My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband
Bab tiga: Persyaratan cerai


__ADS_3

Setelah mendengarkan semuanya,Aku berusaha untuk mencernanya dan berusaha untuk menerimanya,tetapi akal sehat ku masih menolak,hati ku juga terasa sesak.aku berusaha untuk tidak menangis tetapi air mataku tidak bisa berkompromi.Dia tetap saja jatuh,sungguh dia adalah pengkhianat sebenarnya.


Terdengarlah suara isakkan ku,aku pun langsung menutup wajahku dengan kedua tanganku,ini sangat memalukan.


"Hana,Kamu kenapa."


"Kamu nangis?."Tanyanya.


Dia masih saja bertanya,dia tidak melihatkah seberapa basahnya tangan ku saat ini menampung air mata yang sedari tadi mengalir deras,sudahlah memang semua pria tidak ada yang peka.tiba - tiba ada tangan yang merangkul ku dan meletakkan kepalaku dibahunya mencoba untuk menenangkan ku.


"Hana sudahlah jangan sedih,kita bisa menjalankannya".ucapnya sambil Mengelus kepala.


"Hana kamu tenang saja,Nanti ketika kita menikah,aku berjanji tidak ada orang yang akan tahu kalau kita sudah menikah."


"Yang benar pak,Bapak akan melakukannya?."


tanya ku ,Dia pun mengangguk.


"Kamu sudah tenang Hana?."


Aku pun mengangguk,kami pun pergi dari taman ini,setelah sudah didalam mobil ,Dia mengambilkan ku tissu basah.


"Nih."memberikan kepadaku.


"Makasih."


Aku membuka kaca di depan ku mencoba untuk membersihkan wajah yang sembab di karna tangisan tadi.setelah selesai dan aku mencoba tenang dengan menyandarkan diri tiba - tiba ada tangan yang berusaha untuk menggapai tanganku,Aku melihat kearah sopir dia memandang ku tersenyum katanya.


"Hana maaf ya,dulu aku memang mencoba mencari alasan untuk bisa pergi dari mu .


Tetapi entah lah sekarang aku merasa tidak ada alasan untuk aku pergi?." Jelasnya .


Aku bingung berekspresi seperti apa ,Apa aku harus senang atau sedih .Memandang diri saja aku rasanya tak sanggup.Aku takut nanti Sahabat - sahabat ku menjauhi ku.

__ADS_1


"Bapak kenapa menikah dengan ku."


"Kan,Aku sudah jawab tadi."


"Maksudku.Kenapa bapak tidak memberontak."


"Sudah ku jawab tadi hanaa.. ."


"Masa cuma itu doang,nggak ada alasan lain gitu."


Dia melepaskan tangan ku dan mencoba untuk berpikir.


"Hana. ."


"Iya pak.. ."


"Nanti jika perasaan mu tidak kunjung berubah,kamu bisa saja meminta cerai pada ku."Menjawab santai.


"Hah."Mata ku melongo mendengar jawabanya.


"Iya,aku kan sudah bilang kalau aku sudah menerima kenyataan kalau kita dijodohkan, tetapi kamu.."


aku langsung menyambar jawabannya ,Tanpa harus dia melanjutkan kalimatnya.


"Hmm iya Pak".


"Tetapi ada satu syarat."Dia mengangkat jari telunjuknya.


"Apa pak."


"kamu bisa mengajukan cerai padaku setelah selesai sekolah dan mempunyai pekerjaan. tetapi jika kamu tidak mempunyai syarat semua itu kamu tidak bisa mengajukan cerai,Apapun alasannya."Jelasnya detail.


"tapi.. ."

__ADS_1


"tidak ada penolakan".sahutnya tegas.


"(Diam)."


Setelah pembicaraan kami selesai dia kembali fokus menyetir,tak lama aku pun sampai rumah,aku keluar dari mobil dan akan masuk kedalam rumah tetapi sebelum masuk terlihat sosok Ayah yang sedang membaca koran ditemani kopi disampingnya.


"Ayah Hana pulang ."tegurku dengan senyuman diakhir kalimat ku.Ayah pun melepaskan korannya dan berdiri.


"Gimana perjalanannya lancar?."


aku diam tak bisa menjawabnya tetapi untung saja Dika keluar dari mobil dan mengikuti ku.


"Lancar kok Om tenang saja,barusan kami menikmati Ice Cream." Dia langsung menjawabnya .


"Hahaha,Kamu tau ya kesukaan anak Om."dia hanya mengarahkan senyuman malu nya kepada Ayah ku.


"Inih Om."Dia menyerahkan Martabak manis yang dia beli didekat rumah kami.Martabak kacang kesukaan Ayah dan martabak keju kesukaan mamah.Pantas saja dari tadi dia bertanya kesukaan orang tuaku ternyata untuk ini.


"Kamu ini dika, merepotkan kamu saja tapi makasih ya ,Lumayan menemani nonton bola malam nanti."


"Nggak repot kok Om,Kalau Om mau yang lain nanti dika belikan lagi."


"Nggak usah ini sudah cukup takut diabetes om naik hahaha,dika masuk yuk ."Tawar Ayah.


"Nggak usah Om ,Dika mau pulang saja takut kemalaman."Tolaknya sopan .


"Yaudah kamu hati - hati dijalan ya,salam sama orang tuamu."


"Iya Om,Dika permisi".mengecup tangan Ayah ku dan berjalan pergi kearah mobil


"Iya."


Ayah menunggu Dika sampai dia benar - benar pergi setelah itu kami masuk kedalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2