My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband
GOSIP


__ADS_3

"Sayang? " aku muncul dari semak-semak


"Tsania? " pak Zan terlihat kaget dan linglung


"Ikut aku " pak Zan menarik tanganku dan mengajakku pergi dari tempat itu. Fulan diam-diam mengikuti karena aku tahu dia sangat khawatir denganku setelah melihat hal yang tak terduga tadi.


Dalam perjalanan yang ternyata menuju hotel yang telah di sewa bunda tadi siang pak Zan terdiam membisu guratan wajahnya terlihat pucat pasi entah dia merasa terciduk olehku karena selingkuh atau gimana yang jelas aku kecewa pak Zan sudah berani main hati di belakang ku apalagi mengingat pernikahan ini belum genap sebulan.


Sakit nya lagi baru saja aku menyerah kan kesucian ku tanda aku sudah mau menerima nya tapi kenyataan nya dia juga melakukan yang sama pada wanita lain tak lebih itu bu Mano sahabat nya, wanita yang selama ini membuat ku kecewa, cemburu dan hancur saat itu.


"Masuk lah " pak Zan membukakan pintu kamar hotel.


Tanpa jawaban tanpa ekspresi aku masuk dan duduk di pinggiran ranjang. Pak Zan masuk ke kamar mandi terdengar gemericik air dan keluar dengan wajah yang sudah basah mungkin dia cuci muka ya atau bisa saja dia wudhu.


"Huft... " ku tarik nafas ku dan ku buang perlahan. Ku pejamkan mataku berharap aku masih bisa mengontrol emosi dan cemburu ku.


"Astagfirullahhalazim... " lirihku.


Tes... Air mata ku tak bisa ku bendung lagi hati gemuruh ku bergejolak tak bisa ku pungkiri. Ku mengadah ke langit menatap atap langit-langit hotel yang terlihat warna putih. Di sana terlihat jelas bayangan pak Zan memeluk bu Mano persis seperti dulu saat dia memeluk nya 2 tahun silam hingga saat itu aku hancur dan bertemu dengan Arnold. Kenapa ini terjadi lagi? aku sudah percaya, aku sudah menutup rapat semua tentang Arnold tapi kepercayaan itu dengan mudahnya di hancurkan setelah usaha kerasku menyakinkan perasaan ku pada pak Zan.


"Maafin aku... " pak Zan memelukku. Aku semakin terisak pelukannya sama sekali tak ku balas. Pikiran ku masih kotor belum bisa berpikir jernih. Berulang kali aku beristighfar agar hati dan pikiran ku bisa tenang dan kembali jernih.


"Apa yang kamu lihat tidak seperti apa yang kamu pikirkan" pak Zan duduk di sebelah ku.


"Maafin kakak selama ini memendam masalah ini sendiri karena kakak takut kamu tak akan percaya dengan hal ini karena ini sangat sulit untuk di percaya. Kakak pikir setelah kakak berhasil mengungkap kebenaran kakak akan bilang semuanya ke kamu tapi kenyataan nya berbeda" pak Zan memegang erat tanganku berusaha menyakinkan hatiku. Ya meski aku masih bingung dengan apa yang dia bicarakan.


"Kakak harap kamu bisa percaya dengan omongan kakak" pak Zan menatapku terlihat jelas manik matanya menyorotkan kejujuran nya.


"Lima bulan yang lalu aku di jebak oleh Manohara. Dia menyuruh ku menjemput nya saat dia di kota ini. Kala itu kakak tak pernah berpikir macam-macam karena saat itu dia hanya bilang kecelakaan dan sang suami tugas ke luar daerah. Saat sampai di sana aku melihatnya masih utuh tak ada yang lecet dan ternyata aku di tipu"


"Terus? " aku mulai merespon dan semakin penasaran dengan rahasia yang baru saja ku ketahui ini.


"Dia meminta maaf, katanya setelah mengantar suaminya ke bandara dia kepingin berlibur di kota ini denganku. Mungkin hal itu kesempatan yang bagus untuknya"


"Kenapa begitu?bukannya kalian sahabatan? " aku semakin tertarik dengan cerita pak Zan.


"Iya, tapi selama ini dia mengotori persahabatan kita dengan cintanya dia berkali-kali menyatakan cinta pada kakak saat masih sekolah dulu. Dan pada akhirnya setelah kesekian kalinya kakak menolak cintanya, dia bertemu Dion teman kakak juga yang diam-diam menyukai nya, mereka pergi ke club malam hingga mereka khilaf dan hamil saat mereka masih kuliah di semester awal. Akhirnya mereka menikah saat kuliah belum selesai "


"Tapi Dion teman kakak tahu kan kalau bu Mano ada rasa sama kakak? "


"Tau lah... kakak sering cerita kok, kakak sering curhat sama dia jadi dia tahu semuanya tentang kakak dan bu Mano"


"Terus sekarang inti permasalahan nya apa? "

__ADS_1


"Malam itu kakak nggak sadar kakak nggak ingat apapun itu dan tiba-tiba terbangun sudah berada di sebuah kamar hotel. Kakak keadaan sudah bertelanjang bersama bu Mano. Waktu itu kakak benar-benar tak ingat apapun, kepala kakak pusing banget"


"Jadi? "


"Sebulan kemudian dia ngasih tahu kakak kalau dia hamil anak kakak"


"Anak kakak? terus apa kata suami bu Mano? "


"Dia gak tahu.Kakak gak berani ngomong apapun sama dia. kakak takut pertemanan kita hancur kakak takut dia tak percaya sama kakak dan lebih percaya dengan Mano"


"Kak? " ku pegang erat tangannya dan ku tatap lekat manik matanya itu.


"Kakak tahu kan? tanpa kakak harus memohon padaku, Tsania percaya sama kakak. Karena Tsania tahu kakak tak akan mungkin melakukan hal sekeji itu.Kalau Tsania yang mengenal kakak cuma dari luar saja bisa percaya apalagi dengan sahabat kakak.Tsania yakin kak Dion pasti percaya sama kakak. Oh iya kakak ingat nggak saat itu ada noda bekas melakukan hal itu? "


"Seingat kakak tak ada.Semua bersih tak ada noda sedikit pun"


"Fix Tsania punya ide"


"Apa? "


"Besuk setelah pulang dari sini kita ketemuan sama kak Dion suami bu Mano"


"Dia masih bertugas di luar daerah. Seminggu lagi baru pulang"


"Tan? "


"Iya? "


"Kenapa kamu bisa percaya sama kakak? sedangkan kakak aja ragu dengan anak yang di dalam kandungannya Mano. Kakak takut kalau itu beneran anak kakak"


"Kakak? yakinlah kalau kakak gak bersalah. Yakin kalau kakak tidak melakukan hal itu. Tsania percaya se khilaf apapun kakak, kakak tidak akan berani melakukan itu" ku elus pundaknya menyakinkan hatinya yang melemah itu.


"Sayang...terima kasih ya? kamu memang wanita yang terbaik buat kakak. Kakak gak tahu harus gimana lagi kalau kamu sudah tak percaya lagi sama kakak. Maafin kakak yang lemah dan bodoh ini" pak Zan melemas dan menjatuhkan badannya di pelukanku kepalanya di tenggelamkan di dadaku kedua tangannya dilingkarkan ke pinggang ku. Aku tak pernah menyangka selama ini pak Zan yang terlihat tegas dan kuat dalam mengajar bisa melemah seperti ini. Di balik bijaksananya dalam menyelesaikan masalah orang lain dia hanya bisa bersembunyi dibalik semua itu. Karena dia sendiri tak bisa menyelesaikan masalah sendiri. Dia bersembunyi di balik raganya yang tegar, tegas dan kuat. Padahal hatinya melemah.


Ku elus pundaknya memberikan kenyamanan selayaknya istri. Kehidupan yang serba ada, berparas tampan, cerdas di kagumi banyak orang aku pikir semua itu keberuntungan yang pak Zan miliki.Tapi ternyata di balik itu dia menyimpan berbagai kisah pilu.


Semoga kamu kuat kak.... Aku akan selalu ada untukmu.


Drrt....


Ponsel pak Zan bergetar. Diraihnya ponsel itu dari saku celana jeans nya.


"Huft.... " pak Zan mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


"Kenapa? "


Pak Zan menyerahkan ponselnya memperlihatkan isi chat dari bu Mano. ternyata dia mengancam pak Zan. Jika malam ini tak menemani nya di dalam kamar dia akan membuat hidup pak Zan hancur.


"Kak? "


Pak Zan menoleh ku melemparkan ponselnya asal di atas ranjang.


"Kakak harus bisa tegas jangan lemah. Kakak harus bisa melawan bu Mano"


"Tapi kakak nggak tega Tan"


"Kakak...!!! " pak Zan tersentak mendengar intonasi ku yang agak meninggi.


"Maaf... "


"Tsania tahu kakak paling lemah dalam menghadapi wanita. Apalagi orang yang kakak sayang. Ingat kak bu Mano itu sudah salah jalan kalau kakak emang benar sayang sama dia kakak harus bisa menyadarkannya. Jika kakak tidak berani melawan dengan kekerasan lawan lah dengan kelembutan. Malam ini kakak istirahat di sini jangan hiraukan bu Mano besuk pulang dari sini kita bahas lagi dan kita buat rencana baru untuk melawannya. Jalan satu-satunya adalah kita harus menunggu kak Dion"


"Kakak nggak pernah menyangka gadis yang kakak anggap lemah lembut dan tak berdaya ini bisa setegas dan sebijak ini. Kamu hebat Tan, kakak gak salah mencintai mu" pak Zan mengusap lembut kepalaku.


Saat masalah mengalami kebuntuan dan seakan akal kita tidak bisa menjangkau kembalilah mengadu. Tak ada masalah yang bisa terpecahkan hanya saja kita harus bersabar dan yakin Allah memberikan masalah itu untuk membuat diri kita bisa lebih kuat, sabar dan ikhlas.


Usai sholat isyak berjamaah aku dan pak Zan berdoa dengan khusuk memohon petunjuk atas kebuntuan ini. Karena Allah menguji kita sebesar kemampuan kita jika Allah sudah memberi masalah ini berarti kita yakin kalau kita bisa menyelesaikan nya.


Ting... ting...


Ponsel ku berbunyi tepat jam . 01:00 malam Fulan menelponku.


📞"Halo Fulan ada apa? "


📞"Cepetan buka group wa ada gosip tentang kamu dan pak Zan"


📞"Ok, makasih ya"


Ku tutup telpon dan segera membuka group wa. Tersebar gosip tentang diriku yang hamil karena pak Zan. Ada foto-foto tersebar pak Zan mencium ku dan masuk bareng ke kamar hotel.


"Astagfirullah... " ku tutup mulutku dengan tangan seperti tidak pernah menyangka dengan gosip murahan ini. Tapi wajar saja karena pernikahan ini tak ada yang mengetahui.


"Kenapa sayang? " pak Zan melipat sajadahnya dan di letakkan di sandaran kursi. Mendekatiku duduk di pinggiran ranjang.


"Ada gosip tentang kita.Anak-anak mengira aku sudah hamil duluan dengan kakak, karena menikah secara diam-diam dan secara cepat. Ada foto beredar pernikahan kita " panas dingin mengguyur seluruh tubuhku. Sepertinya Allah sangat menyayangiku dan pak Zan hingga masalah datang bertubi-tubi. Baru saja masalah selesai, datang lagi masalah baru dan belum bisa terselesaikan ini datang lagi.


"Ini pasti ulah Manohara. Kamu tenang saja setelah pulang dari sini kakak akan mengadakan pesta pernikahan kita kakak akan mengundang semua murid dan guru. Kakak akan menjelaskan semuanya pada mereka tentang fakta yang sebenarnya" pak Zan memeluk ku dan menenggelamkan kepalaku ke dadanya.

__ADS_1


"Kita pasti kuat Tan, kita pasti bisa melewati ini semua" lirih pak Zan menguatkan ku.


__ADS_2