tangannya yang


terlihat.


"Mana bawa sini, lo jangan


masuk!" ucap Aurel. Daren


memberikan pakaian Aurel. Lalu


Aurel buru-buru menutup pintu Kamar mandi ia kaget ketika tahu apa yang di ambil oleh Daren.


"Daren! Kok ini sih!" teriak Aurel.


Daren hanya tertawa mendengar


teriakan Aurel. Bagaimana Aurel


tidak murka, kalau yang di ambil


Daren itu lingerie seksi berwarna


merah terang. Aurel bergidik ngeri,


membayangkan ia memakai


lingerie itu.


"Ya udah sini ambil sendiri


bajunya," ucap Daren. Aurel kesal,


ia pun membuka pintu dan


berjalan keluar. Perempuan itu langsung


malemparkan lingerie yang tadi di


berikan Daren kepada Daren.


"Loh ini gak jadi di pake?" tanya


Daren.


"Enggak!" ucap Aurel.


"Tapi nanti juga lo pake di depan


gue," ucap Daren tersenyum


mesum.


Aurel bergidik ngeri. la langsung


berlari menuju kamar mandi.


"Mama tolong ada om-om mesum."

__ADS_1


__ADS_2