
Kejujuran itu memang menyakitkan tapi setidaknya bisa membuat lega dan tenang.
Kak Angga kembali bekerja lagi dan aku masih berdiam diri di rumah Arnold pergi ke taman belakang melihat bunga-bunga yang bermekaran.
Bunga-bunga itu hasil karyaku dengan bunda, penuh kenangan indah yang begitu menenangkan.
Sayang, kamu harus kuat ya?demi bunda mu yang cengeng ini.... ku elus perutku ini yang rasanya ingin sekali di elus-elus terus.
Kenapa begitu berat rasanya kehidupan rumah tanggaku , andaikan aku tidak memutuskan untuk menerima perjodohan ini mungkin saat ini aku masih menikmati kebebasan ku.
Aku masih bisa kuliah sambil bekerja, masih bisa membanggakan ibu dan membahagiakan nya. Tidak pusing-pusing mikirin suami , aku juga paling masih bisa berhubungan dengan Arnold meski harus bersembunyi. Tapi kan setidaknya aku bebas.....
Kejam rasanya takdir ini, kenapa rasanya aku sulit untuk menemukan kebahagiaan ku......
"Tsania...." Fulan menghampiriku merangkul ku dan aku sandarkan kepala ku di pundaknya.
"Aku tahu ini tidak mudah bagi kamu, tapi ini sudah menjadi takdir kamu. Kamu harus kuat, kamu wanita pilihan. Dan kamu berhak bahagia"
"Iya Lan,makasih ya?kamu juga wanita kuat kok"
"Andaikan kalau kamu sudah bercerai dengan pak Zan, aku mau kok berbagi suami dengan kamu. Agar kamu bisa merasakan kebahagiaan juga. Kita sama-sama bahagia Tsan...."
"Sudah gila ya kamu?! " aku terbangun dari sandaran ku.
Nggak habis pikir kenapa Fulan bisa sampai berfikir seperti ini.Dia kan tahu Arnold mantan pacarku. Masak iya nggak ada cemburu-cemburunya?.Aku aja cemburu banget pak Zan nikah sama adik sendiri.
"Jangan mikir macem-macem kamu Lan, kalau kamu sudah bahagia ya sudah alhamdulilah...!!!"
"Tapi aku ingin kamu bahagia juga,kalau aku bisa bahagia kenapa kamu juga tidak?meski harus berbagi suami pun aku rela Tsan...."
"Apa kamu sudah tidak cinta Arnold lagi?"
"Masih kok, malahan sekarang sangat mencintainya. Tapi, bagiku kebahagiaan itu harus kita bagi. Apalagi dengan kamu sahabat terbaikku. Berkat kamu aku bisa merasakan apa itu cinta, apa itu saling memiliki. Apa itu bahagia di cintai. Arnold lelaki baik yang pernah kamu miliki dan sekarang menjadi milikku. Aku bahagia Tsan dengan Arnold tapi aku juga ingin kamu bahagia"
"Nggak Lan, itu nggak mungkin jangan pernah bagi suamimu dengan siapapun meski dengan saudara ataupun aku"
Fulan memelukku.
"Kamu berhak bahagia Tsan, aku nggak rela kalau kamu menderita seperti ini" isak tangisnya.
"Kamu jangan khawatir ya?makasih udah khawatirin aku, tapi percayalah aku akan bahagia dengan pak Zan. Karena pak Zan sudah ditakdirkan menjadi suamiku. Mungkin ini adalah ujian dari Allah, seberapa kuat aku menjalani nya"
" Kamu hebat Tsan..."
"Kamu juga hebat sayang" Arnold mengecup kening Fulan.
__ADS_1
"Ih...sayang....jangan di sini dong kan malu ada Tsania, kasian juga dia..."
"Apaan sih kamu Lan, aku nggak apa-apa. Itu kan suami kamu dia juga berhak mencium kamu kapan aja"
"Nggak enak sama kamu Tsan, tapi kalau kamu mau, kamu boleh kok di cium Arnold" tawar Fulan.
"Haist, gila kamu ...dasar bodoh...!!!" umpatku
"Fulan, kamu itu nggak boleh gitu ...jadi kesal kan Tsania nya...."
"Iya-iya maaf. Kalau kamu menolak tawaranku boleh nggak aku minta satu saja permintaan "
"Apa sayang?" Arnold beralih jongkok di depan Fulan.
"Haist , aku minta ke Tsania sayang bukan kamu"
"Eh iya apa?"
"Aku kok kepingin banget lihat Arnold ngelus perut kamu, please....." Fulan memohon.
"Apa boleh kayak gitu?" tanyaku.
"Nggak apa Tsan,asal aku tak menyentuh mu langsung dan aku melakukan nya dengan tulus tanpa ada perasaan apapun kecuali hanya sekedar adik dan kakak" jelasnya yang masih jongkok di bawah.
"Ok deh,bentar aja ya?"
Ada gerakan halus dalam perutku, tanpa ku sadari mataku terpejam menikmati itu. Membayangkan pak Zan mengelus lembut perutku.
Senyumnya yang teduh, ucapan nya yang penuh nasehat dan tutur katanya yang lemah lembut penuh perhatian.
Kakak....andaikan kamu tahu aku sangat mencintaimu, sekuat hatiku untuk membencimu dan ingin jauh darimu tapi semua itu hanya sia-sia. Hati dan pikiran ku hanya terisi tentangmu. Meski beribu lelaki baik hadir menjemput ku tapi aku tak bisa menerima ajakan itu. Hanya kamu kak yang ku mau, aku rindu kamu kak .....
"Menangis lah ,aku akan di sini menemanimu sampai kau puas menangis" Fulan mengusap lembut air mataku. Aku tersadar dari khayalanku dan membuka mata lebar-lebar.
Ku lihat Arnold masih mengelus perutku dan aku menghempaskan nya.
"Gimana dengan rencana selanjutnya?"
"Ok" Arnold berdiri dan duduk di samping Fulan.
"Kamu yang tenang, aku sudah menyuruh orang untuk mencari tahu tentang pacar Laili. Kebetulan ada temenku yang kenal sama pacar Laili"
"Kamu kalau sudah fit bisa balik ke toko kalau masih kepingin istirahat kamu di sini saja ya Tsan?"
"Nanti, kalau sudah ada kabar dari temenku aku kabari kamu, dan setelah itu kita baru mencari Laili dan pak Zan. Kita tunjukkan semua bukti-buktinya"
__ADS_1
"Makasih ya, kalian sudah baik denganku. Semoga masalah ini segera kelar"
"Aamiin..." Fulan dan Arnold serentak mengamini.
Arnold yang mantan preman sudah menyuruh teman-teman preman pensiunnya untuk melacak keberadaan mantan pacar Laili.
Dengan petunjuk foto dariku Arnold dengan sigap menuntas masalah sampai ke intinya.
Sedikit tenang aku dan Fulan kembali bekerja ke toko lagi. Dan Arnold pamit pergi ke bengkel mobilnya yang sudah berkembang pesat di bantu dengan mas Yanto dan kak Angga dan sekarang sudah bertambah banyak karyawan di sana.
Aku sengaja menyibukkan aktivitas dengan kegiatan di toko. Agar aku lupa sejenak dengan masalah ini.
"Tsan, kita harus melakukan pemotretan untuk mempromosikan baju-baju kita di sosial media dan majalah" ucap Fulan masih fokus dengan laptopnya dan aku juga dengan laptop ku sendiri. Di lantai dua duduk di sofa aku dan Fulan bekerja. Dan di lantai satu berisi banyak model baju-baju busana muslimah. Para karyawan mengemasi barang-barang yang sudah di pesan para pembeli. Dan baju-baju yang sudah di kemasi akan di ambil kurir.
"Iya betul itu tapi kita harus punya model juga "
"Kamu aja gimana?"
"Haist, ya nggak mungkinlah dengan perutku yang sudah membuncit ini. Mending kamu aja sama Arnold kan lebih cocok dan romantis"
"Ok deh...sip. Tapi untuk sementara kita promosi kan baju-baju cowok dulu ini kemeja dan kaos-kaos hasil brand lokal ini"
"Kamu panggil Arnold buat pemotretan "
"Nggak bisa Tsan, dia lagi sibuk-sibuknya ini di bengkel "
"Lalu siapa ya?" ku tutup laptop ku setelah menyelesaikan laporan keuangan.
"Assalamualaikum....!!!" suara nyaring nya mengagetkan ku dan Fulan.
"Waalaikumsalam..."
"Jangan pada sibuk kerja terus mari kita maksi dulu baru kita kerja lagi" ucapnya sembari meletakkan beberapa bungkus makanan.
"Good idea...." Fulan mengacungkan jempolnya setelah menutup laptopnya. Dia baru saja mengurus pihak-pihak yang akan bekerja sama dengan toko kita. Karena banyak brand-brand busana muslim tertarik untuk menitipkan bajunya ke toko.
"Tafi saja gimana?lihat dia sudah seperti model?"
"Iya, boleh juga ide kamu Lan"
"Ya udah kita makan dulu yuk?"
"Bentar aku suruh karyawan lainnya buat istirahat makan siang"
"Udah Wa,kamu makan aja di sini mereka semua sudah pada istirahat tadi juga sudah aku bawakan makanan juga mereka" Tafi menarik tanganku saat aku mau beranjak dari dudukku.
__ADS_1
"Kamu itu keren abis ,gue suka gaya lo....ayo kita maksi..." ceplos Fulan membuatku geleng kepala. Dan aku menikmati makan siang bersama Tafi dan Fulan.