
Viona berteriak memanggil manggil nama shinta.
‘’iya nyonya.’’sinta terlihat menghampiri viona.
‘’shinta,kamu sangat pintar memasak,sup jamurnya enak sekali.’’puji viona tersenyum ketika shinta sudah berdiri disampingnya.
Dira dan nana ikut mengangguk,setuju dengan apa yang dikatakan oleh viona.
‘’terima kasih,atas pujiannya non.’’balas shinta tampa senyum diwajahnya.
‘’kenapa tidak terjadi apa apa .’’shinta membatin dengan bingung,sial sekali.
‘’saya perminsi kebelakang lagi nona.’’ucap sinta yang diangguki oleh viona.
’’aneh,kenapa dia tidak senang,saat lo puji makanannya.’’heran dira saat melihat shinta menunjukkan ekpresi yang biasa saja.biasanya seseorang akan terlihat senang,apabila seseorang memuji masakannya.
Viona menggidikkan kedua bahunya.
‘’dia pasti kesal, rencananya gagal,untung aku menggamatinya saat memasak,jadi aku bisa menukar isi botol racun itu dengan botol yang berisikan gula.hahahha’’viona membatin dengan mengangkat salah satu sudut bibirnya.
Pada saat memasak didapur,shinta hendak memasukkan racun yang sudah ia siapkan kedalam masakannya sendiri.terlihat air sup yang sudah hampir mendidih itu.
Viona yang tengah berdiri dibalik tembok mengrinyitkan kedua alisnya saat shinta sudah membuka tutup botol racun itu.namun tiba tiba saja shinta memegangi kedua perutnya dan mengurungkan niatnya.
‘’kenapa tiba tiba kebelet begini sih.’’shinta membatin sambil menyilangkan kedua kakinya.
Kembali ia letakkan botol tersebut,dan langsung berlari kekamar mandi.
Hal itu menjadi kesempatan untuk viona,untuk menukar botol yang berisikan racun itu.
Viona kembali ketempatnya setelah ,ia menukarkan botol racun itu.
Viona sangat senang ,ia bisa menggagalkan rencana yang dibuat oleh shinta.
‘’kenapa lama sekali.’’viona kembali menghampiri kevin dan teman temannya.
‘’hem,siapa yang lama sih.’’viona kembali duduk disamping kevin.
Kevin yang menyandarkan tubuhnya, merentangkan salah satu tangannya untuk menahan tubuh viona.
‘’vin,istirahat bentar ya.’’pandu segera beranjak dari tempatnya.
‘’ooo,yaudah.’’balas kevin.
‘’kita juga mau istirahat .’’leo dan arka saling pandang dan berbicara dengan serentak.
‘’kenapa kalian juga ingin beistirahat,siang siang begini.’’heran kevin pada kedua temannya yang ikut ikutan.
‘’kita capek.’’jawabnya serentak.
Kevin menggeleng geleng kepala,tidak mengerti dengan kedua temannya.
Sementara viona sedang asyik dengan ponselnya sambil menyenderkan kepalanya di bahu bidang suaminya,dengan kevin yang juga asyik memainkan rambut istrinya.
Dira menyenggol sedikit lengan nana yang juga tengah asyik dengan ponselnya,sehingga membuat gadis itu terlihat menoleh kearah dira.
‘’apa.’’bisik nana dengan menaikkan kedua alisnya.
Dira memutar matanya untuk menuntun nana agar dapat melihat kearah kevin dan viona yang tengah asyik bemesraan.
Nana mengikuti kemana arah pandangan mata dira,sejenak nana terdiam melihat kemesraan dari sahabatnya itu.
‘’beruntung sekali viona,dia mendapatkan suami,yang sangat mencintai dan menyanyangi dirinya seperti kevin.padahal dulu mereka saling membenci,bahkan saling bermusuhan.’’nana membatin dengan mata yang masih tertuju kearah kevin dan viona.
cinta memang tidak bisa ditebak.benci bisa berubah menjadi cinta.
‘’andai saja,pandu seperti itu kegue,gue pasti akan bahagia banget deh.’’nana kembali membatin sambil tersenyum senyum sendiri.
‘’heh napa lo.’’dira kembali menyenggol lengan nana,yang membuat gadis itu segera menghakiri khayalanya.
Ck
‘’apaan ih dir.’’jengkel nana karena dikagetkan oleh dira.
__ADS_1
‘’suruh merhatiin viona,malah ngelamun lo,bayangin yang nggak nggak ya lo,gue perhatiin lo senyum senyum sendiri.iyakan.’’ pelan dira menunjuk kearah nana dengan senyuman menggoda.
‘’gue yakin,pasti lagi ngelamunin pangeran pandu,iyakan,yakin gue.’’dira tidak henti hentinya menggoda sahabatnya itu.
‘’apaan sih lo.’’wajah viona tiba tiba memerah,karena tebakan dari temannya itu sangatlah benar.
Dira terkekeh melihat wajah nana yang sudah seperti kepiting rebus,karena ulahnya.
‘’kalian kenapa bisik bisik.’’perhatian viona teralihkan seketika mendengar cekikikan dari dua sahabatnya itu.
Seketika itu membuat perhatian nana dan dira kembali terarahkan kepada sepasang suami istri itu.
Viona mengubah posisi duduknya dengan benar.
‘’nggak ,kita nggak bisik bisik,siapa yang bisik bisik sih.’’elak dira
‘’jelas jelas gue lihat kalian bisik bisik.’’viona tetap kekeh.
‘’siapa juga yang nggak akan bisik bisik,karena melihat sepasang suami istri yangs sedang dimabuk asmara ,sedang bemesraan didepan kami.’’nana ikut bicara dengan wajah cemberut yang dibuat buat.
‘’Tidak sadar apa,ada dua orang gadis jomblo disini.’’ucap dira dengan wajah sedih yang dibuat buat juga.
Viona terkekeh melihat expresi wajah kedua teman temannya dengan kevin yang juga ikut tersenyum sambil menggaruk garuk batang lehernya yang tidak gatal.
Kevin dan viona tidak menyadari ,mereka bemesraan diruang tamu ,dan dilihat oleh kedua temannya.
‘’gue pikir kalian berdua juga pamit,istirahat kekamar.’’ucap viona.
‘’pura pura tidak sadar dia na,dira melirik kearah nana.
‘’hah iya,’’nana mengangguk setuju.
‘’nak,kekamar yuk,ngapain kita disini,jadi obat nyamuk.’’ajak dira pada nana yang sudah beranjak dari tempatnya,dan disusul oleh nana.mereka pun berlalu dari tempat itu.
Kini hanya tinggal kevin dan viona diruang tamu.
‘’bosan sekali disini,tidak kemana mana,mendingan kita dirumah saja kalau begini.’’ucap viona yang sudah mulai bosan duduk duduk diruang tamu.
‘’jadi kamu mau kita jalan jalan?.’’tanya kevin sambil mengusap usap kepala istrinya.
Viona terseyum sambil mengangguk senang.
‘’ya udah kita jalan jalan kekamar,ada banyak aktivitas yang bisa kita lakukan disana.’’ucap kevin sambil beranjak dari tempatnya sambil menarik salah satu tangan viona.
‘’ayo.’’ucap kevin pada viona yang sedang menunjukkan wajah masam terhadapnya.
‘’aku pikir kita akan jalan jalan keluar.’’viona berucap sambil mengerucutkan mulutnya.
‘’aku tidak mau,kalau kesana ,bisa bisa aku kamu habisi.’’viona membuang wajahnya sambil melipat kedua tangannya setelah ia berhasil melepaskan tangannya dari genggeman kevin.
Kevin menarik salah satu sudut bibirnya,ia sangat senang mengerjai istrinya saat ini.eh entah sejak kapan.
Kevin kembali duduk disamping viona yang tengah membelakanginya
‘’kalau gitu kita pul--......belum sempat viona melanjutkan perkataanya,kevin sudah menyambar bibir manis viona ,itu saat ia hendak berbalik kearahnya.
Cup.
Cup.
Cup.
Kevin berkali kali mengecup bibir viona , membuat viona ternganga akan tingkah suaminya itu,wajahnya terlihat memerah,jantung masih tidak berhenti , berdebar dengan kencang.
Dug..dug..dug..
Terdengar suara jantung viona yang tengah berlari maraton,sementara mata viona,matanya kin tengah sibuk beradu pandang dengan kevin.
‘’apa kamu mau jalan jalan kekebun teh.’’pertanyaan itu muncul dari mulut kevin saat mereka masih beradu pandang.
Viona mengangguk tampa suara,ia menurut saja apa yang diucapkan oleh suaminya itu,matanya masih terpesona dengan ketampanan suaminya itu.ia belum berhenti memandangi laki laki yang berada tepat didepannya, laki laki yang menjadi suaminya selama beberapa bulan ini.
‘’vi.’’kevin melambaikan tanganya didepan wajah viona.melihat viona masih saja memandanginya.
__ADS_1
’’hah,iya.’’ucap viona kelabakan setelah kevin membuyarkan lamunanya.
Viona memegangi kedua pipinya yang terasa panas.
‘’ya udah kamu siap sipa,kita pergi sekarang.’’ucap kevin kembali beranjak dari tempatnya.
‘’hah,mau kemana/?.’’viona mengirinyitkan kedua alisnya,ternyata viona tidak menyadari anggukannya tadi.
‘’ikut saja.’’kevin membatu viona untuk berdiri dari tempatnya.
Kevin dan Viona segera pergi kekamarnya untuk bersiap siap.
Sore hari
Mereka sudah berada diatas mobil,dinginnya udara puncak mengharuskan kevin dan viona mengenakan jaket yang tebal serta memakai topi yang dapat menghangat kepala dan telinga mereka(kupluk).
Viona terus memandang keluar,menikmati pemandangan kebun teh yang sangat luas,sekali sekali ia mengeluarkan tangannya untuk menikmati hembusan angin yang menerpa tangannya itu,dan salah satu lagi dibiarkan berada dalam genggaman kevin yang tengah menyetir dengan satu tangan.
kevin tak henti hentinya mengecup punggung tangan viona yang berada digenggamannya,hal itu membuat viona selalu tersenyum kearah kevin.
Sesampai ditempat yang mereka tuju,viona turun dari mobil,tampa menunggu kevin ia berlari meninggalkan untuk menikmati pemandangan yang sangat indah itu.gadis itu berkaca pinggang ,dan langsung melihat sekelilingnya dengan penuh kekaguman.
‘’ aku sering kepuncak,tapi tidak menemukan tempat yang sebagus ini.’’viona kembali merentangkan tangannya serta memutar mutar tubuhnya,menikmati suasana puncak yang begitu menenangkan.
‘’ nanti setelah kamu lahir mommy dan daddy akan mengajakmu kesini sayang.’’viona berucap sambil mengelus elus perutnya.
pandangan jauh menatap kebun teh yang begitu luas tampa batas.
‘’kamu suka?.’’kevin berjalan kearah viona.
Viona mengangguk senang ,berbalik membelakangi kevin,serta kembali merentangkan kedua tangannya.
Viona sedikit terkejut,seketika tangan kevin sudah memeluknya dari belakang.
Viona masih belum terbiasa dengan perlakuan kevin yang seperti itu.
Namun viona membiarkan tangan kevin melingkar dipinggangnya.ia terasa nyaman berada didekapan kevin.
Kevin tak henti hentinya mencium pundak dan kepala viona dari belakang sambil menikmati pemandangan yang ada didepan mereka.dengan viona yang yang mengusap usap punggung tangan kevin yang berada diatas perutnya.
Kevin melepaskan pelukannya, membalikkan tubuh viona agar berhadapan dengan dirinya.
Kevin memperhatikan inci demi inci dari wajahnya istrinya itu.ia cubitnya dengan pelan hidung mancung viona. kemudian kevin mencium kening, dihidung serta bibir viona mesra dengan sangat lama.
‘’apa kita pulang sekarang?’’tanya viona.
Kevin menggeleng.
‘’tidak,kita belum akan pulang,aku sudah menyiapkan kejutan untuk istriku ini.’’kevin menarik viona dan membawanya kepelukannya.
‘’oh ya.?’’viona memastikan mendongakkan kepalanya senang.
Kevin mengangguk yang membuat hati viona semakin senang.
Apa ia akan mendapat kejutan yang romantis dari kevin?,sungguh itu yang diharapkan viona untuk saat ini,karena selama ini viona belum pernah mendapatkan kejutan romantis dari laki laki dingin itu.
Viona semakin mempererat pelukannya dengan kepala yang kembali disenderkan didada bidang kevin.
Nyaman.
itulah yang ia rasakan saat ini.
.
.
.
.
**jangan lupa like ,commen ,serta vote yah.
Maaf author udah buat para pembaca kecewa,dengan slow update.
__ADS_1
Tapi author akan berusaha lagi untuk up tiap hari**.